Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AKU TELAH SEMBUH: Pengalaman Doktrinal Sebagai Kenyataan Sosio-Teologis Pantekosta Elia Tambunan; Sang Putra Immanuel Duha
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v2i2.135

Abstract

This article is written in a social research landscape with Pentecostal theology, namely divine healing as an object of study, by using a critical study method of literary sources, including social media. The question to be answered for the academic field in Indonesia is how to modernize theology as a science that integrates with social science. So far there is a scientific problem. The Bible as the main object of study is too focused on the analysis of biblical texts. Science in these institutions seems to be ignorant of social praxis. The Bible contains narratives of the experience, and history of tribes, societies, and nations. We build our meaning of social theories with systematic theology to produce a theoretical framework. The findings, "I have been healed", not only as a theological expression but has a broad social impact. Through it, we contribute a framework of Pentecostal socio-theological reality to the study of global Pantecostalism which is useful as an empirical working tool in understanding the experiences of biblical text societies and contextual societies.ABSTRAKIni adalah tulisan dalam lansekap penelitian sosial dengan teologi Pantekosta yakni kesembuhan Ilahi sebagai objek kajian, dilakukan dengan metode studi kritik sumber literatur, termasuk media sosial. Pertanyaan yang hendak dijawab untuk ladang akademik di Indonesia, bagaimana cara untuk memodernisasi teologi sebagai ilmu mengintegrasikan dengan sosial sains? Sejauh ini memang ada problem keilmuan. Alkitab sebagai objek utama dari studi terlalu berkutat pada analisis teks biblis. Keilmuan dalam institusi tersebut terkesan abai dengan praksis sosial. Padahal, Alkitab memuat narasi pengalaman, sejarah puak-puak, masyarakat, bangsa-bangsa. Kami membangun pemaknaan sendiri atas teori-teori sosial dengan teologi sistematika untuk menghasilkan kerangka teori. Dalam temuan kami, “aku telah sembuh”, tak hanya sebagai ungkapan teologis tetapi memiliki impak sosial luas. Lewat temuan, kami menyumbangkan kerangka pikir kenyataan sosio-teologis Pantekosta untuk studi Pantekostalisme global yang berguna sebagai alat kerja empiris dalam memahami pengalaman masyarakat teks biblis dan masyarakat kontekstual.Kata Kunci: Kenyataan Sosio-Teologis; Pantekosta; Pengalaman Doktrinal; Teologi Sistematika
Membangkitkan Semangat Kepemimpinan Kristen dalam Lingkungan Aras Nasional PGPI dan PGLII di Tanjung Balai Karimun Joni Manumpak Parulian Gultom; Hendrik Bernardus Tetelepta; Jan Lukas; Vicky BGD Paat; Fransiskus Irwan Widjaja; Otieli Harefa; Sang Putra Immanuel Duha; Septerianus Waruwu; Abehud Bawatji; Yusnoveri; Samuel Manaransyah; Rikson Situmorang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1016

Abstract

Kepemimpinan merupakan sarana pencapaian visi dan kesuksesan suatu organisasi, sehingga diperlukan kualifikasi dan semangat kepemimpinan yang baik. Banyak orang sangat ingin menjadi pemimpin untuk dapat masuk dalam status “elit” dari suatu sistem sosial dengan motivasi utama adalah kekuasaan, kehormatan, fasilitas, penampilan, pencitraan dan hak-hak istimewa lainnya (privillege). Mereka kurang menyadari bahwa tugas seorang pemimpin sejati memerlukan lebih banyak pengabdian, tanggungjawab, dan kebenaran. Itulah fenomena yang banyak dijumpai, orang ingin menjadi pemimpin bukan sebagai pengabdian, tetapi untuk mencari keuntungan dan kesenangan bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, program studi Doktoral Teologi STT Real Batam melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk membangkitkan semangat kepemimpinan Kristen di lingkungan Aras Nasional PGPI dan PGLII. Kegiatan ini telah diikuti kurang lebih 27 peserta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya mengenai kepemimpinan Kristen, fungsi dan tujuan kepemimpinan Kristen, sikap seorang pemimpin gereja, dan bagaimana cara membangkitkan semangat kepemimpinan Kristen agar tetap berkobar setiap saat. Dengan begitu, setiap peserta memiliki pengetahuan yang memadai tentang kepemimpinan Kristen dalam gereja yang ideal dan sejalan dengan ajaran iman Kristen.
Pendekatan Holistik dalam Penanganan Anak Autis Berdasarkan Mazmur 103:13 Sang Putra Immanuel Duha
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.447

