Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Methylene Blue dan NaClO pada Proses Degradasi Photocatalytic Fuel Cell Menggunakan Elektroda Cu-TiO2/ZnO Putri Meylani, Cicilia; Sarah Dampang; Muhammad Fahmi Hakim; Fitri Yuliasari; David Kevin; Tarishah Setyowati Putri
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v14i2.20525

Abstract

The contamination of synthetic dyes such as methylene blue has become a serious issue in textile industry wastewater due to its resistance to natural degradation. Photocatalytic Fuel Cell (PFC) technology is an effective and environmentally friendly method for degrading toxic dyes in wastewater. In this study, a dual-chamber PFC was developed using a photoanode composed of a Cu-TiO₂/ZnO semiconductor composite synthesized via the sol-gel method. The objective was to develop an efficient composite electrode and evaluate the effect of methylene blue and sodium hypochlorite (NaClO) concentrations on degradation efficiency. The composite was prepared with 5 wt% Cu, calcined at 200 °C, and deposited onto a glass substrate. Characterization using Scanning Electron Microscopy (SEM) revealed that the resulting nanoparticles exhibited a spherical morphology with diameters ranging from 0.22 µm to 4.33 µm. UV-Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) analysis showed that the band gap energy decreased from 3.18 eV (TiO₂/ZnO) to 2.29 eV after Cu doping. The experimental results demonstrated that the addition of NaClO enhanced the photocatalytic activity of the Cu-TiO₂/ZnO composite for methylene blue degradation, achieving an optimal degradation rate of 78% after 120 minutes of operation.
Karakteristikifat Kelistrikan Larutan Elektrolit dari Sari Buah Lemon dan Sari Buah Nanas untuk Aplikasi Biobaterai Syahwa, Syahwa Az Zahra Safitri; Alfieta Rohmaful Aeni; Fitri Yuliasari
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/cra4rb09

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi larutan sari buah nanas (Ananas comosus) dan lemon (Citrus limon) sebagai sumber energi listrik alternatif ramah lingkungan untuk aplikasi biobaterai. Biobaterai merupakan sumber energi terbarukan yang menghasilkan listrik melalui perpindahan elektron pada media elektrolit yang dihubungkan dengan dua elektroda, yaitu anoda dan katoda. Pada penelitian ini digunakan elektroda tembaga (Cu) sebagai katoda dan seng (Zn) sebagai anoda, dengan larutan elektrolit berupa sari buah nanas dan lemon dalam variasi volume 200, 300, dan 400 mL. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan volume larutan berbanding lurus dengan kenaikan tegangan, arus, dan daya. Penelitian juga dilakukan dengan variasi perbandingan komposisi campuran nanas:lemon (0%:100%, 25%:75%, 50%:50%, 75%:25%, dan 100%:0%) pada volume total 400 mL. Komposisi 25% nanas dan 75% lemon menghasilkan performa yang lebih baik, yaitu tegangan maksimum 3,99 V, arus 1,56 mA, dan daya 6,22 mW. Uji beban menggunakan lampu LED merah selama 1 jam serta pengamatan performa elektrolit selama 21 hari menunjukkan penurunan kinerja seiring waktu akibat penurunan konduktivitas, pembentukan endapan, dan berkurangnya gradien potensial. Meskipun demikian, biobaterai tetap mampu menyalakan LED hingga hari ke-21. Hasil ini membuktikan bahwa sari buah nanas dan lemon berpotensi sebagai elektrolit biobaterai ramah lingkungan, yang dapat menjadi sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan untuk aplikasi berdaya rendah. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan energi listrik secara berkelanjutan dan terjangkau, teknologi ini memiliki implikasi besar dalam pengembangan sistem energi terbarukan, terutama untuk aplikasi elektronik kecil dan perangkat yang membutuhkan daya rendah.
KARAKTERISASI SIFAT FISIK BIOFOAM BERBASIS PATI SAGU (METROXYLON SAGU) YANG DIPERKUAT DENGAN SERAT KULIT KACANG TANAH SEBAGAI ALTERNATIF BIODEGRADABLE TERHADAP STYROFOAM KONVENSIONAL Angelita Sendi Sinaga; Vera Pangni Fahriani; Fitri Yuliasari; Zulaikha Al-Qordhiyah; Fayzah Ahmad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24797

Abstract

Sifat sekali pakai dari styrofoam menimbulkan risiko lingkungan yang signifikan karena ketahanannya terhadap degradasi serta pelepasan partikel mikroplastik saat dibakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biofoam berbasis pati sagu sebagai alternatif biodegradable terhadap styrofoam konvensional. Biofoam diproduksi melalui proses pemanasan dan pemadatan pada berbagai variasi suhu untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap sifat fisik dan daya urai. Hasil menunjukkan bahwa semua variasi suhu menghasilkan biofoam yang terurai sepenuhnya dalam waktu 60 hari, memenuhi standar biodegradabilitas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, hanya sampel yang diproses pada suhu 140°C dan 160°C yang memenuhi standar daya serap air, dengan nilai berkisar antara 6% hingga 26,12%. Suhu optimal diidentifikasi pada 160°C, yang menghasilkan biofoam dengan ketahanan terbaik terhadap kelembapan dan kebocoran. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian suhu dalam proses produksi untuk mencapai performa fisik yang optimal. Biofoam berbasis pati sagu menunjukkan potensi yang kuat sebagai solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk aplikasi kemasan.