Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effectiveness (P4K) with the Si Dora Backpack Innovation (Save Pregnant Women Movement with Blood Donor Alert) in Anticipating Pregnancy Risks at the Mantup Lamongan Health Center Kusmiwati Kusmiwati; Heny Puji Wahyuningsih; Gunarmi Gunarmi
International Journal of Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): June : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v2i2.428

Abstract

The purpose of the study was to analyze the effectiveness of P4K with the innovation of the Dora Backpack to anticipate pregnancy risk in pregnant women in the working area of the Mantup Health Center in Lamongan Regency.This type of research is quasi-experimental with Post-test Only Control Group Design. The population of this study were pregnant women in the third trimester in the work area of the Mantup Health Center and Tikung Health Center totaling 262 pregnant women. The sampling technique is purposive sampling. The number of samples was 176 pregnant women, consisting of 88 control pregnant women and 88 intervention pregnant women. Univariate data analysis with frequency distribution table, bivariate analysis with Mann Withney and Logistic Regression. Based on the results of the Mann Withney test in the control and intervention groups, ap value of 0.000 means that P4K with the Si Dora Backpack Innovation is effective in increasing the ability of pregnant women to anticipate the risk of pregnancy and based on the results of the Logistics Regression test, external variables do not affect the ability to anticipate pregnancy risk factors, namely age with p value 0.341, education with p value 0.587, and occupation with p value 0.631. P4K With Si Dora's Backpack Innovation is effective in increasing the ability of pregnant women to anticipate the risk of pregnancy.
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI KOTA SURAKARTA Wijayanti Wijayanti; Gunarmi Gunarmi; Weni Hastuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2480

Abstract

Frekuensi stunting pada penduduk di Indonesia saat ini sebesar 20,1% . Pemerintah mengambil kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, untuk mengatasi permasalahan stunting. BKKBN mengembangkan RAN PASTI sebagai program strategi untuk mengurangi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Tujuan penelitian untuk mengkaji implementasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kota Surakarta. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplorasi metode. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Informan dalam penelitian adalah pihak yang memiliki otoritas terhadap masalah stunting, seperti DPK3AP2KB, BAPPEDA, PLKB, Dinas Kesehatan, TPK dan keluarga risiko stunting. Teknik analisa dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Program pencegahan dan penanganan stunting di Kota Surakarta adalah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, memberikan intervensi percepatan stunting, peningkatan kebutuhan gizi. Strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam program pencegahan dan penanganan stunting adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting, memberikan peningkatan gizi, melengkapi sarana dan prasarana, dukungan SDM untuk membantu mempercepat penurunan stunting, melakukan sinergitas dan koordinasi dengan lembaga lain, melakukan upaya yang kreatif dan inovatif yang mendukung program stunting di wilayah serta melakukan pemantauan program penanganan stunting. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan Stunting di Kota Surakarta adalah rendahnya kesadaran masyarakat, adanya pandangan agama tertentu yang berdampak terhadap penaganan stunting, ekonomi dan pola asuh. Program pencegahan dan penanganan stunting dapat dikatakan berhasil berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan. Diperlukan upaya penanganan stunting secara lebih massif lagi guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya stunting.