Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komparatif Kelayakan Usahatani Tebu (Saccharum officinarum) Di Lahan Sawah Dan Lahan Kering Di Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang Safitriyani; Wahyuningsih, Sri; Subantoro, Renan; Sasongko, Lutfi Aris
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Agrisamudra
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jpas.v9i2.7205

Abstract

Tebu merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku gula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerimaan, pendapatan, keuntungan usahatani, serta kelayakan usahatani tebu (Saccharum officinarum L) di lahan sawah dan lahan kering di Desa Kalitengah Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang ditinjau dari R/C dan ROI (Return On Investment). Metode dasar penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik penentuan sampel responden dengan cara metode sensus. Berdasarkan analisis menunjukkan biaya eksplisit lahan sawah sebesar Rp. 10.187.228 untuk petani tebu lahan kering dan Rp. 9.985.541 serta biaya implisit lahan sawah sebesar Rp. 1.558.565 dan biaya implisit lahan kering Rp.1.512.622 didapatkan total biaya petani tebu lahan sawah Rp.11.806.011 dan petani tebu lahan kering Rp. 10.651.676. Penerimaan yang didapatkan petani tebu lahan sawah sebesar Rp. 48.495.652 dan Rp. 48.132.432 untuk petani tebu lahan kering. Pendapatan yang diperoleh petani tebu lahan sawah sebesar Rp.38.308.424 dan Rp. 38.146.892 untuk petani tebu lahan kering. Keuntungan pada lahan sawah sebesar Rp.36.749.859 dan lahan kering sebesar Rp.36.634.270. Nilai R/C sebesar 4,101 untuk petani tebu lahan sawah dan sebesar 3,98 untuk petani tebu lahan kering. Nilai ROI sebesar 4,34% lahan sawah dan 4,38% lahan kering. Perbandingan penerimaan, pendapatan, keuntungan, R/C dan ROI menunjukan terdapat perbedaan tidak nyata berdasarkan uji-t.
The Long Road to Agreement: Analyzing the Dynamics of the Indonesia-Australia CEPA Negotiation Safitriyani; Tobing, Fredy Buhama Lumban
Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 8 No 1 (2025): Mandala: Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/mjihi.v8i1.11088

Abstract

The signing of the Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) in 2019 and its ratification by Indonesia in 2020 marked a significant milestone in the economic relationship between the two nations. IA-CEPA goes beyond mere trade cooperation, encompassing a broader spectrum of economic collaboration across diverse sectors. However, the IA-CEPA negotiation process was challenging, notably a lengthy three-year hiatus from 2013 to 2016. This article delves into the reasons behind Indonesia's decision to persevere with IA-CEPA negotiations despite the extended delay, employing a qualitative methodology with a deductive approach using negotiation theory. The study finds that Indonesia's continued engagement stemmed from recognizing IA-CEPA as a crucial economic deal for expanding market access to Australia and attracting investment into Indonesia. Despite facing domestic political hurdles and shifts then, Indonesia maintained its commitment to the agreement, viewing it as an important step in strengthening the strategic partnership between the two countries.