Abstract

The holistic approach to the treatment of children with autism that integrates Psalm 103:13 aims to give comprehensive attention to children's needs, acknowledge their uniqueness, and facilitate the development of their potential. The method used in this study uses qualitative methods by involving collaboration between parents, medical personnel, educators, and spiritual support from religious communities. Medical interventions, behavioral therapy, tailored education, and social skills development are part of this approach. Expected outcomes include comprehensive support, improved social and communication skills, and the provision of a sense of peace and meaning in life through spiritual support. The holistic approach aims to gain independence of children with autism, help them reach their full potential, and become active members of society. This approach provides holistic and coordinated care, paying attention to all aspects of the child's life. Thus, children with autism can grow and develop optimally.Keywords: Holistic Approach; Autistic Children; Psalm 103:13AbstrakPendekatan holistik dalam penanganan anak dengan autis yang mengintegrasikan dari Mazmur 103:13 bertujuan memberikan perhatian menyeluruh pada kebutuhan anak, mengakui keunikan mereka, dan memfasilitasi pengembangan potensi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan kolaborasi antara orang tua, tenaga medis, pendidik, dan dukungan spiritual dari komunitas agama. Intervensi medis, terapi perilaku, pendidikan yang disesuaikan, dan pengembangan keterampilan sosial menjadi bagian dari pendekatan ini. Hasil yang diharapkan meliputi dukungan komprehensif, peningkatan keterampilan sosial dan komunikasi, serta pemberian rasa kedamaian dan makna hidup melalui dukungan spiritual. Pendekatan holistik bertujuan memperoleh kemandirian anak dengan autis, membantu mereka mencapai potensi penuh, dan menjadi anggota masyarakat yang aktif. Pendekatan ini memberikan perawatan yang holistik dan terkoordinasi, memperhatikan semua aspek kehidupan anak. Dengan demikian, anak-anak dengan autis dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.Kata Kunci: Pendekatan holistik; Anak Autis; Mazmur 103:13 
Pandangan Alkitab Tentang Gereja sebagai Komunitas Pembelajaran dan Pembinaan pada Masa Kini Markus Tuhumury; Sang Putra Immanuel Duha; Jekson Tulus
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.130

Abstract

Social transformation due to technological advances have changed the way humans relate. Relationships can be developed more easily, cheaper and faster. As a community, the church is "forced" to review whether the methods of educating and coaching in faith that have been implemented so far still meet the needs of contemporary congregations. Through a qualitative method of literature approach, the researchers investigated how the Bible views this matter, and found that closeness of relationships or relations between members is the main indicator in learning and faith formation, as done by the early church. Bringing the church back to its original design as a community of God's family (oikos), by taking advantage of today's technological advances, will make the church a constructive place for educating and coaching in the faith of its members. AbstrakPerubahan sosial akibat kemajuan teknologi telah mengubah cara manusia berelasi juga berasosiasi. Relasi dapat dikembangkan dengan lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat. Sebagai komunitas, gereja “dipaksa” untuk mengkaji ulang kembali, apakah metode pembelajaran dan pembinaan iman yang selama ini diterapkan masih menjawab kebutuhan jemaat kekinian. Melalui metode kualitatif pendekatan kepustakaan, peneliti menyelidiki bagaimana pandangan Alkitab mengenai hal ini, dan menemukan bahwa kedekatan hubungan atau relasi antar-anggota merupakan indikator utama dalam pembelajaran dan pembinaan iman, seperti yang dilakukan oleh jemaat mula-mula. Membawa gereja kembali ke desainnya semula sebagai persekutuan keluarga Allah (oikos), dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sekarang, akan menjadikan gereja sebagai tempat yang konstruktif untuk pembelajaran dan pembinaan iman anggotanya.Kata Kunci: Pembelajaran, Pembinaan, Gereja, Komunitas.