Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT SAPTA SENTOSA JAYA ABADI DI MEDAN Majid, M. Fakhri; Nasution, Umar Hamdan; Sopang, Fandi Iskandar
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v19i4.7642

Abstract

PENGARUH KOMUNIKASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT SAPTA SENTOSA JAYA ABADI DI MEDAN Majid, M. Fakhri; Nasution, Umar Hamdan; Sopang, Fandi Iskandar
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v19i4.7642

Abstract

Determinants of Capital Structure and their Effect on Firm Value: Evidence on Food and Beverage Companies in Indonesia Zahri, Cut; Sopang, Fandi Iskandar; Irwandi, Bambang
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 14, No 1 (2024): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jurnal_mix.2024.v14i1.003

Abstract

Objectives: In this study, capital structure is used as an intermediary variable to examine how liquidity, profitability, and company size affect firm value. This study is anticipated to serve as a resource for future research as well as help businesses and investors make a variety of decisions.Methodology: This study uses secondary data and is quantitative. These facts were gathered via documentation methods. All of the firms in the food and beverage sectors that are listed on the IDX 2020–2021 make up the study's population. Purposive sampling was used to collect samples from 158 observations.Finding: According to the study's findings, liquidity, profitability, firm size, and capital structure had an impact on share value while only partially having an impact on capital structure. The outcomes of the path analysis demonstrate that while profitability has an impact on share value mediated by capital structure, liquidity, and company size do not have an impact on share value.Conclusion: Future researchers are urged by the findings of this study to include other variables, including external variables like inflation, interest rates, and taxes which may have an impact on business value
PENGARUH LAYANAN, PROMOSI, DAN DISKON TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAYANAN MELALUI APLIKASI MAXRIDE DI KOTA MEDAN Iskandar Sopang, Fandi; Antoro2, Budi; Junaidi, Listya
Jurnal Gici Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Gici Jurnal Keuangan dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58890/jkb.v17i2.450

Abstract

In the city of Medan, there are many online transportation services such as Go-Jek, Grab, Maxim, and indriver. However, in 2024, Maxride arrived in Medan as an online transportation service in the form of Bajai. Based on an interview with Jun Franco Purba, National Service Manager of PT BAJAJ AUTO INDONESIA, there are currently more than 150 Bajai units operating in Medan. In addition, this Bajaj-style transportation has its own appeal among children and also serves as a way to cure nostalgia among parents. However, the increasingly fierce business competition, especially from similar companies, requires companies to move faster in finding consumers. The purpose of this study is to determine the factors that influence the purchasing decisions of Maxride app users in the city of Medan. The research method used is quantitative research using SEM (SmartPLS) analysis. The population in this study consisted of 2,245 users, and the sample was taken using the Slovin formula with a margin of error of 10%, resulting in a sample size of 96 respondents. The results show that the variables of service and promotion have a significant effect on the purchasing decisions of Maxride app users, accounting for 88.2%. However, the discount variable does not have a significant effect on purchasing decisions. These findings indicate that the purchasing decisions of active users are more influenced by factors such as convenience, service quality, response speed, and the effectiveness of informative promotions than by price discounts. Discounts are considered to have no significant impact due to their inconsistent nature, relatively small discount values, and the fact that purchasing decisions are more driven by user needs and loyalty to the service
MODEL BISNIS FINANCIAL TECHNOLOGY DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEPASTIAN HUKUM Andi Maysarah; Fandi Iskandar Sopang
Law Jurnal Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v7i1.9554

