Emilia Roza
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ultrasonik Mist Maker sebagai Pengontrol Kestabilan Kelembaban pada Alat Penetas Telur Itik Aulia Nabilah; Emilia Roza; Dwi Astuti Cahyasiwi
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 7 (2022): Proceeding of TEKNOKA National Seminar - 7
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternak penetasan telur itik masih mengandalkan entog sebagai mesin pengeram, hal ini memiliki risiko tidak terkontrolnya suhu dan kelembaban saat entog meninggalkan telur untuk mencari makan. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat penetas telur itik otomatis berbasis NodeMCU ESP32 dan Blynk IoT sebagai interface. Mengkondisikan setpoint suhu saat inkubasi 38⁰C – 39⁰C menggunakan lampu pijar dan mengatur setpoint kelembaban saat inkubasi 60%RH – 70%RH menggunakan Ultrasonik Mist Maker.Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan pengontrolan kondisi padam 2 lampu pijar ketika menyentuh 39⁰C. Kelembaban dilakukan dengan 3 eksperimen, yaitu dalam penggunaan Exhaust dan Ultrasonik Mist Maker. Hasilnya pengaturan suhu terbaik diperoleh pada perlakuan kedua, yaitu dengan lampu 1 padam dan lampu 2 tetap menyala ketika suhu menyentuh 39⁰C. Kemudian pengaturan kelembaban terbaik, diperoleh pada perlakuan ketiga, yaitu kelembaban dengan menggunakan UltrasonikMist Maker tanpa Exhaust.
Penentuan Kerapatan Cahaya Pada Sistem VLC (Visible Light Communication) Agung Pambudi; Emilia Roza; Kun Fayakun
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 5 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 5
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini membuat prototype implementasi dari sistem VLC untuk mendapatkan standar kerapatan cahaya dan standar koefisien redaman. VLC adalah sistem komunikasi dengan memanfaatkan cahaya dari LED. Pada sistem komunikasi terbagi menjadi dua yaitu transmintter dan receiver. Transmintter pada penelitian ini menggunakan LED CREE dengan 3 daya yaitu 3watt, 5watt dan 10watt. Receiver pada penelitian menggunakan sel surya dengan kemampuan tegangan output 5v dan arus 200mA. Pengambilan data dengan 5 variasi ketinggian LED dan 10 variasi sudut untuk meletakan sel surya. Hasil dari data didapatkan tabel akhir yang didalamnya terdapat persaman eksponensial untuk mendapatkan kerapatan cahya dengan memasukan besar sudut dan terdapatkoefisien redaman cahaya.Tabel akhir dari penelitian ini dapat sebagai referensi dalam membuat sistem VLC.
CULTIVATING LITERACY AND WELL-BEING: THE ATIPS AI CHATBOT FOR RAMADAN Suciana Wijirahayu; Zahra Aulia; Emilia Roza; Eko Digdoyo
English Review: Journal of English Education Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/englishreview.v14i1.64

Abstract

While Artificial Intelligence (AI) has transformed English Language Learning (ELL), generic platforms often suffer from a cultural mismatch that ignores the physiological and spiritual rhythms of diverse learners. This study introduces ATIPS (Adaptive Theological Information & Physical Support), a Holistic Digital Companion designed for Muslim students. Utilizing a mixed-methods case study at a private university in South Jakarta (N=68), the research evaluates a Triple-Integration Model that synchronizes English literacy tasks with the unique demands of the Ramadan fast. The system employs Just-in-Time Adaptive Intervention (JITAI) architecture to deliver Contextualized Scaffolding, strategically shifting from high-cognitive linguistic drills in the morning to low-stakes wellness support in the afternoon. Data from surveys, interviews, and backend telemetry reveal a significant 82% engagement rate and a 69.2% increase in perceived productivity. These results indicate that ATIPS effectively mitigates the participation tax and techno stress typically associated with intensive study during ritual periods. By bridging the Affective-Linguistic Gap, ATIPS achieves Affective-Linguistic Synchrony, where academic excellence and spiritual observance become mutually reinforcing. This research provides a critical blueprint for the transition from Responsible AI to Resonant AI, advocating for digital tools that respect the Cultural Sovereignty and well-being of the global communities they serve.