Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Identitas Nasional Melalui Nilai Kearifan Lokal Upacara Hajat Sasih pada Masyarakat Adat Kampung Naga Trisna Sukmayadi; Lisa Retnasari; Yulia Gesti Merkuri
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.14904

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penguatan identitas nasional melalui nilai kearifan lokal upacara hajat sasih pada masyarakat adat Kampung Naga. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yaitu dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data dan menyajikan data. Selanjutnya diadakan triangulasi untuk menunjukan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, upacara hajat sasih bertujuan untuk mendapatkan keselamatan dan keberkahan, serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Upacara dilaksanakan sebanyak enam kali dalam setahun, melalui proses pembuatan olahan tumpeng oleh pihak perempuan, pihak laki-laki yang terpilih melakukan ziarah dari bumi ageung ke makam leluhur menggunakan pakaian adat berwarna putih, berdoa bersama di masjid. Kedua, nilai yang terkandung dalam upacara hajat sasih adalah tanggung jawab, religius, dan peduli sosial, yang tercermin dari proses, alat, dan media upacara. Ketiga, penguatan identitas nasional tercermin dalam proses upacara dan nilai yang terkandung didalamnya. Dapat disimpulkan bahwa upacara hajat sasih dapat menguatkan identitas nasional.
BAGAIMANA PERAN GURU MENDORONG SISWA MENJADI WARGA GLOBAL? PEMAHAMAN KERAGAMAN GLOBAL PADA GURU SEKOLAH INDONESIA DAN THAILAND Syifa Siti Aulia; Avanti Vera Risti P; Ratri Nur Hidayati; Yulia Gesti Merkuri; Iqbal Arpannudin
Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, dan Politik Vol 7 No 1 (2024): PRO PATRIA: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/propatria.v7i1.3263

Abstract

ABSTRACT This research focuses on two schools in Indonesia, Aisyiyah Nur'aini Integrated Preschool and Suan Santi School, both of which have a responsibility to teach character development. Both schools have similar learning environments, both in Indonesia and in Thailand, which has a rich cultural heritage. The partners are also schools that focus on Islamic teachings in ECD. This study highlights the importance of understanding the differences between schools as this is a key goal of education to foster a sense of belonging and diversity. Suan Santi School in Thailand is a school for Muslims as a minority, yet the study shows that the majority of students in this school face threats from Buddhist sects, intimidation and violence. To provide knowledge about global awareness, new knowledge is needed from the teachers. In Indonesian and Thai schools, diversity is a distinctive feature that reflects the multicultural and multiethnic societies in which the schools are located. Students come from different backgrounds, religions and cultures, creating diverse experiences and perspectives within the school community. This research looks at two perspectives: the importance of diversity being taught by teachers, and the importance of embracing global diversity.