Adi Ria Singir Meliyanto
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Amare

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS KITAB SUCI DAN DOKUMEN GEREJA BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI BUNDA MARIA JERUJU KEUSKUPAN PONTIANAK Saputra, Yohanes Chandra Kurnia; Meliyanto, Adi Ria Singir
Amare Vol. 3 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v3i2.495

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk membekali Orang Muda Katolik (OMK) dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung toleransi, inklusivitas, dan dialog antarumat beragama. Metode sosialisasi digunakan untuk penyampaian nilai-nilai moderasi secara langsung dan interaktif. Pendekatan ini memfasilitasi diskusi dan interaksi antaranggota komunitas, sehingga pesan moderasi dapat diinternalisasi dengan lebih efektif, mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung toleransi dan inklusivitas. Hasil temuan menegaskan bahwa pandangan Gereja Katolik tentang moderasi beragama tercermin dalam ajaran Kitab Suci dan dokumen Gereja, yang menekankan cinta, saling menghormati, dan dialog antar agama untuk mencapai perdamaian. OMK memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial dalam mewujudkan moderasi beragama dengan mempromosikan inklusivitas dan memperkuat hubungan lintas budaya. Melalui kerjasama lintas agama, lembaga pendidikan, dan NGO, mereka dapat menyebarkan nilai-nilai moderasi dan toleransi secara efektif. Simpulan dalam kegiatan ini terdapat dalam rancangan program moderasi beragama bagi OMK yang mencakup dialog antaragama, pelatihan moderasi, kegiatan sosial lintas agama, dan seminar untuk mempromosikan toleransi serta kerjasama. Selain itu, program pendidikan bagi anak dan remaja serta forum diskusi online juga disiapkan untuk memperluas pemahaman tentang moderasi beragama di kalangan umat.
Diseminasi Moderasi Beragama bagi Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Kota Kediri Kurnia Saputra, Yohanes Chandra; Singir Meliyanto, Adi Ria; Sari, Catharina Agnes Dina; Lipina, Lipina
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.439 KB) | DOI: 10.52075/ja.v1i2.97

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan. Potensi keberagaman di Indonesia akan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa, akan tetapi jika tidak dimaknai dengan baik dan benar, justru akan menimbulkan dampak negatif yang berakibat pada perpecahan. Kegiatan disemininasi moderasi beragama ini memiliki tujuan agar para Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Kota Kediri memiliki konsep moderasi beragama yang benar. Pemahaman akan moderasi beragama yang benar akan membuahkan nilai-nilai toleransi sehingga terhindar dari sikap ekstrem, khususnya dalam penerapan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kegiatan diseminasi moderasi beragama ini menggandeng kerja sama dengan Kementerian Agama kota Kediri serta Paguyuban Guru Agama Katolik Kota Kediri. Narasumber berasal dari tiga Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti yang sudah pernah mengikuti diseminasi moderasi beragama baik di tingkat nasional maupun provinsi. Metode yang digunakan adalah model sosialisasi. Sosialisasi dalam hal ini lebih menekankan pemahaman konsep buku moderasi beragama yang diterbitkan oleh Kementerian Agama. Hasil dari kegiatan moderasi beragama ini membuahkan cara pandang beragama yang benar dengan mengedepankan sikap toleran. Melalui cara pandang moderasi beragama yang benar akan membuahkan situasi masyarakat yang rukun, damai serta bijak dalam menyikapi keberagaman di Indonesia. Dampak dari kegiatan ini, para guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Kota Kediri mampu memahami konsep moderasi beragama yang telah diprogramkan oleh Kementerian Agama, sehingga mampu diterapkan di lingkungan sekolah, khususnya ditujukan kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.