Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Marketing Mix pada Objek Wisata Dira Park Ambulu dalam Menciptakan Pengelolaan Berkelanjutan: (Studi Kasus : Dira Park Ambulu) Agung Sulistyo; Suhartapa Suhartapa; Alif Wibowo
Tourism Scientific Journal Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8 No 1 Desember 2022
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32659/tsj.v8i1.217

Abstract

Tourism is an important contributor to the regional economy. This condition confirms that tourism needs to be well prepared. The presence of the COVID-19 pandemic has had an impact on all sectors, including tourism. This situation is characterized by a decrease in the number of tourist visits, both local and foreign. Another impact of the pandemic is the lack of management focus on managing tourist attractions. These conditions directly affect the implementation of marketing strategies in achieving management targets. The purpose of this study is to analyze the application of the 7p marketing mix to the tourist attraction of Dira Park Ambulu in creating sustainable creative tourism. A qualitative design is used in this study, which explores everything about managing tourist attractions. Data collection through interviews combined with the 7p marketing mix instrument. The selected informants came from management, employees, and visitors who were enjoying Dira Park Ambulu's services. The Miles Huberman method is used in data processing and analysis through the stages of transcription, reduction, coding, categorization, and drawing conclusions. The study's findings show what would happen if Dira Park Ambulu's tourist attraction did not meet the 7-point marketing mix concept. Some of the instruments used in the 7p marketing mix instrument, including products, prices, marketing distribution channels, promotions, human resources, processes, and physical evidence, have not been fully implemented. The results of this study confirm that the management of the Dira Park Ambulu tourist attraction needs to thoroughly implement the 7p marketing mix instrument.
MOTIVASI WIRAUSAHA BAGI PELAKU UMKM DESA WISATA NGLANGGERAN GUNUNGKIDUL Suhartapa Suhartapa; Ary Subiyantoro; Susatyo Herlambang
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol 1 No 1 (2022): HIKMAYO: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v1i1.48

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendampingan pengelolaan usaha UMKM dengan pokok pembahasan Motivasi Wirusaha bagi pelaku UMKM di Desa Wisata Nglanggeran Kapanewon Patuk Gunungkidul. Sasaran yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah pelaku usaha UMKM di Desa Wisata Nglanggeran Kapanewon Patuk Gunungkidul. Pengabdian masyarakat ini diikuti peserta pelaku UMKM sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan adalah Tatap muka di dalam ruangan dengan pemberian materi oleh nara sumber dan dilanjutkan dengan diskusi / Tanya jawab terkait Motivasi Wirausaha UMKM. Rumusan masalah yang digunakan adalah Bagaimana pelaksanaan Motivasi Wirusaha UMKM di Desa Wisata Nglanggeran Kapanewon Patuk Gunungkidul.? Dari hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini didapatkan bahwa pelaku UMKM siap untuk melakukan perubahan dalam kemasan dan pemasaran serta perubahan manajemen usaha UMKM di Desa Wisata Nglanggeran Kapanewon Patuk Gunungkidul serta ada kepastian pendampingan usaha UMKM dari Pihak Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta secara berkelanjutan.
POTENSI BUDAYA LOKAL DALAM MEMPENGARUHI MINAT KUNJUNG WISATAWAN NUSANTARA KE WAE REBO NUSA TENGGARA TIMUR Suhartapa Suhartapa; Lidia Lestari Ayu Devani; Sabda Elisa Priyanto
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i1.714

Abstract

AbstractWae Rebo, a village in East Nusa Tenggara, is renowned for its ability to preserve local traditions in customs, architecture, and lifestyle. This uniqueness attracts both domestic and international tourists. This study aims to analyze the local cultural factors influencing the interest of domestic tourists in visiting Wae Rebo, focusing on three main variables: ideas, activities, and artifacts. A quantitative method was employed using a simple random sampling technique, involving 100 respondents who had visited the village. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression to examine the relationship between local cultural factors and tourists' revisit intention. The results indicate that all three cultural variables significantly influence tourist interest, with activities and artifacts having a more dominant impact. These findings highlight that local culture plays a crucial role in tourism attractiveness and can serve as a key element in developing culture-based tourism in Wae Rebo. Therefore, preserving and promoting local culture is essential to enhancing tourist appeal and supporting sustainable tourism in the village.Keywords: Local Culture; Ideas; Activities; Artifacts; Interested in VisitingAbstrakWae Rebo, desa di Nusa Tenggara Timur, dikenal karena kemampuannya melestarikan tradisi lokal dalam adat, arsitektur, dan gaya hidup masyarakatnya. Keunikan ini menarik minat wisatawan, baik domestik maupun internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor budaya lokal yang mempengaruhi minat kunjungan wisatawan nusantara ke Wae Rebo, dengan fokus pada tiga variabel utama: ide atau gagasan, aktivitas, dan artefak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik simple random sampling, melibatkan 100 responden yang telah mengunjungi desa tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara faktor budaya lokal dan minat kunjungan ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap minat wisatawan, dengan aktivitas dan artefak memiliki dampak yang lebih dominan. Temuan ini menegaskan bahwa budaya lokal memainkan peran penting dalam daya tarik wisata dan dapat menjadi elemen utama dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Wae Rebo. Oleh karena itu, pelestarian dan promosi budaya lokal menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan mendukung keberlanjutan pariwisata di desa ini.Kata Kunci: Budaya Lokal; Ide; Aktivitas; Artefak; Minat Kunjung