Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Spiritualitas Islam Sebagai Motivasi Implementasi Collaborative Governance Dalam Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Nur Islam
DEMOKRASI Volume 1, No 2 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.075 KB) | DOI: 10.36269/dmkr.v1i2.552

Abstract

Collaborative Governance (CG) yang berkembang sejak beberapa tahun terus menjadi tren dan banyak diminati oleh kalangan akademisi maupun mahasiswa sebagai bahan penelitian. Islam sebagai way of life (pandangan hidup) kaya akan konsep hidup, termasuk collaborative governance (tata kelola pemerintahan). Salah satu prinsip fundamental collaborative governance sebagai dalam prespektif Islam adalah bekerjasama, bertolong-tolongan dalam hal kebaikan dan takwa serta dilarang bertolong-tolongan yang mendaatangkan dosa dan kerusakan (QS.Al-Ma’idah:2). Selain itu ada 10 prinsip dalam penyelenggaraan pemerinatahan dalam presptif Islam. Metode penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif, digunakan untuk menemukan pengetahuan yang seluas-luasnya terhadap objek penelitian pada suatu masa tertentu. Penelitian ini berupa penelitian kepustakaan yang memerlukan sumber data: primer dan sekunder sekaligus menjadi sumber data penelitian. Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan pendekatan hermeneutika: menerjemahkan konteks pikiran zaman dahulu itu ke dalam terminologi dan pemahaman yang sesuai dengan cara berfikir aktual sekarang. Penelitain ini menunjukkan betapa pentingnya spritualitas Islam untuk lebih memperkaya teori collaborative governance dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kebahagiaan dunia akhirat
PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SEJAHTERA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN JATI AGUNG 2024 Selvia Kartisilawa; Nur Islam; Putri Rahmaini
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i5.2026.1040-1044

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan belum maksimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat serta belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDes. Sebagai lembaga ekonomi desa, BUMDes berperan dalam mengelola potensi lokal untuk mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala desa, pengelola BUMDes, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Sejahtera berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui unit usaha simpan pinjam, perdagangan, dan jasa pertanian. Namun, masih terdapat kendala berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan sumber daya manusia, sehingga diperlukan penguatan kapasitas pengelola dan dukungan pemerintah desa agar peran BUMDes dapat berjalan lebih optimal.
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM PENERAPAN SMART VILLAGE 2024 UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE DI TIYUH CANDRA KENCANA KECAMATAN TULANG BAWANG TENGAH Dhuhriatun Nikmah; Eny Inti Suryani; Nur Islam
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1836-1841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Tiyuh Candra Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam penerapan smart village 2024 untuk mewujudkan good governance. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, efektivitas pemerintahan, serta partisipasi masyarakat tiyuh. Namun, implementasi smart village di Tiyuh Candra Kencana masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital masyarakat dan aparatur tiyuh, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan Kepalo Tiyuh, Sekretaris Tiyuh, Perangkat Tiyuh, dan masyarakat sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah desa dalam penerapan smart village dilakukan melalui pengembangan smart government, smart community, smart environment, smart people, dan smart economy. Pemerintah tiyuh mulai menerapkan pelayanan administrasi berbasis digital, penyebaran informasi melalui media sosial, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan tiyuh. Penerapan prinsip good governance terlihat dari adanya transparansi pelayanan, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, serta upaya peningkatan efektivitas pelayanan publik. Namun demikian, implementasi program belum berjalan optimal karena masih terbatasnya kompetensi digital aparatur, serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan layanan digital desa
Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA Kota Bandar Lampung Tahun 2024 Nur Islam; Eny Inti Suryani
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 11 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v11i3.7086

Abstract

Purpose: This study analyzes the nomination dynamics of internal cadres within the Prosperous Justice Party (PKS) and the factors shaping candidate decisions in the 2024 Bandar Lampung mayoral election. Design/Methodology/Approach: A qualitative case study approach was used. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with party officials, cadres, and political observers, then analyzed interactively using the Miles, Huberman, and Saldaña model, with triangulation applied to ensure validity and credibility. Findings: Candidate nomination follows a formal, hierarchical mechanism from local to central levels, yet remains shaped by informal dynamics and elite dominance. Internal factors—cadre loyalty, political capacity, and closeness to party elites—serve as initial considerations, while external factors—electability, coalitions, public pressure, and local political competition—become the primary determinants in final decisions, reflecting tension between cadre-based idealism and electoral pragmatism. Practical Implications: The study recommends that PKS strengthen a transparent, merit-based candidate selection system integrated with electoral considerations to balance cadre loyalty and electoral competitiveness. Originality/Value: This study offers novelty by examining internal cadre nomination dynamics at the local level, specifically in the Bandar Lampung mayoral election, highlighting the interplay of party structures, power relations, and external pressures, and contributing an institutional-rational framework to candidate selection analysis in cadre-based parties. Article Type: Research Paper
Peran Kepemimpinan Peratin Terhadap Pembangunan Pekon Tahun 2024 Veronica Yulia Putri; Nur Islam; Martharia Putri
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v5i1.1470

Abstract

This study aims to examine the leadership role of the village head (Peratin) in the development of Tapak Siring Village (Pekon), Sukau District, West Lampung Regency in 2024. The focus of this research is on the functions of the village head as a motivator, facilitator, and mobilizer in the context of village development. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The analytical framework is based on five indicators of the Village Development Index (Indeks Pembangunan Desa/IPD), namely basic services, infrastructure, accessibility, public services, and governance. The results indicate that (1) the village head has made efforts to fulfill these roles; however, their implementation has not been fully optimal due to budget limitations, uneven infrastructure, and limited accessibility to public services, and (2) coordination and communication between the village head and the community remain ineffective, as deliberations involve only hamlet representatives rather than the broader community, alongside insufficient information dissemination and limited community participation in decision-making related to village development. This study concludes that more participatory and strategic leadership is needed to promote sustainable and comprehensive village development.