Elia Tambunan
Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Uang dan Pendeta Pantekosta: Studi Kasus Penatalayan Jemaat Imanuel Pucang Gading Demak Rudy Siahaan; Elia Tambunan; Ruwi Hastuti; Resky Orelemba Gaibu
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v5i2.194

Abstract

Penatalayanan merupakan tata kelola pastoral gerejawi termasuk mengenai uang dengan setia. Akan tetapi, banyak yang mempersoalkan apakah boleh dan pantaskah keuangan gereja ditangani gembala jemaat, hal tersebut merupakan tujuan tulisan ini yang akan dijawab. Penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Imanuel Pucang Gading Demak, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan justru oleh moralitas uang dengan cash and flow Pantekosta, yakni kepemilikan harta benda dalam prinsip-prinsip Alkitab, dijalankan bertanggung jawab, akuntabilitas pengelolaan, dan menghargai berkat Tuhan. Hal itu mampu meningkatkan neraca gereja khususnya persembahan perpuluhan jemaat. Sesuai dengan ketentuan organisasi, gembala justru menujukkan keteladanan dengan tertib dan terbuka dalam menyetor perpuluhan ke Majelis Wilayah berdampak baik kepada jemaat, sehingga mereka berbuat hal sama ke gereja lokal.
AKU TELAH SEMBUH: Pengalaman Doktrinal Sebagai Kenyataan Sosio-Teologis Pantekosta Elia Tambunan; Sang Putra Immanuel Duha
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v2i2.135

Abstract

This article is written in a social research landscape with Pentecostal theology, namely divine healing as an object of study, by using a critical study method of literary sources, including social media. The question to be answered for the academic field in Indonesia is how to modernize theology as a science that integrates with social science. So far there is a scientific problem. The Bible as the main object of study is too focused on the analysis of biblical texts. Science in these institutions seems to be ignorant of social praxis. The Bible contains narratives of the experience, and history of tribes, societies, and nations. We build our meaning of social theories with systematic theology to produce a theoretical framework. The findings, "I have been healed", not only as a theological expression but has a broad social impact. Through it, we contribute a framework of Pentecostal socio-theological reality to the study of global Pantecostalism which is useful as an empirical working tool in understanding the experiences of biblical text societies and contextual societies.ABSTRAKIni adalah tulisan dalam lansekap penelitian sosial dengan teologi Pantekosta yakni kesembuhan Ilahi sebagai objek kajian, dilakukan dengan metode studi kritik sumber literatur, termasuk media sosial. Pertanyaan yang hendak dijawab untuk ladang akademik di Indonesia, bagaimana cara untuk memodernisasi teologi sebagai ilmu mengintegrasikan dengan sosial sains? Sejauh ini memang ada problem keilmuan. Alkitab sebagai objek utama dari studi terlalu berkutat pada analisis teks biblis. Keilmuan dalam institusi tersebut terkesan abai dengan praksis sosial. Padahal, Alkitab memuat narasi pengalaman, sejarah puak-puak, masyarakat, bangsa-bangsa. Kami membangun pemaknaan sendiri atas teori-teori sosial dengan teologi sistematika untuk menghasilkan kerangka teori. Dalam temuan kami, “aku telah sembuh”, tak hanya sebagai ungkapan teologis tetapi memiliki impak sosial luas. Lewat temuan, kami menyumbangkan kerangka pikir kenyataan sosio-teologis Pantekosta untuk studi Pantekostalisme global yang berguna sebagai alat kerja empiris dalam memahami pengalaman masyarakat teks biblis dan masyarakat kontekstual.Kata Kunci: Kenyataan Sosio-Teologis; Pantekosta; Pengalaman Doktrinal; Teologi Sistematika
Sejarah Kontestasi Kristologi: Relasi Kuasa Otoritas dengan Kepemilikan Bapa-Bapa Gereja Elia Tambunan; Lindung Saputra Marpaung
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i1.350

Abstract

Formulasi ajaran Kristen penuh dengan sejarah kontestasi bermula dari dalam kekristenan. Kontestasi dimotori para tokoh sentral akhirnya menghasilkan polarisasi wilayah kekristenan pada abad pertama hingga keempat yang mencuatkan Kekristenan Yudaisme, Nikolaisme, Ebionitisme, Nestorianisme, Eutykianisme, Arianisme. Para sarjana sebelumnya sangat fokus meneliti isi ajaran mereka dan label sesat yang dilekatkan oleh Konsili gereja. Masalah akademisnya justru terletak di sana. Tidak banyak yang meneliti bahwa pada saat bersamaan para tokoh utama berselisih dalam posisi sebagai pemimpin gereja misalnya Uskup, Presbiter, Diaken juga pejabat kekaisaran Romawi. Posisi “enak” tersebut tidak mungkin terhindar dari kepentingan lain di luar urusan othodoksi doktrin. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif meneliti sumber literatur kuno dan publikasi terbaru dalam berbagai bentuk. Alih-alih hadir membahas isi Kristologi, pemikiran atau dogmatika Kristen, lewat tulisan ini kami menempatkan Kristologi dalam bidang ekonomi-politik Studi Sistematika dan Biblika dengan pendekatan sejarah. Kami “temukan”, benar ada fenomena sejarah kekristenan melibatkan jalinan kuasa otoritas sebagai tokoh utama Kristen, dalam posisi sebagai pejabat negara dan kepemilikan wilayah yang ditugaskan Kaisar sebagai Bapa-Bapa Gereja.
Teologi Misi, Pendidikan Perdamaian dan Keadilan Umat Beragama di Indonesia dalam Perspektif Alkitab dan Pengamalan Kristiani   Hesra Sembiring; Elia Tambunan
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.54

