Sugiono Sugiono
Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pendidikan Dan Pelatihan Di Kampung Rawasugih waskito aji suryo putro; Sugiono Sugiono; Wahyu Retno Widiyaningsih
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i1.3553

Abstract

Kampung Rawasugih terletak di Distrik (Kecamatan) Salawati, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Kampung Persiapan Malagufuk adalah salah satu kampung yang banyak memilik potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kampuung Rawasugih adalah kampung dengan definitive baru pemisahan dari beberapa kampugn lain nya di wilayah Distrik Salawati. Beberapa elemen masyarakat yang berada di kampung rawasugih memerlukan beberapa pengarahan khususnya di bidang IT, Teknologi dan beberapa pemberdayaan lain nya seperti pelatihan komputer, penerapan perilaku kecakapan hidup sehat dan beberapa kegiatan lainya. Dengan adanya beberapa program melalui pendidikan dan pelatihan tersebut, masyarakat akan lebih terliterasi dengan baik dan kedepan kampung rawasugih akan lebih terfokus khususnya untuk pengebangan potensi yang berada di dalam kampung tersebut, sehingga kehidupan masyarakat akan lebih maju dan berkembang kedepanya.
Pengembangan Profesi Pendidikan Pada Sekolah Pengegrak Era Merdeka Belajar Di Provinsi Papua Barat Daya waskito aji suryo putro; Sugiono Sugiono; Wahyu Retno Widiyaningsih
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.4348

