Emzia Fajri
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Simbolik Tradisi Batarewai dalam Perkawainan Masyarakat Koto Gadang Hamimi Julita AR; Mutia Kahanna; Emzia Fajri
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 2 (2025): Etnography Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i2.6271

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolik tradisi Batarewai dalam prosesi perkawinan masyarakat Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian bertujuan untuk memahami sejarah, tahapan prosesi, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Batarewai perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, merujuk pada teori interpretatif simbolik Clifford Geertz. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan niniak mamak, pelaku adat, dan pengrajin, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Batarewai perkawinan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup. Setiap tahapan memuat simbol-simbol budaya yang merepresentasikan nilai tanggung jawab, silaturahmi kekerabatan, pendidikan adat, serta peran mamak dalam sistem kekerabatan Minangkabau. Tradisi ini berfungsi sebagai mekanisme pewarisan nilai adat dan penguatan identitas budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa Batarewai perkawinan tidak hanya berfungsi sebagai ritual seremonial, tetapi juga sebagai media edukasi sosial dan simbolik dalam menjaga keberlanjutan adat Minangkabau di tengah perubahan sosial.
Pelatihan Sablon Manual untuk Pengembangan Cenderamata Desa Wisata Nyarai Emzia Fajri; Yoni Sudiani; Hanafi Hanafi; Hendra Hendra; Chairul Haq
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.6112

Abstract

Pelatihan sablon manual yang dilaksanakan di desa wisata nyarai bertujuan untuk menghasilkan produk souvenir wisata. Desa wisata nyarai yang ramai dikunjungi dan memiliki destinasi unggulan seperti air terjun Nyarai, dan wisata tracking selama ini belum ada menghasilkan souvenir khas Nyarai itu sendiri. Pelatihan sablon ini diikuti oleh 10 orang anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Nyarai yang memiliki keinginan dan ketertarikan untuk belajar sablon manual. Dalam kegiatan pelatihan ini peserta diperkenalkan dengan peralatan dan bahan yang digunakan dalam sablon seperti screen sablon, rakel, cat afdruk dan tinta sablon. Peserta juga diberikan pelatihan untuk bisa menggunakan sablon berbasis air dan basis minyak. Dalam pelatihan ini peserta membuat desain yang terinspirasi dari keunikan desa wisata Nyarai seperti wisata tracking dan juga rafting.  Desin itu diaplikasikan pada baju kaos dan juga media kayu. Dengan pengenalan sablon pada dua media yang berbeda tersebut, diharapkan peserta bisa berkreasi untuk menghasilkan berbagai macam produk souvenir seperti baju kaos dan juga souvenir kreasi dari media kayu seperti gantungan baju, pajangan dinding dan juga petunjuk arah. Diaharapkan dari pelatihan ini akan meningkatkan kreativitas peserta sehingga mereka mampu secara mandiri untuk menghasilkan produk souvenir wisata khas Nyarai dengan menggunakan teknik sablon
Penguatan Karakter Siswa MAN 1 Kota Padangpanjang Melalui Pelatihan Membatik Berbasis Kearifan Lokal Ramadhani Kurniawan; Hanafi Hanafi; Heru Ningrum; Kendall Malik; Emzia Fajri
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.6082

Abstract

MAN 1 Kota Padangpanjang merupakan lembaga pendidikan menengah yang tidak hanya menekankan pembelajaran akademik dan keagamaan, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Namun, keterbatasan sumber daya guru di bidang seni rupa menyebabkan kegiatan ekstrakurikuler seni, khususnya membatik, jarang dilaksanakan, meskipun sebagian siswa memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui pelatihan membatik berbasis kearifan lokal Minangkabau. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung yang melibatkan siswa secara aktif pada setiap tahapan proses membatik, mulai dari perancangan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga penyelesaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membatik mampu meningkatkan sikap ketekunan, kedisiplinan, kesabaran, serta kreativitas siswa dalam berkarya. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan apresiasi terhadap budaya lokal serta pemahaman terhadap nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam motif batik. Pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan keterampilan seni rupa, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan pelestarian budaya yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah