Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA MAGANG PADA “DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT” BERBASIS WEBSITE Mochamad Bhakti Dwi Ismayana; Digyo
Global Vol. 9 No. 2 (2022): GLOBAL
Publisher : FAKULTAS ILMU KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.753 KB)

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Subang Jawa Barat merupakan instansi yang bertanggung jawab atas pengolahan informasi dalam lingkungan Pemerintahan Kabupaten Subang Jawa Barat yang sering dijadikan sasaran oleh Perguruan Tinggi dalam mengajukan tempat magang. Sejauh ini belum ada aplikasi yang dapat memudahkan mahasiswa dalam mengajukan kegiatan magang di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) karena proses pengajuan yang berjalan saat ini adalah mahasiswa dapat mengantarkan surat tugasnya secara langsung. Selain itu mahasiswa juga harus mencari informasi mengenai diterima atau tidaknya pengajuan tersebut. Hal ini dikarenakan segala proses pengajuan dan pemberitahuan diterima atau tidaknya pengajun tersebut dilakukan secara manual dengan cara mendatangi langsung Diskominfo. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk pengajuan magang oleh mahasiswa melalui web. Selain itu, penelitian juga dapat memudahkan pegawai Diskominfo dalam merekapitulasi mahasiswa yang pernah melakukan magang di Diskominfo.
Interaction Model in Reducing the Prevalence of Stunting for Poor Citizens in Subang Regency Hirawan, Zaenal; Akhmad, Dede; Peirisal, Tepi; Sugiyono, Sugiyono; Purnama, Dody Wahyudi; Digyo, Digyo; Suherlan, Suherlan
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v9i3.66713

Abstract

Stunting prevalence reduction regularly becomes a strategic issue in development, not only in the regional context, but also nationally and even globally. It requires the government to initiate an intersectoral policy. The research aimed to explain the cross-cutting model programme, which was conducted by regional agents of the Subang Regency Government and governance elements, which combined with poverty reduction. Research used qualitative design which primary data was obtained from key actors of the Subang Regency Stunting Prevalence Reduction Acceleration Team. Data was processed to design a power and interest mapping, then a convergence model of regional agency and nongovernment organization. For secondary data, it was implemented to determine regional priority on policy implementation. Research results indicated that, based on the power and interest aspect, from 21 participants' observation, there were 3 regional agencies that occupied the players position, 4 regional agencies on the contest setter position, 12 regional agencies and several nongovernment agencies on the subject position, and 2 regional agencies occupied the crowd position. Practically, these participants applied convergency steps based on specific intervention, sensitive intervention, technical support, and administrative support. These steps implemented by using priority on sub-district region that had high percentage on poverty