Oktarina Dwi Handayani
Universitas Muhammadiyah Prof. dr. HAMKA

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Pendidik PAUD Oktarina Dwi Handayani; M. Syarif Sumantri; Nurbiana Dhieni
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.1.1-11

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi peserta pelaksanaan pendidikan profesi guru yang dilaksanakan bagi yang dilaksanakan pada Mapel PAUD di UHAMKA. Melalui pelaksanaan PPG yang diselengarakan bagi pendidik PAUD bertujuan dalam upaya peningkatan mutu kompetensi pedagogik dengan latar belakang aplikasi model pembelajaran yang berbeda. Melalui pendekatan kuantitatif penelitian ini mengukur persepsi peserta terhadap pelaksanaan PPG. Melalui data yang diperoleh akan didapatkan gambaran pelaksanaan PPG bagi peningkatan kompetensi pedagogik pada pendidik PAUD. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan didapatkan data bahwa peaksanaan PPG dapat membawa dampak positif dalam peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD. Peningkatan kompetensi pedagogik yaitu dalam bentuk pengelolaan kelas, pengembangan kurikulum, penyelenggaraan pembelajaran di dalam kelas, penguasaan teori pembelajaran, menyelenggarakan penilaian dan evaluasi pembelajaran, memanfaatkan teknologi di dalam pembelajaran.
Pola Belajar Anak Penyandang Low Vision Pada Anak Usia Dini Oktarina Dwi Handayani; Riedha Silla Rizkya
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 2 (2023): JULI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.2.273-280

Abstract

Dalam pendidikan formal tidak menutup kemungkinan terdapat anak yang memiliki keterbatasan, contohnya seperti anak penyandang low vision. Maka, sebagian pendidik harus berusaha agar anak dapat memahami materi yang telah disampaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola belajar bagi anak low vision usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek anak penyandang low vision usia 5-6 tahun. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada aktivitas pembelajaran anak di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan menggunakan triangulasi sumber data. Statement dari guru dicocokkan dengan observasi pada anak selama pembelajarn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola belajar anak low vision dilakukan melalui terbimbing oleh pendidik. Pendidik memberikan pendampingan secara intensif terhadap anak low vision dibantu dengan penggunaan media audio-visual. Pada pola belajar mandiri, kelompok dan tutor sebaya tidak efektif digunakan dalam pembelajaran sehingga level tutor perlu lebih tinggi yaitu membutuhkan pendidik.
Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) Based on the Lilian Katz Model to Improve School Readiness of 5-6 Year Old Children Oktarina Dwi Handayani; Hilda Ayu Nur Santi
Al Hikmah Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 9 No 2 (2025): IJECIE
Publisher : Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/ijecie.v9i2.1047

Abstract

This study aims to analyze the Development of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) Based on the Lilian Katz Model in Improving School Readiness for Children Aged 5-6 Years. The method used was a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design , involving 30 children as the experimental group and 15 children as the control group. The experimental group received project-based learning with the Lilian Katz model, while the control group used conventional methods. The research instrument was a child development assessment questionnaire covering aspects of cognition and general knowledge, language, social-emotional, physical motor skills, and learning approaches. Data were analyzed using the N-Gain Score test to measure the increase in school readiness. The results showed that the experimental group experienced a more significant increase than the control group, the experimental group with an average N-Gain of 0.76 (high category) while the control group was 0.63 (moderate category). These findings indicate that project-based learning with the Lilian Katz model involving exploration, collaboration, and reflection is more effective in preparing children holistically to enter elementary education. In conclusion, the Lilian Katz Model in P5 can be an innovative and effective learning strategy to improve early childhood school readiness. This study recommends the implementation of a project-based approach in the PAUD curriculum to support optimal child development.
Hubungan Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 tahun terhadap Kesiapan Sekolah Dasar Oktarina Dwi Handayani; Arselia Meidinda Permadhy
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.2718

Abstract

This study aims to analyze the relationship between language development and school readiness in children aged 5–6 years before entering formal education. The study used a quantitative approach with a correlational design. The study subjects were 156 children enrolled in kindergartens in East Jakarta. Data were collected through language development and school readiness assessment instruments, then analyzed using the Spearman correlation test with the help of the SPSS program. The results showed a strong and significant relationship between language development and school readiness. Children with more developed language skills tend to show better readiness in early academic aspects, adaptation to the school environment, and participation in group activities. These findings confirm that language development is an important factor in supporting children's readiness to enter formal education. Therefore, optimal language stimulation is needed from an early age through the active role of parents and educators to maximize children's school readiness.