Abstract

The life of Christians who are Indonesians in the reality of religious people is unique. For Christians, there is a social understanding of the importance of peace in public life contained in the Bible is no longer limited to religious books but also social life books that validate religious people to influence social structures. Understanding is born from social relations that are realized and then constructed because reading the Bible is the Word of God that is accepted, recognized and used in a religious society as something sacred and authoritative. The content is a life lesson that initiates various forms of social affirmative action. The theoretical concept that underlies this paper we build on Christian theaching. This is a descriptive qualitative research with a literature study by a critical reading of many cited literatures and digital ethnography. The goal is to build an academic framework that is useful as analitical instrument to conduct field research that can be used and continued to be developed by other academics. It was found that even the essence of peace, justice is difficult to realize, but the Bible can be a common value for humans. The novelty offered in this paper is that the theology, mission, and education of Shalom Christianity in a plural and multicultural religious community is based on the use of religious books as teachings for each individual and society, not only understood as a discourse on conflict justification, but also lived every day. Abstrak Hidup orang Kristen yang adalah orang Indonesia dalam kenyataan umat beragama ialah unik. Bagi Kristen ada keinsyafan sosial betapa pentingnya perdamaian dalam kehidupan publik yang termuat pada Alkitab bukan lagi sebatas kitab keagamaan namun juga kitab kehidupan sosial yang memvalidasi umat beragama untuk mempengaruhi struktur sosial. Keinsyafaran lahir dari relasi sosial yang tersadari lalu terbangun karena membaca Alkitab adalah Firman Allah yang diterima, diakui dan digunakan dalam suatu masyarakat beragama sebagai sesuatu yang suci sekaligus berwibawa. Isinya adalah ajaran kehidupan yang menginisiasi berbagai corak tindakan afirmatif sosial. Konsep teoritis yang melandasi tulisan ini kami bangun berdasarkan ajaran Kristen. Ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan namun disertai pembacaan kritis terhadap banyak literatur yang dicitasi dan etnografi digital. Tujuannya ialah membangun kerangka kerja akademis yang berguna sebagai instrumen analisis ketika melakukan penelitian lapangan yang dapat dipakai dan terus dikembangkan oleh akademisi lainnya. Ditemukan bahwa esensi perdamaian, keadilan sekalipun sulit mewujudkannya, namun Alkitab dapat menjadi common values bagi manusia. Kebaruan ditawarkan dalam tulisan ini adalah teologi misi dan pendidikan Shalom Kristen dalam umat beragama yang plural dan multikultural didaraskan dari penggunaan kitab keagamaan sebagai ajaran bagi tiap-tiap individu maupun sosial tidak dipahami sebatas wacana justifikasi konflik tetapi juga terhidupi setiap hari.
Lingkungan dan Iman: Edukasi Deep Ecology dalam Perspektif Ekoteologi di GBI My Home Tanjung Uban Jabes Pasaribu; Elia Tambunan; Candra Gunawan Marisi; Ardianto Lahagu; Didimus Sutanto B. Prasetya
Journal Of Social Empowerment Publications Vol 2 No 1: JOSEP (Journal Of Society Empowerment Publications) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69668/josep.v2i1.77

Abstract

Human survival with the existing ecosystem is experiencing imbalance. With data on increasing environmental damage as a call for all organizations to share the spirit of deep ecology which in this PkM is based on Ecotheology with the aim of fostering ecological awareness of the congregation through an ecotheological approach based on the Bible which takes place at GBI My Home Tanjung Uban. The activity was carried out by a team where lecturers and students from the Real Batam Theological College on April 26, 2025 as devotees. The method used is participatory education with a combination of counseling, theological discussions and direct practice of arranging church yards. The results of the activity showed an increase in the congregation's understanding of the relationship between faith and the environment, changes in mindset towards nature, and active involvement in maintaining the cleanliness and beauty of the worship space. So it can be concluded that the environment and faith are one in respecting the ecosystem as a creation in divine nature as a call for the spirit of natural balance and arrangement and continuity of life that coexist. Abstrak Keberlangsungan hidup manusia dengan ekosistem yang ada tengah mengalami ketimpangan. Dengan data yang kerusakan alam yang semankin meningkat sebagai seruan bagi semua organisasi untuk membagikan semangat deep ecology yang dalam PkM ini berpijak pada Ekoteologi dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis jemaat melalui pendekatan ekoteologi yang berlandaskan Alkitab yang bertempat di GBI My Home Tanjung Uban. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dimana dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teologi Real Batam pada tanggal 26 April 2025 sebagai pengabdi. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan kombinasi penyuluhan, diskusi teologis dan praktik langsung menata pekarangan gereja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jemaat terhadap hubungan antara iman dan lingkungan, perubahan pola pikir terhadap alam, serta keterlibatan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan ruang ibadah. Maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan dan iman adalah satu kesatuan dalam menghormati ekosistem sebagai ciptaan dalam kodrat ilahi sebagai seruan akan semangat keseimbangan alam dan penataan dan kelangsungan hidup yang berdampingan.