Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Reposisi Hakikat Beragama di tengah Kemajemukan Indonesia Didimus Sutanto B Prasetya; Candra Gunawan Marisi
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v4i2.95

Abstract

The philosophy of the state of the Indonesian people is Pancasila with the first principle " Belief in One Supreme God" meaning that Indonesian citizens are human beings who believe in God in the diversity of beliefs and religions in Indonesia. It is ironic that as a country based on God, religion has become an identity to be proud of, but the moral decline is also shown. This study aims to find and reposition the nature of religion in realizing religious moderation in Indonesia's pluralism. The method in this research is descriptive qualitative, where data is collected through research literature in the form of books and journals related to the topic of the problem. Religion should be placed in a private space. This restores religion as the most essential human right, there is no majority or minority, every individual has the same rights. Based on this understanding, religion and the nature of religion must be positioned in the privacy of each individual, so that religion is not indicated by its level of religiosity alone but rather to its spiritual level, personal relationship with God. AbstrakFalsafah bangsa Indonesia adalah Pancasila dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” artinya bahwa warga negara Indonesia merupakan manusia yang ber-Tuhan dalam kebera-gaman kepercayaan dan agama di Indonesia. Ironis sebagai negara yang berlandaskan Ketuhanan, agama menjadi suatu identitas yang dibanggakan namun kemerosotan moral juga dipertontonkan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memposisikan kembali hakikat beragama dalam mewujudkan moderasi beragama di tengah kemajemukan Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui literatur research yang berupa buku maupun jurnal yang berkaitan dengan topik permasalahan tersebut. Agama harus ditem-patkan pada ruang pribadi. Hal ini mengembalikan agama sebagai hak asasi manusia yang paling hakiki, tidak ada pemeluk mayoritas ataupun pemeluk minoritas, setiap individu memiliki hak yang sama. Berdasar dari pemahaman tersebut, agama dan hakikat beragama harus diposisikan pada ruang privasi setiap individu, sehingga agama bukanlah ditunjukkan dengan tingkat religio-sitasnya semata melainkan lebih kepada tingkat spiritualnya, hubungan pribadi dengan Tuhannya.
Menstimulasi Praktik Gereja Rumah di tengah Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Candra Gunawan Marisi; T. Mangiring Tua Togatorop; Handreas Hartono
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i1.166

Abstract

This paper is an analysis of various collective resources to consider the current practice of churches in Indonesia in connection with the Covid-19 pandemic. Government regulations have restricted social gatherings, including worship in churches, to break the chain of the spread of this deadly plague. Finally, worship was held online by adopting internet-based technology to carry out worship in their respective homes. This paper is qualitative research litera-ture to analyze the Covid-19 phenomenon from the perspective of Christian theology. As a conclusion, the church must see the pandemic outbreak as an opportunity to stimulate the rise of house churches through the government's social restriction policy regarding religious worship. The house church is typical of the church carried out by the early church in the Acts. Abstrak Paper ini adalah analisis berbagai sumber daya kolektif untuk mem-pertimbangkan praktik gereja-gereja di Indonesia saat ini sehubungan dengan pandemi Covid-19. Peraturan pemerintah telah membatasi pertemuan sosial, termasuk ibadah di gereja demi memutus rantai penyebaran wabah yang mematikan ini. Akhirnya, ibadah pun diadakan secara online dengan mengadopsi teknologi berbasis internet untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Paper ini merupakan penelitian kualitatif literatur untuk menganalisis fenomena Covid-19 ini dari perspektif teologi Kristen. Sebagai kesimpulannya, gereja harus melihat peristiwa wabah pandemi ini sebagai kesempatan untuk menstimulasi bangkitnya gereja rumah melalui kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah terkait ibadah keagamaan. Gereja rumah merupakan tipikal gereja yang dilakukan oleh gereja mula-mula di dalam Kisah Para Rasul.
PELAYANAN DAN BAKTI SOSIAL PASCA BANJIR DI KOTA TANJUNGPINANG: SEBAGAI WUJUD RASA KEMANUSIAAN Fransiskus Irwan Widjaja; Talizaro Tafonao; Benteng Martua Mahuraja Purba; Sabar Manahan Hutagalung; Candra Gunawan Marisi; Fredy Simanjuntak; Selvyen Sophia; Efvi Noyita
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v2i1.198

