Hanafi Hanafi
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KERAJINAN RAJUT SEBAGAI PRODUK CENDRAMATA DI NAGARI TUO PARIANGAN Hanafi Hanafi; Suryanti Suryanti; Hendra Hendra
Jurnal Abdimas Mandiri Vol 4, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v4i1.1043

Abstract

Tujuan jangka panjang dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan potensi dari desa wisata Nagari Pariangan. Dengan banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung tentunya perlu didukung dengan kesiapan masyarakat untuk memaksimalkan potensi wisatawan yang ada. Tujuan khusus kegiatan adalah pembuatan souvenir khas Pariangan merupakan salah satu target yang harus dimaksimalkan sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat . Pelaksanaan kegiatan yang berkesinambungan  akan mengembangkan dan mempopulerkan kerajinan rajut handmade ke masyarakat di Sumatera Barat. Hal ini dikarenakan kerajinan rajut merupakan salah satu penggerak ekonomi kreatif yang tentunya bisa meningkatkan pendapatan dari masyarakat. Karena dengan memiliki kemampuan merajut, maka seorang pengrajin akan mampu menghasilkan uang sendiri tanpa harus bergantung ke orang lain. Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mempersiapkan kerajinan rumah rajut syafir menjadi salah satu usaha kriya yang bisa bersaing di Sumatera Barat. Apalagi kerajinan rajut masih belum populer di Sumatera Barat dibandingkan kriya tekstil lainnya seperti tenunan dan bordir.  Dengan meningkatnya popularitas kerajinan rajut Syafir tentunya juga akan meningkatkan taraf hidup pengrajin dan masyarakat sekitar. Dari pengumpulan data yang ada di lapangan nantinya diharapkan terpetakan masalah bentuk dan karakteristik kerajinan rajut syafir dan siap dikembangkan untuk mengantisipasi kebutuhan pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi dan pengamatan serta terjun langsung untuk mengumpulkan data di lapangan. Data ini nantinya akan diolah dan bedah dengan teori yang ada sehingga diperoleh gambaran untuk pengembangan kerajinan rajut itu sendiri. Akhirnya penelitian ini akan mendapatkan gambaran model dan kreasi yang nantinya bisa diterapkan oleh pengrajin untuk pengembangan produk kedepannya.Kata kunci : Kerajinan Rajut, Produk, Cendramata
PELATIHAN RESIN MEJA KAYU UNTUK PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KEMITRAAN PARIWISATA DI KABUPATEN KAMPAR Amrizal Muchtar; Hanafi Hanafi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1058-1068

Abstract

Kampar Regency is an area that has the availability of natural wood products of 6,595,705 m and there is also a lot of this wood that is not used because of defects, but basically it can be creatively processed into handicraft and furniture products. The existence of this abundant wood became an inspiration for the Tourism and Culture Office of Kampar Regency, through the program in the Sub-Activity of Increasing Community Participation in Tourism Partnership Development for the 2021 Fiscal Year, which raised an activity with the theme "Training for Wood Table Resin". Resin wood table is one of the furniture products that is becoming a new trend among officials and people with upper middle economy in Riau province. Resin wood table offers a unique work of art and has a very luxurious and elegant aesthetic value, while providing an amazing prestige value for its owner. The purpose of the training is to assist youth in using resin and converting defective wood into products with high economic value. For this reason, the method used is the method of presentation, discussion, practice and demonstration and is accompanied by an active participation approach in training, so that it will be easier for participants to apply these skills properly. The results of the wood table resin training were carried out well and the outcome gave birth to new professionals in using resin in various wood furniture.
KREATIVITAS SISWA DALAM BELAJAR SENI BUDAYA DI SMP N 3 SAWAHLUNTO Sri Pertiwi Mardhatillah; Desi Trisnawati; Hanafi Hanafi
Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries Vol 1, No 1 (2021): Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/educraf.v1i1.2200

Abstract

Pelatihan Sablon Manual untuk Pengembangan Cenderamata Desa Wisata Nyarai Emzia Fajri; Yoni Sudiani; Hanafi Hanafi; Hendra Hendra; Chairul Haq
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.6112

Abstract

Pelatihan sablon manual yang dilaksanakan di desa wisata nyarai bertujuan untuk menghasilkan produk souvenir wisata. Desa wisata nyarai yang ramai dikunjungi dan memiliki destinasi unggulan seperti air terjun Nyarai, dan wisata tracking selama ini belum ada menghasilkan souvenir khas Nyarai itu sendiri. Pelatihan sablon ini diikuti oleh 10 orang anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Nyarai yang memiliki keinginan dan ketertarikan untuk belajar sablon manual. Dalam kegiatan pelatihan ini peserta diperkenalkan dengan peralatan dan bahan yang digunakan dalam sablon seperti screen sablon, rakel, cat afdruk dan tinta sablon. Peserta juga diberikan pelatihan untuk bisa menggunakan sablon berbasis air dan basis minyak. Dalam pelatihan ini peserta membuat desain yang terinspirasi dari keunikan desa wisata Nyarai seperti wisata tracking dan juga rafting.  Desin itu diaplikasikan pada baju kaos dan juga media kayu. Dengan pengenalan sablon pada dua media yang berbeda tersebut, diharapkan peserta bisa berkreasi untuk menghasilkan berbagai macam produk souvenir seperti baju kaos dan juga souvenir kreasi dari media kayu seperti gantungan baju, pajangan dinding dan juga petunjuk arah. Diaharapkan dari pelatihan ini akan meningkatkan kreativitas peserta sehingga mereka mampu secara mandiri untuk menghasilkan produk souvenir wisata khas Nyarai dengan menggunakan teknik sablon
Penguatan Karakter Siswa MAN 1 Kota Padangpanjang Melalui Pelatihan Membatik Berbasis Kearifan Lokal Ramadhani Kurniawan; Hanafi Hanafi; Heru Ningrum; Kendall Malik; Emzia Fajri
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.6082

Abstract

MAN 1 Kota Padangpanjang merupakan lembaga pendidikan menengah yang tidak hanya menekankan pembelajaran akademik dan keagamaan, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Namun, keterbatasan sumber daya guru di bidang seni rupa menyebabkan kegiatan ekstrakurikuler seni, khususnya membatik, jarang dilaksanakan, meskipun sebagian siswa memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui pelatihan membatik berbasis kearifan lokal Minangkabau. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung yang melibatkan siswa secara aktif pada setiap tahapan proses membatik, mulai dari perancangan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga penyelesaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membatik mampu meningkatkan sikap ketekunan, kedisiplinan, kesabaran, serta kreativitas siswa dalam berkarya. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan apresiasi terhadap budaya lokal serta pemahaman terhadap nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam motif batik. Pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan keterampilan seni rupa, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan pelestarian budaya yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah