Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan desain becak listrik sebagai upaya pelestarian transportasi becak di kota Yogyakarta Laurensius Windy Octanio Haryanto; Imam Damar Djati; Dwinita Larasati
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.2.7

Abstract

Yogyakarta city in the era of globalization has been developing without losing its historical and cultural values, which are owned as regional identity. This identity makes Yogyakarta city has a tourist attraction value both for domestic and international tourists. Electric pedicab is one of alternative transportations in Yogyakarta that is able to support tourism activities. In the development of city transportation, electric pedicab is the result of the transformation of traditional pedicab, one of the cultural heritages in Yogyakarta. The purpose of transformation effort is to preserve pedicab transportation and to respond issues related to sustainability threat. Design has also become one of the aspects that needs to be considered in developing pedicab transportation. This study reviews and analyzes various factors that can influence the design of an electric pedicab, so that it can be a reference in further design development. This research use qualitative approach and supported by observation and purposive sampling interviews. The result of this study is a new electric pedicab design concept, without losing the design characteristics of the traditional Yogyakarta pedicab.Keywords: electric pedicab, transportation, tourism, Yogyakarta
Motivasi Wisatawan dalam Membeli Produk Kemasan Plastik di Tempat Kawasan Wisata Pantai rahmania rahmania; Laurensius Windy Octanio Haryanto; Ahmad Rieskha Harseno
JURNAL Dasarrupa: Desain dan Seni Rupa Vol 5 No 1 (2023): Vol 5 No 1 (2023): Jurnal dasarrupa Vol 5 no 1 April 2023
Publisher : UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/dasarrupa.v5i1.140

Abstract

Seseorang melakukan wisata umumnya untuk mendapatkan kesenangan, namun seringkali destinasi wisata tidak seperti yang diharapkan. Salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi adalah pantai. Sebagai destinasi wisata yang memanfaatkan potensi alam, pantai memiliki permasalahan terkait dengan kebersihan lingkungan. Kebersihan destinasi wisata dipengaruhi oleh perilaku wisatawan saat berada di lokasi dan peran para pelaku usaha dalam menjual produknya. Salah satu perilaku wisatawan yang membuat destinasi menjadi tidak indah yaitu membuang sampah secara sembarang. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk menemukan berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku wisatawan dalam membuang sampah. Terdapat sembilan faktor penyebab wisatawan membuang sampah sembarangan. Selain itu pengaruh dari pelaku usaha yang menawarkan produk dengan kemasan plastik atau produk instan kepada wisatawan menyebabkan timbulan sampah dari produk yang terjual. Keterkaitan antara pelaku usaha dan wisatawan menjadi faktor yang menyebabkan banyaknya sampah anorganik di tempat destinasi wisata. Faktor harga dan kemudahan untuk mendapatkan produk menentukan keputusan wisatawan dalam memilih antara produk plastik dengan ramah lingkungan. Penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat dibutuhkan untuk dapat menanggulangi dan mengurangi sampah plastik yang dapat merusak lingkungan.
PELATIHAN TEKNIK DECOUPAGE PADA SISWA SMA DALAM PEMBUATAN PHONE HOLDER Dwi Candra Purnamasari; Emmareta Fauziah; Agatha Dinarah Sri Rumestri; Laurensius Windy Octanio Haryanto
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.891

Abstract

Kegiatan Pengabdian pelatihan pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan membuat phone holder dengan teknik decoupage pada siswa Banglimascakeb (Kab. Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen). Metode kegiatan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab serta pelatihan pembuatan phone holder dengan aplikasi teknik decoupage . Pelatihan ini melibatkan dosen Program Studi Desain Produk Institut Teknologi Telkom Purwokerto, yang mengundang siswa-siswi asal Banglimascakeb sebagai peserta pelatihan. Kegiatan workshop pembuatan phone holder dengan teknik decoupage berjalan dengan baik dan berjalan lancar. Siswa mengaplikasikan decoupage pada kayu balsa yang sudah dibentuk pola phone holder . Peserta melaksanakan kegiatan mulai dari memotong, mengaplikasikan lem, decoupage gambar hingga melakukan finishing. Keberhasilan dalam pelatihan ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung melalui hasil kinerja dan hasil produk siswa dalam proses persiapan, pelaksanaan pengerjaan, tahap pendampingan dan tahap evaluasi dalam kegiatan pembuatan phone holder . Hasil Kuisioner peserta menyatakan merasa puas dengan adanya kegiatan ini.
UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN MELALUI FILM OMNIBUS: “DON’T JUST SHUT UP” Gusnita Linda; Riri Irma Suryani; Laurensius Windy Octanio Haryanto; Emmareta Fauziah
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.2028

Abstract

Berbagai laporan dari lembaga terkait mencatat peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan setiap tahunnya. Kekerasan seksual nyatanya dapat terjadi di mana saja. Lingkungan yang tadinya terlihat aman dan nyaman, seperti rumah, sekolah, dan tempat kerja nyatanya tak dapat memberikan jaminan keamanan. Urgensi terhadap edukasi dan kampanye yang aktif mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan seksual sangat diperlukan terutama menggunakan media yang cukup dekat dengan masyarakat, yaitu media film bercerita. Untuk itu penelitian ini merancang film omnibus yang diberi judul “Don’t Just Shut Up” dengan tiga sasaran utama.  Yaitu sebagai media kampanye pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual terhadap anak, remaja, dan orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data studi pustaka terkait studi kampanye pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual. Pada tahap pelaksanaannya, pembuatan video menggunakan tiga tahap produksi, yaitu proses Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Tahapan pra produksi ini merupakan tahapan awal dari sebuah produksi video. Tahap kedua, proses produksi berisikan tahapan perekaman gambar, baik secara indoor maupun outdoor. Tahap pasca produksi merupakan tahapan proses editing hasil perekaman gambar (shooting), evaluasi hasil editing dan finalisasi karya. Sehingga hasil akhir penelitian ini nantinya berupa video film pendek omnibus sebagai media kampanye, pencegahan, dan penanggulangan kekerasan seksual bagi anak, remaja, dan orang dewasa. Various reports from relevant institutions recorded an increase in cases of sexual violence against children and women every year. Sexual violence can actually occur anywhere. Environments that previously looked safe and comfortable, such as homes, schools, and workplaces, in fact cannot provide security guarantees. The urgency of education and campaigns that actively support the prevention and handling of sexual violence is very necessary, especially using media that is quite close to the community, namely the medium of storytelling films. This design is in the form of short film video content consisting of three main targets or called omnibus films. Namely as a campaign media for the prevention and control of sexual violence against children, adolescents, and adults. This research uses a descriptive qualitative method by utilizing literature study data related to the study of sexual violence prevention and countermeasures campaign. At the implementation stage, video creation uses three stages, namely the Pre-Production, Production, and Post-Production processes. This pre-production stage is the initial stage of a video production. The second stage, the production process contains the stages of image recording, both indoors and outdoors. The post-production stage is the stage of the process of editing the results of recording images (shooting), evaluating the results of editing and presenting works. So that the final results of this study will be in the form of omnibus short film videos as a medium for campaigning, prevention, and countermeasures of sexual violence for children, adolescents, and adults.
Implementasi Katalog Produk UMKM Organik sebagai Alat Pemasaran pada Program Biorama di Purwokerto Purbaya, Muhammad Eka; Fahreza , Ahmad; Haryanto, Laurensius Windy Octanio; Linda, Gusnita; Ramadhan, Gilang
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i3.1885