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah memberi dorongan secara moral dan psikologi lewat pelayanan dan bakti sosial kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Pelayanan dan bakti sosial yang dilakukan oleh tim didasarkan pada rasa kepedulian terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat/mitra. Situasi masyarakat saat itu masih dalam kondisi bingung dan takut karena situasi yang masih mencekam. Tetapi dengan hadirnya para tim pengabdian di lapangan/lokasi sangat membawa pengaruh positif kepada masyarakat melalui aktifitas yang dilakukan. Artinya bahwa masyarakat yang sedang mengalami musibah sangat perlu ditolong dan diperhatikan sebagaimana ulasan dalam artikel ini. Bentuk dan metode kegiatan yang dilakukan adalah pelayanan dan bakti sosial dengan pendekatan sosiologis secara humanis. Hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar 85%. Hal ini nampak pada aktifitas yang telah dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat serta apresiasi dari seluruh masyarakat dan pemerintah berdasarkan penjelasan dan uraian dalam tulisan ini.
Pujian dan Penyembahan Sebagai Strategi Pemuridan di Bethany Church Malaysia, Ipoh-Perak Didimus Sutanto B Prasetya; Martina Novalina; Candra Gunawan Marisi; Joni MP Gultom; Ronald Sianipar
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v4i2.276

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ipoh-Perak, Malaysia sebagian besar memiliki masalah multidimensi dari kampung halaman; umumnya mengalami rendah diri, tidak mempunyai cita-cita, umur relatif muda dan miskin akan pengalaman. Tekanan demi tekanan dari lingkungan pekerjaan, masalah ekonomi, pergaulan buruk dan kekuatiran masa depan di negeri asing justru menambah dampak negatif psikologi. Gereja menjadi bagian penting untuk memberikan pendampingan dan kekuatan iman kepada PMI tersebut, gereja mengelola, mengatur dan melibatkan jemaat dalam pelayanan dan menjaga pengajaran yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui strategi pentingnya peranan pujian dan penyembahan sebagai strategi pemuridan di BCM Ipoh, Malaysia, (2) mengetahui fungsi pujian dan penyembahan sebagai cara yang berkesinambungan dalam pemulihan gambar diri. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau literatur. Sebagai hasilnya adalah pujian dan penyembahan dapat menjadi suatu strategi dalam pemuridan yaitu, sebagai pengajaran yang akan menuntun umat kepada pengertian yang benar sehingga menghasilkan respon dan iman kepercayaan (Rom. 10:17). Pujian dan penyembahan memiliki peranan yang penting untuk menyadarkan umat akan posisinya di dalam Kristus dan menyadarkan akan dosa, sehingga bertobat dan berbalik kepada jalan Tuhan, pengalaman pribadi dengan Tuhan, mendatangkan hadirat Tuhan yang membangun iman, harapan dan kasih sehingga menjadi kunci pembuka dalam memulihkan gambar diri PMI di Malaysia.
Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara Candra Gunawan Marisi; Didimus Sutanto B. Prasetya; Dewi Lidya S; Rikson Situmorang
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.852 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.367

