Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Aquacoastmarine

Kajian Kualitas Air Terhadap Pertumbuhan Ikan Sidat Pada Kolam Air Mengalir Toro, Efan; Hartono, Dede; Utami, Maya Anggraini Fajar
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v3i1.13303

Abstract

Sidat (Anguilla spp.) merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis penting. Umumnya sidat ditemukan di sungai-sungai yang berbatasan langsung dengan samudera dan ada juga yang di budidayakan. Kegiatan budidaya perikanan dipengaruhi oleh kualitas air yang terikat dengan tingkat produktivitasnya. Keberlangsungan hidup dan produktivitas hewan air dipengaruhi dengan kualitas air. Beberapa faktor fisik dan kimia yang menjadi parameter kualitas air dalam budidaya ikan air tawar diantaranya Suhu, Derajat Keasaman (pH), Oksigen Terlarut, Salinita , Nitrat dan Ammonia. Tujuan penelitian ini untuk mengukur dan mengamati Kualitas air dan Pertumbuhan ikan sidat di kolam budidaya sidat Manna Bengkulu Selatan. Manfaat hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tentang budidaya ikan sidat (Anguilla spp.) di kolam budidaya Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan yaitu metode pengamatan langsung dan metode eksperimen yaitu observasi serta pengukuran kualitas air berdasarkan parameter fisika dan kimia Pengambilan sampel air menggunakan metode sampling manual. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Kajian Kualitas Air Terhadap Pertumbuhan Ikan Sidat Pada Kolam Air Running Water bahwa kualitas perairan sangat mempengaruhi kelangsungan pertumbuhan ikan sidat. Parameter perairan yang diukur, Derajat Keasaman (pH), Suhu, Oksigen Terlarut, salinitas, Nitrat, dan Amonia termasuk dalam kategori baik dan sesuai standar baku mutu perikanan budidaya. Sehingga persentasi tingkat kelulushidupan ikan sidat yang didapatkan hingga akhir penelitian yaitu 97%.
Analisis Hubungan Karapas dan Berat Udang Mantis (Harpiosquilla raphidea) Yang Tertangkap Nelayan Daerah Pulau Baai Kota Bengkulu: Analisis Hubungan Karapas dan Berat Udang Mantis (Harpiosquilla raphidea) Hendra, Hendra Saktiawan; Zamdial; Hartono, Dede
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v3i2.18026

Abstract

Kawasan di Pulau Baai Kota Bengkulu banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Keanekaragaman hasil tangkapan nelayan yang banyak dijual, terdiri atas ikan, udang- udangan, dan kerang-kerangan. Salah satu udang yang masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat provinsi Bengkulu adalah Udang Mantis. Udang mantis merupakan salah satu jenis krustasea laut yang sangat diminati untuk dikonsumsi terutama oleh masyarakat mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui hubungan panjang karapas dan berat Udang Mantis (Harpiosquilla raphidea). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dan dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2023 di daerah Pulau Baai Kota Bengkulu. Jenis udang mantis yang ditemukan adalah Harpiosquilla raphidea. Ukuran panjang karapas udang mantis (Harpiosquilla raphidea) dengan rata-rata 21,1 mm. Panjang karapas dan berat udang mantis adalah, r = 0,4815, dimana nilai korelasi berkisar 0,8< r < 1, menunjukan hubungan yang sangat kuat antara kecepatan pertambahan dari pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Hasil analisis model regresi linear antara panjang karapas dan berat udang mantis ditemukan persamaan W= 5,96 L 0,24, dimana 5,96 adalah nilai a dan 0,24 adalah nilai b. Pola pertumbuhan udang mantis hasil tangkapan nelayan Pulau Baai Kota Bengkulu tergolong dalam kategori pola pertumbuhan allometrik negatif (b<3), yang berarti kecepatan pertumbuhan dari panjang udang mantis lebih cepat daripada pertambahan berat