Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN SEMIOTIKA PADA GAMBAR ANAK DENGAN TEMA KEBERAGAMAN Rizna Eka Nursanti; Agatha Dinarah Sri Rumestri; Elita Kurnia Sari
ASKARA: Jurnal Seni dan Desain Vol 1 No 1 (2022): ASKARA: Jurnal Seni dan Desain
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/askara.v1i1.729

Abstract

Menggambar merupakan suatu petualangan luar biasa yang dialami oleh anak-anak dalam berfantasi. Berbagai objek yang dituangkan dalam gambar bukan sekedar apa yang sedang ia pikirkan, melainkan apa yang dilihat dengan perasaan untuk kemudian diasosiasikan. Berdasarkan tahapan perkembangannya, setiap kelompok rentang usia memiliki karakteristik gambar yang berbeda-beda. Tulisan ini membahas hasil karya pada anak pada rentang usia 9-12 tahun yang sedang berada pada early realism stage, dimana karakteristik gambar cenderung mengarah ke bentuk realistis. Gambar dibahas menggunakan analisis semiotika, dengan mengulas 5 hal, yakni: elemen, posisi, relasi, totalitas dan sistem. Hasilnya terdapat makna tersembunyi dari gambar yang dianalisis yang berisikan pesan terkait persatuan anak-anak di dunia.
Eksplorasi Limbah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan Metode Double Diamond, Studi Kasus: BI Purwokerto Nursanti, Rizna Eka; Octanio Haryanto, Laurensius Windy; Fauziah, Emmareta
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15357

Abstract

Tercatat Bank Indonesia Purwokerto menarik 235.930,00 hingga 512.968,00 (dalam jutaan Rupiah) setiap bulan. Masalah muncul ketika limbah ini terus bertambah sebelum limbah lama musnah/terurai atau termanfaatkan kembali. Pengolahan limbah utas Bank Indonesia Purwokerto sejauh ini adalah dengan dikubur dalam tanah di suatu area khusus dalam wilayah kerja. Dengan keteradaan yang kontinyu, limbah utas memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif produk komersial. Aplikasi limbah utas sebagai material alternatif membutuhkan pondasi yang jelas terkait potensi dan batasan pemanfaatan untuk aplikasi dalam desain produk. Metode Double Diamond merupakan metode desain dengan 4 tahap yakni discover, define, develop dan deliver. Metode ini memungkinkan porsi penggalian permasalahan dengan dalam. Dari keseluruhan tahap didapat hasil yakni pengolahan limbah utas berwujud cacahan (shredded) dengan teknik fusing. Dengan menggunakan plastik kresek (plastic bag) yang belum mengalami recycle sebagai laminasi, cacahan limbah uang kertas dapat dijadikan material lembaran. Metode fusing yang dianjurkan adalah metode berlapis. Sementara hasil eksplorasi material lembaran seperti cutting, gluing, coiling, sewing, woving, folding disajikan dalam tabel. Dari eksplorasi ini, dengan pertimbangan estetika, ability untuk dibuat, ability dan estetika untuk digabung dengan material lain, serta kecocokan properties, maka material utas diproyeksikan salah satunya untuk pengembangan produk pouch.
Pemanfaatan Batok Kelapa sebagai Desain Kemasan Jenang Jaket Khas Banyumas Emmareta Fauziah; Krishnanda Raditya Mooduto; Rizna Eka Nursanti; Laurensius Windy Octanio Haryanto
Jurnal Desain Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i1.13241

