Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

A critical reflection on masculine language in Coates’ theory: A case study of female leaders’ speech in Indonesia Libra Dui Putra; Daru Winarti; Wiwik Retno Handayani; Randi Saputra; Silvia Marni; Kamruzzman Khandoker
Linguistics Initiative Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27753719.61397

Abstract

This study conducts a critical examination of masculine language features used by female leaders in the public sphere in Indonesia. Based on Coates' (2015) theory of masculinity, this research aims to analyze three main features of masculine language: swearing and taboo language, commands and directives, and questions. The method employed is a qualitative approach based on narrative and content analysis, with secondary data derived from speeches found on relevant YouTube channels. The use of swearing and taboo language serves to assert their dominance in certain situations, while the use of commands and directives demonstrates control and authority. Additionally, rhetorical questions, often associated with masculinity, are used to challenge rigid gender norms. This study shows that masculine language features are not exclusive to men but can also be utilized by women. This research opens new space for discussions about dynamic linguistic identities in social life, particularly in the context of female leadership.
Variasi Kata Sapaan Berdasarkan Gender dalam Konten Promosi Produk Perawatan Kulit di Tiktok Rahmawati Rahmawati; Wiwik Retno Handayani
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i1.2244

Abstract

ABSTRAK Variasi kata sapaan mencerminkan heterogenitas komunitas tutur. Variasi kata sapaan dapat mengalami perubahan dan pergeseran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, faktor, dan fungsi kata sapaan berdasarkan perspektif gender dalam konten promosi produk perawatan kulit di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan linguistik korpus. Data dalam penelitian ini adalah tuturan penjual produk perawatan kulit yang bersumber dari akun TikTok Kahf dan Scarlett Whitening dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Secara spesifik, jumlah data tuturan penutur laki-laki yang bersumber dari akun TikTok Kahf berjumlah 168 konten video dan data tuturan penutur perempuan yang bersumber dari akun TikTok Scarlett berjumlah 226 konten video. Data tersebut diolah dengan menggunakan perangkat lunak AntConc 4.2.4. Ada tiga temuan utama dalam penelitian ini. Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan lebih banyak menggunakan kata sapaan berupa kata ganti. Perbedaannya, laki-laki cenderung menggunakan variasi kata sapaan yang berbasis gender, seperti bro. Sementara itu, wanita cenderung menggunakan kata sapaan yang bersifat uniseks, seperti guys. Kedua, variasi istilah sapaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: (1) jenis produk perawatan kulit, (2) identifikasi mitra tutur yang terbatas, dan (3) upaya kesopanan dan membangun keakraban. Terakhir, fungsi penggunaan istilah sapaan adalah untuk: (1) keakraban atau membangun hubungan emosional, (2) penghormatan, dan (3) identifikasi mitra tutur. Kata Kunci: bahasa dan gender, kata sapaan, linguistik korpus, TikTok, variasi bahasa