Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Komik Strip (4 Koma Man’ga) dengan Struktur Kishoutenketsu dan Tema Nilai Konservasi Ai Sumirah Setiawati; Andy Moorad Oesman; Chevy Kusumah Wardhana; Gerry Razaq Suryawijaya
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.895 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1764

Abstract

ABSTRACTSemarang State University (UNNES) is a university with a conservation perspective so that in every policy and activity it is guided by conservation values. The entire UNNES academic community has the task of implementing every policy in everyday life both in and out of campus. Every activity must reflect conservation value which consists of three pillars, namely the conservation of character, culture, and the environment. It is also necessary to spread the spirit of conservation to the surrounding community. We carried out mentoring activities for making 4 panels comic strip (4 koma manga) with the theme of conservation value. The target of the activity is aimed at students of SMAN I Semarang as one of UNNES' partners. This comic-making activity was chosen with the consideration that based on a preliminary study, SMAN I Semarang students need activities related to their interest in comics. Thus, it is hoped that this activity, apart from spreading the spirit of conservation, will also become a promotional medium for the Japanese Language Education Study Program as one of the study programs at UNNES.  Keywords: Comic Strip, Kishoutenketsu, Manga, Conservation Value ABSTRAKUniversitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan universitas yang berwawasan konservasi sehingga dalam setiap kebijakan dan kegiatan yang ada di dalamnya berpedoman pada nilai-nilai konservasi. Segenap sivitas akademika UNNES mengemban tugas untuk melaksanakan setiap kebijakan dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam maupun luar kampus. Setiap langkah dan geraknya harus bernilaikan konservasi yang terdiri dari tiga pilar yaitu konservasi karakter, budaya, dan lingkungan. Selain itu perlu juga menyebarluaskan semangat konservasi kepada masyarakat di sekitarnya. Sebagai salah satu bentuk kegiatan ini tim melakukan kegiatan pembimbingan pembuatan komik strip 4 panel (4 koma man’ga) bertemakan nilai konservasi. Sasaran kegaiatan ditujukan kepada siswa SMAN I Semarang sebagai salah satu mitra kerja UNNES. Kegiatan pembuatan komik ini dipilih dengan pertimbangan bahwa berdasarkan studi pendahuluan, siswa SMAN I Semarang memerlukan kegiatan yang berkaitan dengan minat mereka terhadap komik. Dengan demikian diharapkan dengan kegiatan ini selain menyebarluaskan semangat konservasi juga menjadi media promosi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang sebagai salah satu prodi yang ada di UNNES. Kata Kunci: Komik Strip, Kishoutenketsu, Manga, Nilai konservasi  
Penguatan Wawasan Etika Bekerja di Jepang bagi Instruktur Bahasa Jepang di LPK se-Kota Semarang Chevy Kusumah Wardhana; Ai Sumirah Setiawati; Andy Moorad Oesman; Ridho Firzansyah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2840