Abstract

UMKM organik di Purwokerto menghadapi tantangan dalam mengakses pasar yang luas dan efektif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan katalog produk UMKM organik sebagai alat pemasaran dalam Program BIORAMA. Metode yang digunakan meliputi identifikasi dan inventarisasi UMKM, pengembangan prototipe katalog cetak dan digital, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi dan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan katalog berhasil meningkatkan visibilitas dan penjualan produk secara signifikan, dengan peningkatan pendapatan sebesar 121.64% dari program BIORAMA 5 dan 6 ke BIORAMA 7, 8, dan 9. Katalog yang didesain dengan baik menarik perhatian konsumen baru dan memperluas jangkauan pasar UMKM organik. Pelatihan dan pendampingan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka. Langkah selanjutnya meliputi penyempurnaan katalog berdasarkan feedback, penguatan platform digital seperti website biorama.id, serta program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Program BIORAMA dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan katalog produk sebagai alat pemasaran efektif untuk UMKM organik.
Peningkatan Manajemen Produksi dan Strategi Pemasaran Industri Sepatu Kulit “Bintang Sepatu Purwokerto” Banyumas Hidayatuloh, Syarif; Laurensius Windy Octanio Haryanto; Aminatus Sa’adah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.2026

Abstract

Industri sepatu merupakan salah satu industri kreatif yang kerap berkembang. Bintang Sepatu Purwokerto yang merupakan industri kecil menengah di bidang produksi sepatu yang di Banyumas. Dua permasalahan utama yang dihadapi mitra yaitu pada bidang pemasaran digital dan manajemen produksi serta logistik. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan dalam membuat website manajemen sistem informasi dan pemasaran digital. Metode yang dilakukan dengan cara melakukan observasi, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan tim telah membantu membuat website manajemen sistem informasi, pembuatan desain kemasan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan mitra, pengadaan alat mesin press otomatis, serta pelatihan digital marketing. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pemasaran produk Bintang Sepatu Purwokerto agar tidak hanya terbatas di pasar lokal.
Eksplorasi Limbah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan Metode Double Diamond, Studi Kasus: BI Purwokerto Nursanti, Rizna Eka; Octanio Haryanto, Laurensius Windy; Fauziah, Emmareta
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15357

