Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Budaya Informasi Digital: Fondasi Membangun Masyarakat yang Bersosial atau Semakin Individual ? Nuraisyah Nuraisyah; Febritesna Nuraini; Endang Fatmawati; Elvira M. Usulu; Fitrani Amin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1802

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan berubahnya cara manusia dalam melakukan kegiatan sehari-harinya, termasuk di dalamnya cara melakukan komunikasi. Kehadiran informasi digital ini kemudian mempermudah masyarakat untuk melakukan komunikasi dengan orang yang sangat jauh, namun justru di saat yang sama teknologi ini menyebabkan jarak di antara orang-orang yang dekat. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat bagaimana teknologi informasi digital berpengaruh kepada bagaimana masyarakat melakukan komunikasi satu sama lain. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan di dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kemunculan teknologi baru akan menciptakan regulasi-regulasi baru yang dapat menekan dampak negative dari kehadiran infromasi digital ini. Namun pada dasarnya masyarakat sendirilah yang kemudian menentukan, apakah informasi digital dapat membentuk masyarakat yang bersosial atau justru menjauhkan masyarakat menjadi semakin individual.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI BIDANG PEMADAM KEBAKARAN BPBD KABUPATEN JAYAPURA Siti Fatimah; Amril Hans; Hasbi Majid; M. Farid Idris; Elvira M. Usulu; Yuliati Kala’Padang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v7i1.2856

Abstract

Standar Pelayanan Minimal menjadi sangat penting artinya dalam mengaplikasikan berbagai persoalan-persoalan terkait dengan penanggulangan bencana daerah sebagai wujud nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam mengadopsi berbagai kebutuhan masyarakat dengan keterlibatan lebih banyak para pelaku-pelaku (stakeholders) dalam menciptakan Good Governance sesuai dengan tuntutan paradigma baru penanggulangan bencana. Kabupaten Jayapura merupakan daerah yang berpotensi rawan terjadi kebakaran, karena dipengaruhi kondisi topografis. Secara umum permasalahan kebakaran di Kabupaten Jayapura diakibatkan faktor geografis dan faktor manusia, sehingga penanganan kebakaran ini perlu perencanaan dan penanganan yang serius. Untuk mengurangi resiko kebakaran maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura menyusun Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai acuan dalam peningkatan pelayanan dasar pada masyarakat sehingga pelayanan prima yang kita harapkan dapat terwujud.
Pelatihan Gaya Komunikasi Guru Dalam Proses Pembelajaran Muhammad Sawir; Elvira M.Usulu; Farida Tuharea; Andi Annisa Nurlia Mamonto; Izzatul Laili
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): SABAJAYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya komunikasi guru merupakan salah satu cara penting dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Komunikasi merupakan salah satu proses penyampaian informasi berupa pesan melalui komunikator kepada khalayak banyak, baik penyampaiannya berupa bentuk simbol, lambang, atau yang lainnya dengan tujuan dan harapan agar para peserta (siswa) dapat memahaminya. Metode pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang peran dan fungsi guru, meningkatkan pengetahuan tentang kompetensi guru dan meningkatkan kemampuan guru. Berdasarkan hasil mengikuti pelaksanaan ini, terdapat enam jenis komunikasi guru yang sangat baik dan efektif dalam membantu siswa menguasai pelajaran dan mencapai keberhasilan yang optimal. Dan keenam tipe tersebut yakni: Ramah, singkat, penuh perhatian, hidup dan animatif, relaks, serta dramatic yang mana, masing-masing tipe tersebut memiliki ciri-ciri yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Juga, bagi seorang guru harus melihat bahwa terdapat faktor-faktor luar dalam proses pengajaran komunikatif yang telah dipilihnya. Diantaranya yaitu 1) Guru sebagai pesan, 2) Isi/Materi/Pesan, 3) Metode mengajar, 4) Murid/Penerima pesan, 5) Evaluasi/ umpan tarik.
The Influence of Communication Competence, Technological Literacy, and Innovation Climate on Digital Leadership Effectiveness in the Public Service Sector Firman Aziz; Sri Purwati; Eko Nur Hermansyah; Riesna Apramilda; Elvira M. Usulu; Itot Bian Raharjo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4709

