Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Edukasi Budidaya Ikan Lele dalam Ember dan Hidroponik Di Desa Larangan Tokol Ainur Rofiq Hafsi; Ukhti Raudhatul Jannah; Hairus Saleh; Laili Amalia; Muhammad Tauhed Supratman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.554 KB) | DOI: 10.53712/ngu.v1i1.1256

Abstract

Desa Larangan Tokol adalah desa yang berada di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Penduduk Desa Larangan Tokol memiliki ragam profesi. Meskipun terdapat profesi petani dan peternak di desa ini, sektor pertanian dan peternakan masih terpaku pada jenis tanaman dan ternak tertentu saja disebabkan Desa larangan Tokol merupakan desa yang kekurangan air di saat musim kemarau. Disaat musim kemarau, petani di desa ini lebih memilih membiarkan ladangnya kering dan tanamannya mati. Harga air yang mahal menjadi alasan bagi mereka. Petani di desa ini membutuhkan edukasi cara bertani dan beternak yang aman meskipun masuk pada musim kemarau. Salah satu solusi yang bias ditawarkan dalam mengatasi masalah tersebut adalah budidaya sayur hidroponik dan ikan dalam ember. Penerapan budidaya hidroponik dan ikan lele dalam ember, hanya membutuhkan bahan bekas seperti ember. Budidaya sistem ini diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat yang terdampak oleh pandemic Covid-19 dan juga supaya mencukupi kebutuhan gizi yang berasal dari ikan dan sayuran. Alat dan bahan yang digunakan berupa stang, kawat, gelas plastik, paku, korek api atau solder, benih kangkung, air, bibit ikan lele, arang, tisu dan pakan ikan. Hasil yang didapatkan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra tentang budidaya ikan lele dalam ember dan sayuran hidroponik kangkung, serta adanya peningkatan kemandirian pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah melalui budidaya sayuran dan ikan dalam satu tempat.
Fostering Critical Thinking in Academic Writing through a Meta-Reflective Model: Integrating Self-Assessment and Inquiry-Based Learning Harsono Harsono; Laili Amalia; Henny Sanulita; Emas Malika Balqies Putri Aticqa; Affan Maulidi Rahmatullah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.22099

Abstract

Academic writing in higher education requires students to demonstrate critical and reflective thinking skills. However, writing instruction rarely provides a systematic model that integrates metacognitive reflection into the writing process. This gap causes students to experience difficulties in linking self-reflection with the development of academic argumentation. This study aims to develop and examine the effectiveness of a meta-reflective writing model that integrates self-assessment and inquiry-based learning to enhance students’ critical thinking skills. The study employed a research and development (R&D) approach encompassing a preliminary study, model design, expert validation, limited trials, and effectiveness testing. The participants consisted of two expert validators and 20 students enrolled in a language education program. Validation results indicated that the model was highly feasible, with a mean score of 4.47. Findings from the limited trials demonstrated improvements in the quality of students’ written argumentation. Effectiveness testing using a one-group pretest–posttest design revealed a statistically significant increase in critical thinking scores from 22.1 to 44.4 (p < 0.001).These findings confirm that the meta-reflective writing model is effective, practical, and relevant as a pedagogical approach for strengthening critical thinking in academic writing, although further refinement of indicators at the pre-writing stage is still required.