Abstract

Indonesia merupakan bangsa yang dikarunia Tuhan dengan kekayaan akan keragaman budayanya. Kekayaan khasanah budaya nusantara telah memikat dan menarik perhatian masyarakat mancanegara. Kekaguman mereka akan budaya nusantara membawa ketertarikan untuk mempelajari corak dan keragaman budaya bumi khatulistiwa ini. Budaya yang memikat dunia manca ternyata berbanding terbalik dengan di dalam negeri sendiri, di mana masyarakat Indonesia, tidak lagi menghargai dan melestarikannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan deskriptif untuk melihat bagaimana pandangan etika terhadap kebudayaan nusantara dan begaimana tanggung jawab etika teologi dalam menjaga kelestarian kebudayaan nusantara. Dalam tanggung jawabnya melestarikan budaya nusantara, maka etika teologi berperan terhadap adanya inkulturasi dan kontekstualisasi Injil dan Budaya. Injil harus dapat menerangi kebudayaan, sehingga dalam kontekstualisasi, konteks (budaya) harus diterangi oleh teks (Alkitab). Injil lebih tinggi dari budaya, sehingga budaya nusantara yang netral dan tidak bertentangan dengan Injil harus dapat dilestarikan.
Pembinaan Warga Gereja dalam Menumbuhkan Spiritualitas Remaja-Pemuda di GEPKIM Kampung Bumi Permai Kota Batam Candra Gunawan Marisi; Yohanes Tarigan; Alexander Djuang Papay; Ferdinandes Petrus Bunthu; Anton; Ivan; Yesimeli; Efendy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.823 KB)

Abstract

Pendidikan Agama Kristen Keluarga perlu dilaksanakan oleh setiap orang tua Kristen agar dapat membina dan mengajar anak-anak mereka hidup dalam kebenaran, khususnya bagi kaum remaja pemuda supaya mengalami pertumbuhan spiritualitas yang baik, meski diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang ada di era digital saat ini. Oleh sebab itu, Program Studi Magister Teologi, Sekolah Tinggi Teologi Real Batam telah melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan pembinaan kepada para orang tua Kristen. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan para orang tua dalam mempersiapkan generasi remaja-pemuda yang berkarakter Kristus. Kegiatan ini telah diikuti oleh 43 orang dari para orang tua dan remaja jemaat GEPKIM Kampung Bumi Permai Kota. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah menghasilkan para orang tua yang memiliki pengetahuan dan kreatifitas yang dapat meningkatkan spiritualitas remaja-pemuda yang seturut dengan ajaran iman Kristen.
Kepemimpinan Pendeta Gereja Suku di Zaman Modern: Sebuah Studi di Kecamatan Moro’õ, Kabupaten Nias Barat Hendrik Bernadus Tetelepta; Candra Gunawan Marisi; Famati Waruwu; Nestilina Gulo
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2: Juni 2023
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v4i2.67

Abstract

Reading the leadership of the Pastor at the Suku church in Moro'o District, West Nias plays an important role that must be understood, considering that they are genuine 'Ono Niha' who grew up and were brought up with the cultural values of traditional leadership. This study used a descriptive qualitative research methodology with a descriptive approach. The study results show that the leadership of Pastors in modern times is influenced by traditional leadership so that they do not lose their cultural identity in modern times. This leadership becomes a form of negotiating space mutually tug-of-war with modern leaders. This gives everyone an understanding that even though the Pastor has acquired modern knowledge mobilized by Christian religious higher education, traditional leadership is still being absorbed and maintained in modern times.  AbstrakMembaca kepemimpinan Pendeta di gereja Suku di Kecamatan Moro'o, Nias Barat meme-gang peranan penting yang harus dipahami, mengingat mereka adalah ‘Ono Niha’ asli yang tumbuh dan dibesarkan dengan nilai-nilai budaya kepemimpinan tradisional. Dalam penelitian ini, digunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kepemimpinan Pendeta di zaman modern dipengaruhi oleh kepemimpinan tradisional agar mereka tidak kehilangan identitas budaya mereka di zaman modern. Kepemimpinan ini menjadi sebentuk ruang negosiasi yang saling tarik ulur dengan kepemimpin modren.  Ini memberikan pemahaman kepada siapa pun bahwa meskipun Pendeta telah memperoleh pengetahuan modern yang dimobilisasi oleh pendidikan tinggi keaagamaan Kristen, namun kepemimpinan tradisi tetap diserap dan dipertahankan di zaman modern.  
Modifikasi Pemuridan dalam Mempersiapkan Generasi Digital Menghadapi Tantangan Zaman: Analisis Pemuridan dalam Perjanjian Lama Didimus Sutanto B Prasetya; Candra Gunawan Marisi
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 3, No 2: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9876/temisien.v3i2.80

