Syamsuddin Syamsuddin
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Resiko pada Mitra Peternakan Ayam Broiler UD. Turiolo di Desa Bontosunggu, Kec. Bajeng Kab. Gowa Muh Nur Abdi; Chairul Ikhsan; Muhaimin Muhaimin; Aulia Aulia; Nasrun Nasrun; Amran Amran; Nasrullah Nasrullah; A. Mappatompo; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 5, No 2 (2023): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v5i2.28099

Abstract

Pemberdayaan ini dilakukan sebagai program kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar pada mitra peternakan ayam broiler UD Turiolo di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang sering terjadi khususnya dalam mengantisipasi maupun meminimalisir dampak resiko dari aktivitas usaha yang dilakukan oleh UD Turiolo kedepannya sehingga dapat memaksimalkan keuntungan dan meningkatkan proses produksi secara lebih maju dan profesional. Pemberdayaan ini dilakukan melalui pelatihan dengan memaparkan materi terkait dampak suatu resiko usaha peternakan ayam sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan manajemen resiko terhadap suatu bisnis yang dibangun guna mengetahui, menganalisis serta mengendalikan resiko dalam setiap aktivitas usaha dengan tujuan untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi. Penelitian dilakukan pada usaha peternakan UD Turiolo di Desa Bontosunggu.  Data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  data primer  dan  sekunder.  Data  primer diperoleh  melalui  observasi  dan wawancara  dengan  pemilik  peternakan,  kepala  kandang,  anak  kandang (Mitra),  dan field controller yang bergerak menjalankan usaha inti.  Data  primer  tersebut  berupa  keadaan  umum  lokasi penelitian  dan  manajemen  risiko  yang  diterapkan  usaha  peternakan  UD Turiolo di Desa Bontosunggu.  Data sekunder  diperoleh  melalui  studi  literatur  dari  instansiya ng  terkait   dengan penelitian. Data sekunder tersebut diantaranya berupa data harga input dan output, laporan biaya, penerimaan, dan pendapatan perusahaan. Data yang telah diperoleh akan   dianalisis   dengan   menggunakan   analisis   risiko   dan   analisis   deskriptif. Analisis  risiko  digunakan  untuk  menganalisis  tingkat  risiko  yang  dihadapi  usaha peternakan UD Turiolo di Desa Bontosunggu. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis manajemen risiko yang diterapkan oleh usaha peternakan UD Turiolo di Desa Bontosunggu
Standardised Adaptability in Muhammadiyah Pesantren: Governance, Human Resources and Curriculum Integration Syamsul Hidayat; Dahlan Lamabawa; Miftahul Rahmah; Syamsuddin Syamsuddin; Firdatul Jannah
MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/mumtaz.v5i1.3928

Abstract

This study examines how a provincial Muhammadiyah development agency coordinates institutional transformation across a network of Islamic boarding schools. Using a theory-informed qualitative multi-case design, the study compared eight Muhammadiyah pesantren in South Sulawesi, Indonesia. Data were collected in December 2024 from 42 purposively selected participants comprising two LP2M leaders and, at each pesantren, one institutional leader, three teachers, and one dormitory supervisor. Semi-structured interviews, field observations, and document analysis were examined through within-case and cross-case procedures. The analysis identified three mutually reinforcing mechanisms. Governance standardisation strengthened organisational structures, reporting, accreditation preparation, and data-informed monitoring. Professional development supported pedagogical, linguistic, managerial, and ideological capacities, although its institutional value depended on coaching and follow-up. Curriculum integration combined diniyah studies, the national curriculum, and Al-Islam and Kemuhammadiyahan while preserving local specialisations. Across cases, formal systems were most sustainable when reinforced by amanah, discipline, sincerity, and collective responsibility. The study develops standardised adaptability as a framework combining shared institutional expectations with contextual differentiation. The findings do not establish causal effectiveness but show how a civil-society intermediary can coordinate reform without eliminating pesantren autonomy and identity.