Abstract

Perkembangan financial technology (fintech) di Indonesia telah melahirkan berbagai model bisnis baru yang mendorong transformasi ekonomi digital, mulai dari sistem pembayaran digital, layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (peer-to-peer lending), securities crowdfunding, hingga inovasi teknologi sektor keuangan lainnya. Namun, kecepatan inovasi tersebut tidak selalu diimbangi oleh kerangka regulasi yang memadai, sehingga menimbulkan problematika kepastian hukum bagi penyelenggara, konsumen, maupun regulator. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, model bisnis fintech di Indonesia berkembang pesat dan berkontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan serta transformasi ekonomi digital, ditandai dengan akumulasi penyaluran pendanaan yang telah melampaui seribu triliun rupiah; kedua, implementasi regulasi fintech telah mengalami penguatan melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), POJK Nomor 40 Tahun 2024, serta berbagai peraturan pelaksananya, tetapi masih menyisakan persoalan fragmentasi kewenangan, kesenjangan penegakan hukum terhadap penyelenggara ilegal, dan ketertinggalan regulasi terhadap inovasi; ketiga, model regulasi yang ideal adalah model regulasi responsif berbasis prinsip (principle-based regulation) yang dikombinasikan dengan mekanisme regulatory sandbox, pengawasan berbasis risiko, dan harmonisasi kelembagaan, sehingga kepastian hukum dan ruang inovasi dapat diwujudkan secara seimbang.
Perlindungan Hukum bagi Investor dalam Perjanjian Investasi Start-Up: Perspektif Manajemen dan Hukum Bisnis Naomi Revalina Pasaribu; Andi Maysarah; Fandi Iskandar Sopang
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v20i1.7212

Abstract

Artikel ini membahas perlindungan hukum bagi investor dalam perjanjian investasi start-up dengan pendekatan multidisipliner antara hukum bisnis dan manajemen. Investasi pada usaha rintisan menyimpan risiko tinggi karena ketidakpastian hukum, lemahnya pengaturan klausul kontraktual, serta minimnya pemahaman pendiri terhadap aspek legal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor sering kali tidak memperoleh perlindungan memadai karena perjanjian investasi yang disusun tidak mencantumkan klausul penting seperti hak suara, exit strategy, dan anti-dilusi. Di sisi lain, pendiri start-up umumnya fokus pada aspek pengembangan produk tanpa memperhatikan dampak hukum jangka panjang. Penyusunan perjanjian investasi yang ideal harus memperhatikan prinsip keadilan, transparansi, dan fleksibilitas bisnis. Artikel ini merekomendasikan perlunya regulasi khusus investasi start-up, pendampingan hukum sejak proses negosiasi, serta penguatan literasi hukum bagi pelaku usaha. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan investasi dan penyusunan kontrak yang lebih adil dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
MODEL BISNIS FINANCIAL TECHNOLOGY DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEPASTIAN HUKUM Andi Maysarah; Fandi Iskandar Sopang
Law Jurnal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v7i1.9554

Abstract

Perkembangan financial technology (fintech) di Indonesia telah melahirkan berbagai model bisnis baru yang mendorong transformasi ekonomi digital, mulai dari sistem pembayaran digital, layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (peer-to-peer lending), securities crowdfunding, hingga inovasi teknologi sektor keuangan lainnya. Namun, kecepatan inovasi tersebut tidak selalu diimbangi oleh kerangka regulasi yang memadai, sehingga menimbulkan problematika kepastian hukum bagi penyelenggara, konsumen, maupun regulator. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, model bisnis fintech di Indonesia berkembang pesat dan berkontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan serta transformasi ekonomi digital, ditandai dengan akumulasi penyaluran pendanaan yang telah melampaui seribu triliun rupiah; kedua, implementasi regulasi fintech telah mengalami penguatan melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), POJK Nomor 40 Tahun 2024, serta berbagai peraturan pelaksananya, tetapi masih menyisakan persoalan fragmentasi kewenangan, kesenjangan penegakan hukum terhadap penyelenggara ilegal, dan ketertinggalan regulasi terhadap inovasi; ketiga, model regulasi yang ideal adalah model regulasi responsif berbasis prinsip (principle-based regulation) yang dikombinasikan dengan mekanisme regulatory sandbox, pengawasan berbasis risiko, dan harmonisasi kelembagaan, sehingga kepastian hukum dan ruang inovasi dapat diwujudkan secara seimbang.