Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengkhianatan Relasional Dalam Ranjang Poskolonial Karya Royyan Julian Emas Malika Balqies Putri Aticqa Aticqa; Muhammad Tauhed Supratman
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8590

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengkhianatan relasional sebagai proses naratif dalam kumpulan puisi Ranjang Poskolonial karya Royyan Julian. Kajian sebelumnya umumnya berfokus pada struktur naratif dalam puisi atau dimensi psikologis dalam teks sastra, namun masih terbatas dalam mengungkap bagaimana konflik relasional—khususnya pengkhianatan—dikonstruksi secara naratif dalam wacana puitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis tekstual dengan perspektif naratologi Jonathan Culler, yang memandang narasi sebagai struktur interpretatif yang dibentuk melalui konvensi teks. Data penelitian berupa fragmen puisi yang mengandung indikasi pengkhianatan relasional, yang dianalisis melalui teknik close reading, pengkodean, dan interpretasi naratologis. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk utama pengkhianatan relasional, yaitu pengingkaran, ketidaksetiaan, dan perpisahan. Ketiga bentuk tersebut tidak berdiri sebagai peristiwa tunggal, melainkan sebagai proses naratif yang saling terhubung melalui manipulasi temporal, disrupsi komunikasi, dan fragmentasi relasi. Perpisahan muncul sebagai bentuk dominan yang menunjukkan bahwa pengkhianatan dalam puisi berfungsi sebagai trajektori menuju keterputusan relasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengkhianatan relasional dalam puisi dikonstruksi melalui strategi naratif implisit, seperti metafora kebahasaan, ketidaksinambungan waktu, dan dinamika relasi tokoh. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan naratologi dalam kajian puisi, sekaligus mereposisi pengkhianatan sebagai mekanisme naratif, bukan sekadar tema psikologis dalam sastra.
Representasi Gastronomi dalam Puisi Pendidikan Jasmani dan Kesunyian Karya Beni Satryo Muhammad Fhaqih; Muhammad Tauhed Supratman; Ria Kasanova
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i1.6329

Abstract

Previous studies have predominantly focused on novels and short stories, whereas the representation of food in poetry from a gastronomic perspective remains relatively underexplored. This study aims to examine the symbolic meanings of food in Pendidikan Jasmani dan Kesunyian, a poetry collection by Beni Satryo, through Claude Fischler's gastronomic perspective. The study employed a qualitative approach using qualitative textual analysis. Data consisted of words, phrases, lines, and stanzas containing food symbols, which were collected through documentation and close reading and subsequently interpreted using Fischler's Food, Self and Identity framework. The findings reveal that food symbols function not merely as culinary objects but as a symbolic system encompassing four interrelated dimensions: cultural identity, emotional experience, memory, and social relations. Culinary symbols such as pecel lele, kemangi (lemon basil), soto, sweet soy sauce, candy, and peanut sauce undergo aesthetic transformation through metaphorical language, enabling them to represent human experiences within the Indonesian cultural context. This study extends the application of Claude Fischler's gastronomic theory to contemporary Indonesian poetry by demonstrating that food symbols operate as cultural texts that simultaneously construct cultural identity, memory, emotional experience, and social relations. These findings enrich the field of literary gastronomy while offering a new perspective for the interpretation of Indonesian poetry through an interdisciplinary approach.