Abstract

Kemasan merupakan daya tarik yang berperan penting dalam sebuah produk makanan. Masalah yang sering muncul pada usaha kecil menengah (UKM) oleh-oleh makanan di Kota Purwokerto adalah kemasan. Inovasi terhadap kemasan berdampak sangat signifikan bagi usaha oleh-oleh makanan contohnya besek yang digunakan untuk dodol Garut. Sejauh ini pemanfaatan batok kelapa sebagai kemasan jarang sekali dilakukan padahal material ini sangat berlimpah dan mudah ditemukan terutama di Purwokerto sama halnya dengan besek. Merancang kemasan makanan oleh-oleh yang inovatif untuk kemasan khas Banyumas yakni Jenang Jaket dirasa perlu dilakukan. Pemilihan material batok kelapa dalam perancangan kemasan juga didasari oleh salah satu bahan dasar Jenang Jaket yaitu gula kelapa asli. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi yang dilakukan berdasarkan sudut pandang penulis dengan metode kualitatif. Data yang dikumpulkan kemudian menjadi acuan dalam perancangan kemasan batok kelapa. Perancangan diawali dengan membuat moodboard produk, melakukan positioning terhadap produk, membuat sketsa desain dan hingga hasil akhir pada penelitian ini adalah berupa purwarupa (prototype) kemasan. Setelah diperoleh purwarupa disadari bahwa masih perlu adanya studi lebih lanjut mengenai desain kemasan yang dirancang untuk mengetahui secara aplikatif dampak terhadap peningkatan nilai produk tersebut.
Eksplorasi Limbah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan Metode Double Diamond, Studi Kasus: BI Purwokerto Rizna Eka Nursanti; Laurensius Windy Octanio Haryanto; Emmareta Fauziah
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15357

Abstract

Tercatat Bank Indonesia Purwokerto telah menarik uang kertas dengan jumlah yang relatif cukup besar setiap bulannya. Masalah muncul ketika limbah ini terus bertambah sebelum limbah lama musnah/terurai atau termanfaatkan kembali. Pengolahan limbah uang kertas (selanjutnya disebut ‘utas’) Bank Indonesia Purwokerto sejauh ini adalah dengan dikubur dalam tanah di suatu area khusus dalam wilayah kerja. Dengan keteradaan yang kontinyu, limbah utas memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif produk komersial. Aplikasi limbah utas sebagai material alternatif membutuhkan pondasi yang jelas terkait potensi dan batasan pemanfaatan untuk aplikasi dalam desain produk. Metode Double Diamond merupakan metode desain dengan 4 tahap yakni discover, define, develop dan deliver. Metode ini memungkinkan porsi penggalian permasalahan dengan dalam. Dari keseluruhan tahap didapat hasil yakni pengolahan limbah utas berwujud cacahan (shredded) dengan teknik fusing yakni penggabungan lembaran dengan proses pemanasan. Dengan menggunakan plastik kresek (plastic bag) sebagai lembaran pengikat, cacahan limbah uang kertas dapat dijadikan material lembaran. Metode fusing yang dianjurkan adalah metode fusing berlapis yakni pengikatan cacahan utas diantara lembaran plastic bag yang diulang pada bagian atas dan seterusnya hingga dicapai ketebalan, kekuatan, dan tampilan visual yang diinginkan. Sementara eksplorasi material lembaran tersebut yang telah dilakukan adalah melalui treatment cutting, gluing, coiling, sewing, woving, folding. Dari eksplorasi ini, dengan pencocokan karakter material dengan kriteria desain untuk pengembangan beberapa produk maka material utas diproyeksikan salah satunya untuk pengembangan produk pouch. It is recorded that Bank Indonesia Purwokerto has withdrawn relatively large amounts of banknotes every month. The issue arises when this waste continues to accumulate before the old waste decomposes or is reused. The current method of handling paper currency waste, referred to as "utas," at Bank Indonesia Purwokerto involves burying it in a designated area within the work area. With the continuous availability of waste utas, it meets the requirements for being utilized as an alternative material for commercial products. The application of utas waste as an alternative material requires a clear foundation regarding the potential and limitations of its utilization in product design. The Double Diamond method is a design method consisting of four stages: discover, define, develop, and deliver. This method allows for an in-depth exploration of the problem. The overall result obtained from these stages is the processing of shredded utas waste using a fusing technique, which involves the fusion of sheets through heating. By using plastic bags as binding sheets, the shredded paper currency waste can be transformed into sheet material. The recommended fusing method is the layered fusing method, where the binding of shredded utas waste is repeated between layers of plastic bags on the top and subsequent layers until the desired thickness, strength, and visual appearance are achieved. Meanwhile, the exploration of these sheet materials has been conducted through cutting, gluing, coiling, sewing, weaving, and folding treatments. From this exploration, by matching the material's characteristics with design criteria for the development of various products, the utas material is projected to be used, among others, for the development of pouch products.