Abstract

The current research aims to assess the significance of communication competence, technological literacy, and innovation climate on the digital leadership effectiveness in the public service sector. The public sector leaders have to be very much engaged and along with the public, oversee the transformational digital changes in a very inclusive way. In this regard, a quantitative methodology survey was conducted among the 200 selected civil servants and contract workers of the Indonesian public sector. The sampling method was purposive and the respondents had to comply with the criteria regarding the daily operational work involving digital systems, experience in dealing with digital technology-managed leaders, and participation in the public service innovation cycle. The research tools were validated through a t-test and the reliability was measured using Cronbach's Alpha, while the data suitability was examined through classical assumption tests for normality, heteroscedasticity, and multicollinearity, which are the three main factors affecting the data quality. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine the simultaneous and partial effects between variables. The results showed that all three independent variables had a positive and significant effect on digital leadership effectiveness. Practically, the results can serve as a basis for the government in developing strategies to improve digital leadership competency through communication training, technological literacy, and the creation of an innovative climate within the bureaucracy.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Administrasi E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Keerom Alberth Mainake; Elvira M. Usulu; Faisal Abubakar; Santrio Kamaluddin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.993

Abstract

Di Kabupaten Keerom, Papua, pelaksanaan layanan E-KTP berbasis e-government menghadapi sejumlah tantangan, termasuk faktor geografis, keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Selain itu, kekurangan sumber daya manusia dan koneksi internet yang tidak memadai berkontribusi pada kesulitan dalam akses, proses pelayanan yang lambat, serta hambatan dalam penginputan dan validasi data. Layanan informasi dan pengaduan juga masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pelayanan Administrasi E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Keerom dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 responden yang dipilih secara acak. Analisis mencakup uji validitas dengan korelasi Pearson Product Moment, uji reliabilitas dengan Cronbach's Alpha, dan analisis statistik deskriptif berdasarkan lima dimensi kualitas layanan (SERVQUAL). Hasil menunjukkan bahwa kualitas pelayanan E-KTP di Disdukcapil Kabupaten Keerom berada dalam kategori "Baik" dengan skor rata-rata 3,76, meskipun masih ada kesenjangan antara harapan masyarakat dan kenyataan pelayanan, terutama pada dimensi tangibles dengan nilai gap -0,02. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelayanan administrasi E-KTP telah dilaksanakan dengan baik, masih diperlukan perbaikan dalam beberapa aspek untuk lebih memenuhi ekspektasi masyarakat. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan kecepatan layanan, pengembangan sarana fisik, peningkatan kapasitas pegawai, dan pemanfaatan teknologi informasi yang lebih optimal untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan publik.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Administrasi E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Keerom Alberth Mainake; Elvira M. Usulu; Faisal Abubakar; Santrio Kamaluddin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.993

Abstract

Di Kabupaten Keerom, Papua, pelaksanaan layanan E-KTP berbasis e-government menghadapi sejumlah tantangan, termasuk faktor geografis, keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Selain itu, kekurangan sumber daya manusia dan koneksi internet yang tidak memadai berkontribusi pada kesulitan dalam akses, proses pelayanan yang lambat, serta hambatan dalam penginputan dan validasi data. Layanan informasi dan pengaduan juga masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pelayanan Administrasi E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Keerom dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 responden yang dipilih secara acak. Analisis mencakup uji validitas dengan korelasi Pearson Product Moment, uji reliabilitas dengan Cronbach's Alpha, dan analisis statistik deskriptif berdasarkan lima dimensi kualitas layanan (SERVQUAL). Hasil menunjukkan bahwa kualitas pelayanan E-KTP di Disdukcapil Kabupaten Keerom berada dalam kategori "Baik" dengan skor rata-rata 3,76, meskipun masih ada kesenjangan antara harapan masyarakat dan kenyataan pelayanan, terutama pada dimensi tangibles dengan nilai gap -0,02. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelayanan administrasi E-KTP telah dilaksanakan dengan baik, masih diperlukan perbaikan dalam beberapa aspek untuk lebih memenuhi ekspektasi masyarakat. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan kecepatan layanan, pengembangan sarana fisik, peningkatan kapasitas pegawai, dan pemanfaatan teknologi informasi yang lebih optimal untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan publik.