Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Hemodinamik Pasien Sectio Caesarea Obesitas dengan Anestesi Spinal Ahmad Zainullah; Anis Prabowo; Weni Hastuti; Fangky Dimas Syafei
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v1i3.4765

Abstract

Background: Obesity is a pathological condition due to excessive fat accumulation than is needed for body function. Pregnant women with overweight and obesity are at high risk and have been shown to be associated with increased complications in pregnancy. Cesarean section is a surgery to deliver a fetus by opening the abdominal wall and uterine wall. Generally, in cesarean section, spinal anesthesia is performed. Objective: to determine the hemodynamic picture of obese caesarean section patients with spinal anesthesia. Method: The method used is observational analytic with a cross-sectional approach and consecutive sampling technique. Data analysis uses parametric statistics. The data in this study are the results of differences in obese and non-obese patients. Data collection techniques in this study include documentation and observation. Results: The pre-anesthesia results obtained an average systolic blood pressure = 138.31 ± 17.528, an average diastolic blood pressure = 82.54 ± 10.643 and an average pulse of 100.69 ± 15.315, while the results after 5 minutes obtained an average systolic blood pressure of 105.31 ± 12.572, an average diastolic blood pressure of 61.15 ± 11.753 and an average pulse of 99.54 ± 18.963. Conclusion: Changes in blood pressure and pulse before spinal anesthesia with after spinal anesthesia in obese patients undergoing cesarean section showed a decrease in blood pressure and pulse in the 5th minute after injection.
Rancang Bangun Alat Thermohygrometer Dilengkapi Sensor Pemantauan Gas Medik Junior Yudha Pamungkas; Weni Hastuti; Setyo Adi Nugroho; Eko Nugroho
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): April: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i2.2667

Abstract

Thermohygrometer is a tool that functions to measure room temperature and humidity. The temperature and humidity in the operating room are set in the temperature range of 19˚C - 24˚C and humidity of 45% - 65%. Therefore, the operating room requires a good temperature and humidity control system to avoid damage to electronic components due to temperatures that are too low and humidity that is too high which causes corrosion. In addition, the influence of high concentrations of medical gas accelerates the rate of corrosion. Because medical gas consisting of CO and CO₂ gas contains oxygen as an oxidant gas. Therefore, a tool such as a Thermohygrometer is needed but equipped with a medical gas reading. This tool aims to read the conditions of temperature, humidity, and medical gas (CO & CO₂) so that it can be analyzed by Electromedics to regulate the air conditioning system. In addition, a Thermohygrometer system is made to allow data access from outside the operating room. The Thermhygrometer tool is made using two sensors, namely DHT22 and MQ-135. DHT22 is used to read temperature and humidity parameters, while the MQ-135 sensor is used to read the concentration of CO and CO₂ gases. The reading results are displayed on the I2C LCD screen. The components are integrated with ESP32 for data processing and as hardware that can be used to create a WiFi connection system. WiFi connectivity is needed to send data to the Blynk application. Testing by calibrating the DHT22 sensor and testing the suitability of the MQ-135 sensor with the gas analyzer. Based on the tests carried out, the temperature error value was obtained at -0.02% and humidity at -0.02%. While the error value was 0.32% for CO gas and -0.16% for CO₂ gas. The error value is still within the tolerance limit
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP SELF-MANAGEMENT HIPERTENSI: THE EFFECT OF COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY ON SELF-MANAGEMENT HYPERTENSION Anthia Faisan Nur Amini; Ratnasari, Nita Yunianti; Sri Handayani; Weni Hastuti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 02 (2025): Vol. 13 No.2 , Juli 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i2.795

Abstract

Latar belakang : Hipertensi, yang umum dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi ambang batas normal, yaitu tekanan sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Diperkirakan, angka penderita hipertensi akan meningkat sebesar 29,2% pada tahun 2025. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk berusia 18 tahun ke atas yang diukur tekanan darahnya mencapai 34,11%. Tujuan : mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Therapy terhadap self management hipertensi di keluarga wilayah Desa Jatiroto, Batuwarno, Wonogiri. Metode Penelitian : Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh 34 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi sphygmomanometer serta lembar observasi untuk menilai self-management sebelum dan sesudah intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT). Hasil : Tingkat self management hipertensi keluarga sebelum diberikan Cognitive Behavior Theraphy yaitu responden dengan self management yang cukup sebanyak 5 orang (14,7%), dan respondenn dengan self management kurang sebanyak 29 orang (85,3%). Sedangkan, self management hipertensi sesudah diberikan Cognitive Behavior Theraphy responden dengan self management hipertensi di keluarga yaitu 3 orang (8,8%) memiliki skor baik, sedangkan responden dengan self management yang cukup sebanyak 31 orang (91,2%). Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pemberian Cognitive Behavior Theraphy terhadap self management hipertensi keluarga. Kata Kunci : Self Management Hipertensi, Cognitive Behavior Therapy
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI KOTA SURAKARTA Wijayanti Wijayanti; Gunarmi Gunarmi; Weni Hastuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2480

Abstract

Frekuensi stunting pada penduduk di Indonesia saat ini sebesar 20,1% . Pemerintah mengambil kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, untuk mengatasi permasalahan stunting. BKKBN mengembangkan RAN PASTI sebagai program strategi untuk mengurangi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Tujuan penelitian untuk mengkaji implementasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kota Surakarta. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplorasi metode. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Informan dalam penelitian adalah pihak yang memiliki otoritas terhadap masalah stunting, seperti DPK3AP2KB, BAPPEDA, PLKB, Dinas Kesehatan, TPK dan keluarga risiko stunting. Teknik analisa dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Program pencegahan dan penanganan stunting di Kota Surakarta adalah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, memberikan intervensi percepatan stunting, peningkatan kebutuhan gizi. Strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam program pencegahan dan penanganan stunting adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting, memberikan peningkatan gizi, melengkapi sarana dan prasarana, dukungan SDM untuk membantu mempercepat penurunan stunting, melakukan sinergitas dan koordinasi dengan lembaga lain, melakukan upaya yang kreatif dan inovatif yang mendukung program stunting di wilayah serta melakukan pemantauan program penanganan stunting. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan Stunting di Kota Surakarta adalah rendahnya kesadaran masyarakat, adanya pandangan agama tertentu yang berdampak terhadap penaganan stunting, ekonomi dan pola asuh. Program pencegahan dan penanganan stunting dapat dikatakan berhasil berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan. Diperlukan upaya penanganan stunting secara lebih massif lagi guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya stunting.