Abstract

Menurut Undang-undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Program Merdeka Belajar merupakan suatu Program yang lebih menitik beratkan bagaimanaseorang Pendidik bisa melihat lebih dekat kepada para anak didik yang di hadapi di satuan Pendidikan. Hal ini mendorong parapendidik untuk lebih memahami apa kemauan dari anak didik, mengarahkan anak didik dan menjadi pengayom bagi anak didik untuk lebih memantabkan apa yang akan dilakukan dimasa mendatang, khususnya dengan pendekatan yang humanis dan persuasif. Kemudian dikawinkan dengan keprofesian seorang pendidik di lingkungan satuan Pendidikan, Profesi Pendidikmerupakan profesi yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, hal ini tidak lain karena posisi pendidikan yang sangatpenting dalam konteks kehidupan bangsa. Pendidik merupakan unsur dominan dalam suatu proses pendidikan, sehingga kualitas pendidikan banyak ditentukan oleh kualitas pendidik dalam menjalankan peran dan tugasnya di masyarakat. Dengan mengingat hal tersebut, maka jelas bahwa upaya-upaya untuk terus mengembangkan profesi pendidik (Guru) menjadi suatu syarat mutlak bagi kemajuan suatu bangsa, meningkatnya kualitas pendidik akan mendorong pada peningkatan kualitas pendidikan baik proses maupun hasilnya.
Pengaruh Latihan Variasi Passing Terhadap Kemampuan Passing Berpasangan Permainan Futsal Siswa SMP Cahaya Islam Papua Moh. Jafar Rumakat; Leo Pratama; Sugiono Sugiono
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 5 No. 1 (2024): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa terhadap kemampuan passing berpasangan dengan metode latihan variasi segetiga dan berhadapan pada permainan futsal siswa smp cahaya islam papua. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen.desain penelitian ini mengunakan desain “pretest-posttest control grup design”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa smp cahaya islam papua yang berjumlah 30 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa smp cahaya islam papua yang masih aktif dan kurang dalam melakukan passing berjumlah 8 siswa. instrumen kemampuan passing. Analisis dalam penelitian ini adalah mengunakan uji-t, yaitu dengan membandingkan hasil pretest dengan posttet pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menujukan bahwa ada terdapat penigkatan yang signifikan pada kemampuan passing siswa melalui latihan variasi dengan t hitung .974 dan niai p sebesar .368.
Pengaruh Latihan Terstruktur Terhadap Kemampuan Passing Permainan Futsal Pada Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong Albert Fatem Fatem; Nursalim Nursalim; Saiful Anwar; Sugiono Sugiono
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 5 No. 2 (2024): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian dan uji hipotesis membuktikan bahwa rata-rata selisih nilai kemampuan passing futsal pada siswa sebelum diberikan latihan passing tetap adalah 7,2 sedangkan setelah diberikan latihan passing tetap nilai kemampuan passing adalah 9,6 sehingga terjadi peningkatan. Sedangkan berdasarkan hasil penguji hipotesis membuktikan bahwa rata-rata selisih nilai kemampuan passing futsal pada siswa sebelum diberikan latihan Passing berubah adalah 7,8 sedangkan setelah diberikan latihan passing berubah nilai kemampuan passing futsal siswa adalah 9,8 sehingga terjadi peningkatan. Dari perhitungan statistic t hitung untuk latihan dan Passing tetap = 21,81 dengan menggunakan taraf signifikan 5 % dari d.b = (N-1) = 10 – 1 = 9 diperoleh nilait tabel= 2,262. Hal ini berarti bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel atau 21,81> 2,262 atau peningkatan antara pre-test dan post-test adalah 24 dengan mean deviasi sebanyak 2,4. Dengan peningkatan presentase sebesar 33,33 %. Dari perhitungan statisik thitung untuk latihan passing berubah = 10 dengan menggunakan taraf signifikan 5% dari d.b=(N-1)=10–1=9 diperoleh nilait tabel = 2,262. Hal ini berarti bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel atau 10 > 2,262 atau peningkatan antara pre-test dan post-test adalah 20 dengan mean deviasise banyak 2 dengan peningkatan presentase sebesar 25,64 %Kata kunci : LatihanTersrtuktur, PassingABSTRACT Based on the results of research and hypothesis testing, it is proven that the average difference in futsal passing ability scores for students before being given passing training remains 7.2. Meanwhile, after being given passing training, the passing ability value remained 9.6, so there was an increase. Meanwhile, based on the results of the hypothesis testers, it was proven that the average difference in futsal passing ability scores for students before being given the Passing training changed was 7.8. Meanwhile, after being given passing practice, the student's futsal passing ability value changed to 9.8, resulting in an increase. From the calculation of the calculated t statistic for training and passing, it remains = 21.81 using a significance level of 5% from d.b = (N-1) = 10 – 1 = 9, the t table value = 2.262. This means that the calculated t value is greater than the t table or 21.81 > 2.262 or the increase between pre-test and post-test is 24 with a mean deviation of 2.4. With a percentage increase of 33.33%. From statistical calculations, t for passing practice changes = 10 using a significance level of 5% from d.b = (N-1) = 10 – 1 = 9, the t table value = 2.262. This means that the calculated t value is greater than t table or 10 > 2.262 or the increase between pre-test and post-test is 20 with a mean deviation of 2 with a percentage increase of 25.64%Keywords: Structured Training, Passing
Pertimbangan Guru dalam Memberikan Penilaian Mata Pelajaran PJOK Berdasarkan Ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Sorong Sugiono Sugiono; jelita cicilia stibies; Istiyono Istiyono
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 5 No. 2 (2024): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin menggali dan mencoba mengetahui persentase penilaian guru terhadap mata pelajaran PJOK yang meliputi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang menganalisis data penyebaran kuisioner/angket melalui metode kuantitatif. Berdasarkan data penelitian dapat dijelaskan bahwa penilaian ranah kognitif siswa yang dimana terdapat beberapa indikator diantaranya mengingat, memahami/mengerti, menerapkan/mengaplikasikan dan menganalisi guru PJOK memberikan pertimbangan presentase sebesar 81,52%. Untuk penilaian ranah afektif siswa yang terdapat beberapa indikator yaitu sikap sosial dan sikap kepribadian guru PJOK memberikan pertimbangan penilaian dengan persentase sebesar 84,72%. Sementara pada penilaian ranah osikomotorik siswa yang terdapat beberapa indikator diantaranya keterampilan meniru, menyusun, ketepatan, artikulasi dan naturalisasi gerak guru PJOK memberikan pertimbangan dengan persentase sebesar 83,72% . Kata Kunci: Penilaian guru PJOK, Ranah Kognitif, Ranah Afektif, Ranah Psikomotorik The aim of this research is that researchers want to explore and try to find out the percentage of teachers' assessments of PJOK subjects which cover three aspects, namely cognitive, affective and psychomotor students. The method used in this research is a survey method which analyzes questionnaire/questionnaire distribution data using quantitative methods. Based on research data, it can be explained that the assessment of students' cognitive domains, where there are several indicators, including remembering, comprehending, applying and analyzing, PJOK teachers provide a percentage consideration of 81.52%. For assessing students' affective domain, there are several indicators, namely social attitudes and personality attitudes, PJOK teachers provide assessment considerations with a percentage of 84.72%. Meanwhile, in the assessment of students' oscomotor domain, there are several indicators, including imitation skills, composing, accuracy, articulation and naturalization of movements, PJOK teachers give consideration with a percentage of 83.72%. Key Words: PJOK teacher assessment, Cognitive Domain, Affective Domain, Psychomotor Domain