Ramadhani Kurniawan
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TULISAN KAWAT DALAM ESTETIKA DAN SIMBOL Ramadhani Kurniawan
Relief : Journal of Craft Vol 2, No 1 (2022): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v2i2.3279

Abstract

This study aims to present metal wires as visual objects in creating works as well as providing articulation, interaction with the audience of the work, as well as providing awareness to observe carefully. The analysis of wire writing in aesthetics and symbols became the inspiration in this research. The method used in this creation is the making of craft art, namely exploration, design, and embodiment using brainstorming, improvisation and imaginary methods, as well as media and technique exploration. Wire writing that is assembled and connected as a whole is a beauty that gives unity values to the signs that surround us, with a series of words arranged randomly and regularly. Using techniques, twisting, bending, connecting and wire using pliers manually. Wire is part of the extraordinary power that becomes an inspiration when people see and observe the uniqueness in aesthetics and symbols.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan kawat logam sebagai objek visual dalam penciptaan karya serta memberikan artikulasi, interaksi terhadap si penikmat dengan karya, juga memberikan kesadaran penikmat untuk  mengamati dengan seksama. Analisis tulisan kawat dalam estetika dan simbol menjadi inspirasi dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah penciptaan seni kriya yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan metode brainstorming, improvisasi dan imajiner, serta ekplorasi media dan teknik. Tulisan kawat yang dirangkai dan disambung secara keseluruhan merupakan keindahan yang memberikan nilai kesatuan terhadap tanda-tanda yang ada di sekeliling kita, dengan rangkaian kata yang disusun secara acak dan teratur. Menggunakan teknik, melilit, menekuk, menyambung dan memotong kawat memakai tang secara manual. Kawat menjadi bagian dari kekuatan tulisan sehingga menjadi inspirasi ketika orang melihat dan mengamati keunikan dalam estetika dan simbol.
Penguatan Karakter Siswa MAN 1 Kota Padangpanjang Melalui Pelatihan Membatik Berbasis Kearifan Lokal Ramadhani Kurniawan; Hanafi Hanafi; Heru Ningrum; Kendall Malik; Emzia Fajri
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.6082

Abstract

MAN 1 Kota Padangpanjang merupakan lembaga pendidikan menengah yang tidak hanya menekankan pembelajaran akademik dan keagamaan, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Namun, keterbatasan sumber daya guru di bidang seni rupa menyebabkan kegiatan ekstrakurikuler seni, khususnya membatik, jarang dilaksanakan, meskipun sebagian siswa memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui pelatihan membatik berbasis kearifan lokal Minangkabau. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung yang melibatkan siswa secara aktif pada setiap tahapan proses membatik, mulai dari perancangan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga penyelesaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membatik mampu meningkatkan sikap ketekunan, kedisiplinan, kesabaran, serta kreativitas siswa dalam berkarya. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan apresiasi terhadap budaya lokal serta pemahaman terhadap nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam motif batik. Pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan keterampilan seni rupa, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan pelestarian budaya yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah