Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Instagram As Buttonscarves Marketing Communication Media In Building Brand Image Ade Leasfita; Hurdatul Ainiah; Evi Rianti Budhi Prajanti
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 6 No 1 (2023): International Journal of Education, information technology and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7556557

Abstract

The trend of veil or hijab industry has been growth rapidly in Indonesia as majority of population are Muslims. In the past few years, numerous numbers of local brand entered the hijab market with uniqueness and creativity that offered variety of styles, patterns and colors to satisfy the customers. As the competition became rigid, some of brands utilized social media platform such as instagram to introduce the brand, to promote the products and to build certain image that represent the brands. Buttonscarves was one of local hijab brand that actively using instagram as a marketing communication media which able to deliver the dimensions of brand image such as brand identity, brand personality, brand association, brand attitude and brand competence. By implementing variety of marketing communication tools via instagram, Buttonscarves has able to shape their brand image which known as premium quality and lifestyle icon for hijab. The research aims to understand how to use Instagram as marketing communication media in building the brand image of Buttonscarves. The research used qualitative method with case study approach by collecting data through in-depth-interviews, observations, and documentation. The findings showed that how Buttonscarves implements various marketing communication tools by utilizing features of instagram to build the 5 brand image dimensions.
PENGENALAN KONSEP THRIFTING MELALUI PESAN MEDIA PADA AKUN TIKTOK @ldrsecond.brand Ade Leasfita; Adevy Vanie; Alifia Cahayaqumairi
Jurnal Citra Vol 9, No 1 (2023): JURNAL ILMU KOMUNIKASI CITRA
Publisher : Universitas Jayabaaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jcn.v9i1.95

Abstract

Pesan adalah segala sesuatu yang disampaikan komunikator kepada penerima pesan dengan cara lisan atau langsung ataupun juga melalui media. Contohnya pada pesan media tiktok, merupakan salah satu media massa yang paling banyak digunakan oleh pengusaha dalam penyebaran informasi tentang pengenalan konsep thrifting. Di dalam penelitian ini, telah diungkapkan secara jelas tentang pesan media tiktok dalam pengenalan konsep thrifting @Ldrsecond.brand. @Ldrsecond.brand adalah salah satu toko thrift yang menjual berbagai macam jenis sepatu second branded di Padang Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode deskriptif. Kemudian data penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti melalui hasil wawancara online dengan key informan dan tiga informan pendukung lainnya serta peneliti melakukan observasi pada akun tiktok @Ldrsecond.brand. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesan media tiktok saat ini memiliki peranan penting dalam suatu penyebaran informasi yang menggunakan media massa sebagai alat komunikasi. Hal ini dikarenakan media tiktok telah tercatat sebagai media yang paling banyak di unduh dan aplikasi yang paling banyak digunakan sebagai penyebaran informasi dan juga telah memberikan banyak kemudahan bagi pengguna dalam mencari suatu informasi serta memberikan kemudahan bagi pengusaha dalam menyebarkan informasi, khususnya dalam pengenalan konsep thrifting.Kata kunci : Komunikasi Massa, Tiktok, informatif, konsep thrifting.
FRAMING PEMBERITAAN DUA MEDIA ONLINE NASIONAL TERKAIT KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TAHUN 2022 Adevy Vanie; Ade Leasfita; Agata Yubelia
Jurnal Citra Vol 9, No 1 (2023): JURNAL ILMU KOMUNIKASI CITRA
Publisher : Universitas Jayabaaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jcn.v9i1.96

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami pembingkaian berita kenaikan harga BBM pada media online Kompas.com dan Pikiran-Rakyat.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing milik Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki.  Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam hal pembingkaian berita yang dilakukan oleh Kompas.com dan Pikiran-Rakyat.com. Kompas.com mendominasi berita pada portal beritanya mengenai kenaikan harga BBM dan pernyataan dukungan oleh pihak pemerintah tanpa adanya pemberitaan mengenai kekecewaan atau protes masyarakat mengenai hal tersebut, sedangkan Pikiran-Rakyat.com tidak memihak sisi manapun dan memiliki perbandingan berita yang lebih proporsional dan seimbang karena turut memberitakan ketidaksetujuan masyarakat akan hal tersebut.Kata kunci: pembingkaian berita, Kenaikan Harga BBM
Peran Konten Misteri Dalam Pembentukan Personal Branding Youtuber Leasfita, Ade; Elysa, Refani
Jurnal Mahardika Adiwidia Vol. 2 No. 1 (2022): Mahardika Adiwidia 2022
Publisher : Magister of Communication Science, Sahid University Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/mahardikaadiwidi.v2i1.1211

Abstract

Youtube is one of society's digital platforms with this digital media era making it easy for anyone to create messages and spread messages, finally the term youtuber also appears. One of the people who can be said to be a youtuber is Andi SS, he is a youtuber with mystery-themed content, conspiracy theories, and discusses news that is viral among the world. This study uses a qualitative research type. Research data were collected through interviews and observations. The theory used in this research is informative. The results of this study indicate that mystery content has a role in the formation of personal branding. Content has a big role in delivering messages, ideas, and ideas, message topics, and in easy-to-understand language. In distributing this content, YouTuber AndinSS utilizes digital media, namely YouTuber
Analisis Framing pada Pemberitaan Kasus Penipuan Trading Online Indra Kenz di Kompas.com dan Detik.com Ade Leasfita; Muhammad Budi Santoso
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v2i4.2063

Abstract

This research discusses two quite large media, namely Kompas.com and Detik.com, regarding the choice of point of view and framing of news regarding the suspect in the online trading fraud case committed by Indra Kenz. Researchers used two news samples each in the media Kompas.com and Detik.com which were presented on February 25 2022. This research discusses framing analysis, the aim of the research is to understand the framing in the reporting of the Indra Kenz online trading fraud case in Kompas. com and detik.com, using the framing analysis model from Pan & Kosicki. The research approach used is qualitative with Pan & Kosicki framing analysis, where the data used for this research is primary data with non-participant observation techniques obtained from the news portals Kompas.com and Detik.com. The research results obtained show that there are differences in the framing of news carried out by the online media Kompas.com and Detik.com. If you look at the news content on kompas.com and detik.com, they have their own ways of constructing news that is presented to the reading public.
Representasi Bullying dalam Film “Anyone Anywhere” Menggunakan Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Ade Leasfita; Laurencia Goliesman
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v4i1.3469

Abstract

The school environment should be a safe place for children. However, in reality, it is one of the places where bullying occurs, as in the short film "Anyone anywhere" where bullying is experienced by a student. The aim of this research is to understand the representation of bullying in the short film "Anyone Anywhere" using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis method with a qualitative approach and the theory used by Charles Sanders Peirce's semiotic theory. This research uses Charles Sanders Peirce's semiotic analysis with a meaning triangle (triadic) consisting of sign, object and interpretant. Through this research, several representations of bullying were found. In the sign there are 15 scenes in the form of non-verbal bullying consisting of kicking a ball at the victim, dousing the victim with water, grabbing, pushing, manipulating, dragging, intending to pin the finger with a piano cover, hitting the head repeatedly, choking, and slapping. In the object there are 5 scenes in the form of verbal bullying consisting of criticizing, threatening to blame, cornering, mocking and cursing. Finally, in the interpretant, there are 3 scenes in the form of psychological bullying which consists of giving cynical looks, mocking laughter, intimidation, scaring, and cynical smiles.
Makna Pesan pada Lirik Lagu Syantik Siti Badriah dengan Pendekatan Semiotika Roland Barthes : Penelitian Ade Leasfita; Adevy Vanie
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pesan yang terkandung dalam lirik lagu “Lagu Syantik” karya Siti Badriah menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu dangdut kontemporer ini menarik untuk dikaji karena menggambarkan konstruksi makna kecantikan dan identitas perempuan dalam budaya populer Indonesia. Pendekatan kualitatif digunakan melalui metode analisis semiotika yang meliputi tiga tahapan: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh dari observasi terhadap lirik lagu, wawancara dengan pencipta lagu (Yogi RPH) serta salah satu pendengar, dan ditunjang dengan studi literatur dari jurnal-jurnal komunikasi serta kajian budaya populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik “Lagu Syantik” menampilkan sosok perempuan yang merasa cantik, manja, dan ingin diperlakukan istimewa oleh pasangannya. Pada level konotasi, kecantikan digambarkan sebagai ekspresi diri, kepercayaan diri, serta bentuk kasih sayang yang tulus, bukan sekadar ajang pamer. Sedangkan pada tingkat mitos, lagu ini menegaskan ideologi budaya tentang kecantikan perempuan sebagai simbol nilai sosial, kekuasaan dalam relasi romantis, serta representasi feminitas ideal dalam masyarakat. Dengan demikian, lagu “Lagu Syantik” tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang merepresentasikan nilai-nilai sosial dan ideologis mengenai peran perempuan di era digital. Temuan ini menunjukkan bahwa musik dangdut memiliki potensi besar dalam membentuk persepsi budaya dan konstruksi identitas gender di masyarakat.