Abstract

Generasi digital memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi kemajuan zaman yang sarat dengan kecanggihan teknologi. Kemajuan teknologi ini berdampak pada ketakutan dan kekuatiran generasi digital dalam menghadapi persaingan dunia kerja sekaligus mengalami disrupsi akan spiritualitas keimanannya. Hal ini merupakan ironi yang melanda generasi digital. Gereja sebagai mandataris Allah, harus dapat menjawab tantangan ini dalam mempersiapkan generasi yang takut akan Tuhan tetapi juga kompeten dalam bidang keahliannya. Tulisan ini bertujuan untuk merumuskan suatu metode atau model pemuridan yang relevan untuk generasi masa kini sehingga dapat menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui riset literatur dan metode induktif melalui analisis pemuridan Musa dan Elia dalam Perjanjian Lama. Pemuridan vokasional menjadi salah satu model pemuridan yang dapat menjawab kebutuhan generasi saat ini dengan memilih murid; profesionalitas; melibatkan dan mendelegasikan.
Case Study Of Mawe Tradition: The Theology Study Of Spirit Summoning Rituals In Buru Island, Maluku Candra Gunawan Marisi; Didimus Sutanto B Prasetya; Riski Tasijawa
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v4i2.707

Abstract

Cultural traditions in Indonesia are very diverse, including the Mawe tradition on Buru Island, Maluku which is believed to be able to provide clues to uncover cases or problems that often occur. Uniquely, this tradition uses the spirits of deceased ancestors, which is a ritual led by traditional elders to provide clues that can explain a problem. This study uses a qualitative method with a case study approach and analysis of supporting Bible verses. As a result, from the theological studies conducted, it is known that rituals of seances have also been carried out in the biblical tradition, but it is clear that this tradition is contrary to the Bible. The Christian theological view is very clear that believers are not justified under any circumstances to perform seances because it is a form of syncretism.
Inkarnasi Yesus Kristus: Sebagai Langkah Interupsi Praktek Bully di Kalangan Siswa Abad 21 Evarisman Nehe; Esron Sibuea; Etaprida Zai; Candra Gunawan Marisi
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i1.29-50

Abstract

Masalah utama dialami oleh para pelaku pedagogi abad 21 ini adalah memudarnya nilai – nilai karakter peserta didik diantaranya terkait perundungan siber atau cyberbullying. Praktek Bully menimbulkan rasa malu, sakit secara fisik, terhina, terancam, dan bila terus berulang berdampak pada psikologis korban. Oleh karenannya masalah yang dirumuskan adalah Apakah itu inkarnasi dalam bingkai kristologi? dan Bagaimanakah persoalan Bully yang terjadi di kalangan siswa abad 21 ini? Dan tujuan penelitian hendak mengkaji makna inkarnasi Yesus Kristus dalam bingkai kristologi dan bagaimana integrasinya dalam menginterupsi praktek bully dalam sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir biblikal dengan mengeksegese Injil Yohanes 1:1,14 diharapkan diperoleh penjelasan teologis tentang dasar kristologi yang kuat dan mampu memberi solusi praktis menginterupsi praktek bully di kalangan siswa abad 21. Hasil kajian penelitian ini mengusung suatu konsep baru bagi penanganan praktek bully di sekolah yang mengajak guru berkolaborasi dan siswa untuk menghidupi makna Inkarnasi Yesus Kristus yang memandang kelemahan dan kekurangan bahkan kehinaan manusia dengan tindakan kasih yang nyata, memulihkan, bukan justru membuly. Konsep inilah yang saya bahasakan sebagai inkarnasi menginterupsi bully.