Abstract

ABSTRACTMastery of understanding work ethics in Japan by an LPK student cannot be separated from the role of the instructor.  A Japanese language instructor should have an understanding of the ethics of working in Japan. It is started from an understanding of kaizen as done by the Toyota Company and many others. In fact, there are still instructors who have not mastered the insight into work ethics in Japan. The lack of understanding is the lack of motivation and implementation of explanations during the teaching and learning process in the classroom. This is also what the author sees for Japanese language instructors in the Semarang City area. Based on the results of a preliminary study of several Japanese language instructors in LPK at Semarang city, until now there has been no introduction or training on strengthening work ethic insights in Japan. The results obtained after carrying out the practice questions were an improvement in the attitudes and understanding of the trainees regarding the insight into work ethics in Japan. All of the training participants had a good understanding of all the questions given..Keywords: etiquette, working in Japan, ojigi, horenso, shisei, kaizen. ABSTRAKPenguasaan mengenai pemahaman etika bekerja di Jepang oleh seorang siswa LPK tidak terlepas dari peran instruktur. Sebagai seorang instruktur Bahasa Jepang, sudah selayaknya memiliki pemahaman mengenai wawasan etika bekerja di Jepang. Mulai dari pemahaman mengenai kaizen seperti yang dilakukan oleh perusahaan Toyota, dan yang lain. Pada kenyataannya, masih terdapat instruktur yang belum menguasai wawasan tentang etika bekerja di Jepang. Diantara kurangnya pemahaman tersebut adalah, jarangnya pemberian motivasi dan penerapan penjelasan ketika proses belajar-mengajar di dalam kelas. Hal tersebut juga yang penulis lihat terhadap instruktur bahasa Jepang di wilayah Kota Semarang. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap beberapa orang pengajar bahasa Jepang LPK di wilayah kota Semarang, sampai saat ini belum ada pengenalan ataupun pelatihan mengenai penguatan wawasan etika bekerja di Jepang. Hasil yang didapat setelah melaksanakan latihan soal adalah adanya perbaikan sikap dan pemahaman dari peserta pelatihan mengenai wawasan etika bekerja di Jepang. Keseluruhan peserta pelatihan sudah memahami dengan baik dari keseluruhan soal yang diberikan..Kata Kunci: etika, bekerja di Jepang, ojigi, horenso, shisei, kaizen.
Rina; THE CORRELATION BETWEEN TEACHER TEACHING SKILL PERCEPTION WITH THE STUDENTS’ MOTIVATION OF LEARNING JAPANESE AT MAN 2 SEMARANG Rina Alaviah; Andy Moorad Oesman; Chevy Kusumah Wardhana
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v5i2.19500

Abstract

Abstrak Keterampilan mengajar guru merupakan kecakapan atau kemampuan seorang guru dalam melaksanakan dan mengelola kelas dalam proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, keterampilan mengajar harus ada pada diri seorang guru. Apabila guru tidak memiliki keterampilan mengajar maka pembelajaran akan kurang efektif dan tujuan belajar tidak dapat tercapai dengan maksimal. Keterampilan mengajar guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara persepsi keterampilan mengajar guru dengan motivasi belajar bahasa Jepang siswa di MAN 2 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPA dan XII IPS MAN 2 Semarang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XII IPA 4 dan XII IPS 1. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket. Data dianalisis dengan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara variabel X (persepsi keterampilan mengajar guru) dan variabel Y (faktor - faktor motivasi belajar siswa). Hal ini ditunjukkan melalui uji korelasi. Dalam uji korelasi, nilai r hitung adalah 0,6129 jika ditafsirkan dengan tabel penafsiran angka korelasi termasuk ke dalam kategori kuat. Sedangkan r tabel adalah 0,232 (5%) dan 0,302 (1%). Karena nilai r tabel lebih kecil daripada r hitung, maka disimpulkan terdapat korelasi positif yang kuat. Dengan demikian hipotesis satu (H1) dalam penelitian ini diterima dan secara otomatis hipotesis nol (H0) ditolak. Abstract The teachers’ teaching skill is an efficiency or ability of a teacher when doing and arranging the class in the process of teaching and learning activity. So, the ability of teaching has to be in a teacher. While the teacher does not have the ability of teaching, the activity of learning will not be effective and the aim of learning can not be achieved maximally. The teachers’ teaching ability is one of the factor that influence the students’ learning motivation. The aim of this research is to know the correlation between the perception of teachers’ teaching ability with the students’ motivation in learning Japanese at MAN 2 Semarang. This kind of research is descriptive quantitative. The population of the research are all of the students of XII grade in Science and Social Class at MAN 2 Semarang. The sample of the research are students of XII Science 4 and XII Social 1 grade. The instrument used is questionnaire. The data analysis using product moment formula. From the result of the research showing that there is the strong positive relation between X variable (the perception of teachers’ teaching ability) with Y variable (the factors of students’ learning motivation). It is shown through the correlation test. In correlation test, the value of r is counted 0.6129 if it is interpreted to the table of correlation number interpretation include in the strong category. While r table is 0,232 (5%) and 0.302 (1%). Because of the value of r is smaller than r count, so it can be concluded thet there is strong positive correlation. So that the first hypothesis (H1) in the research is accepted and the zero hypothesis is rejected automatically.