Abstract

Tercatat Bank Indonesia Purwokerto menarik 235.930,00 hingga 512.968,00 (dalam jutaan Rupiah) setiap bulan. Masalah muncul ketika limbah ini terus bertambah sebelum limbah lama musnah/terurai atau termanfaatkan kembali. Pengolahan limbah utas Bank Indonesia Purwokerto sejauh ini adalah dengan dikubur dalam tanah di suatu area khusus dalam wilayah kerja. Dengan keteradaan yang kontinyu, limbah utas memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif produk komersial. Aplikasi limbah utas sebagai material alternatif membutuhkan pondasi yang jelas terkait potensi dan batasan pemanfaatan untuk aplikasi dalam desain produk. Metode Double Diamond merupakan metode desain dengan 4 tahap yakni discover, define, develop dan deliver. Metode ini memungkinkan porsi penggalian permasalahan dengan dalam. Dari keseluruhan tahap didapat hasil yakni pengolahan limbah utas berwujud cacahan (shredded) dengan teknik fusing. Dengan menggunakan plastik kresek (plastic bag) yang belum mengalami recycle sebagai laminasi, cacahan limbah uang kertas dapat dijadikan material lembaran. Metode fusing yang dianjurkan adalah metode berlapis. Sementara hasil eksplorasi material lembaran seperti cutting, gluing, coiling, sewing, woving, folding disajikan dalam tabel. Dari eksplorasi ini, dengan pertimbangan estetika, ability untuk dibuat, ability dan estetika untuk digabung dengan material lain, serta kecocokan properties, maka material utas diproyeksikan salah satunya untuk pengembangan produk pouch.
Eksperimen Limbah kubis Sebagai Alternatif Material Vegan Leather Nur Rohimah, Fitria; Tamara, Pricilla; Windy Octanio Haryanto, Laurensius
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kubis di Indonesia menempati posisi tinggi dalam kategori sayurandengan hasil panen terbesar, salah satunya berasal dari daerah Lembang. Dalam proses distribusi di pasar, pedagang sering memisahkan dan membuang lapisan kulit luar kubis yang rusak atau membusuk, sehingga menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengolah limbah kubis menjadi material alternatif vegan leather yang ramah lingkungan. Metode penelitian dilakukan melalui serangkaian eksperimen, meliputi pemilihan limbah kubis, proses pengolahan, penggunaan bahan perekat alami berbasis bubuk agar-agar dan jelly kiloan, uji coba kekuatan material, serta pengaplikasian material pada produk fesyen dengan berbagai metode, seperti menjahit manual, menjahit dengan mesin, penggunaan lem dan tanpa menggunakan lem ataupun jahitan. Hasil analisis menunjukkan bahwa biomaterial berbasis agar-agar memiliki karakteristik yang lebih stabil, kokoh, dan tahan jamur dibandingkan biomaterial berbahan jelly kiloan, meskipun fleksibilitasnya sedikit lebih rendah. Material yang dihasilkan memiliki tekstur alami menyerupai kulit konvensional, cukup fleksibel, dan tahan lama sehingga berpotensi diaplikasikan pada berbagai produk fesyen, salah satunya sling bag. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah kubis dapat diolah menjadi bahan vegan leather inovatif yang mendukung nilai keberlanjutan dalam industri fesyen.Kata kunci : Biomaterial, kulit sintetis ramah lingkungan, limbah kubis
Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Jenis Pet Menjadi Filament Untuk Perancangan Clutch Bag Pada Merek Blasustudio Shafa; Windy Octanio Haryanto, Laurensius; Tamara Irawan , Pricilla
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan botol plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate)sebagai kemasan sekali pakai merupakan salah satu tantangan bagilingkungan karena dapat menimbulkan masalah sampah dari penggunaan danproduksinya yang tidak seimbang dengan pengolahan plastik yang tidakterorganisir ditambah sifatnya juga sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untukmemberikan solusi inovatif melalui pemanfaatan limbah botol plastik jenisPET tersebut menjadi material filament untuk pencetakan produkmenggunakan teknologi 3D printing, yang kemudian diaplikasikan dalamperancangan clutch bag pada untuk blasustudio. Studi dilakukanmenggunakan metode mixed methods yang mencakup kegiatan observasi,studi literatur, penyebaran kuesioner, dan eksperimen langsung bersamablasustudio. Proses perancangan mengacu pada metode double diamondyang dimulai dari eksplorasi material, analisis kebutuhan pasar, hinggavisualisasi desain clutch bag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filamentberbahan dasar PET mampu menghasilkan material yang kuat, fleksibel danringan, purwarupa clutch bag yang dikembangkan tidak hanya mencerminkankarakter visual blasustudio yang ikonik, clean, dan rapi, tetapi juga menjawabkebutuhan pengguna yang peduli terhadap isu lingkungan dan nilaikeberlanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis daur ulanglimbah plastik dapat memberikan nilai tambah baik secara estetika maupunfungsional, serta berpotensi memperluas eksplorasi material daur ulangdalam industri kreatif.Kata kunci: limbah plastik PET, filament, 3D print, clutch bag, desain berkelanjutan,
Perancangan Tray, Coaster, Dan Placemat Dari Pengembangan Material Limbah Serbuk Kayu Dengan Matriks Pati Singkong Abdul Malik, Ilham; Windy Octanio Haryanto, Laurensius; Tamara, Pricilla
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dominasi penggunaan material sintetis pada produk rumah tangga yangbelum sepenuhnya ramah lingkungan, serta melimpahnya limbah serbuk kayu dari aktivitas industri pengolahan kayu di Kabupaten Banyumas yang belum termanfaatkan secara optimal berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini membahas perancangan produk rumah tangga berupa tray, coaster, dan placemat dengan menggunakan material komposit berbahan dasar limbah serbuk kayu dan pati singkong. Perancangan ini menggunakan metode Design Thinking yang dilakukan melalui eksperimen tiga rasio komposisi material untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik terbaik. Rasio 50:50 antara serbuk kayu dan pati singkong menunjukkan performa terbaik dari segi kekuatan, ketahanan terhadap air, dan kualitas visual. Adapun tema desain yang digunakan yaitu gaya natural minimalis dengan analisis ergonomi, tren pasar, dan proses produksi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk tray, coaster dan placemat memiliki potensi sebagai alternatif material ramah lingkungan dengan nilai estetika dan fungsional yang baik.Kata kunci: serbuk kayu, pati singkong, biodegradable, material komposit, ramah lingkungan