Usep Abdullah Husin
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka Firman Cahayadipura; Maya Tejasari; Usep Abdullah Husin
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6180

Abstract

Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a plant that has been studied and reported that its extract has anticancer effects. Cell proliferation and apoptosis are mechanisms that influence the occurrence of cancer. The anticancer effect of moringa leaf extract (Moringa oleifera) has been studied on various types of cancer cells, one of which is breast cancer. The purpose of this study was to analyze the effect of the role of Moringa oleifera preparation on breast cancer growth. The method used is a systematic review using the PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, and ProQuest databases. Selected articles in 2012 – 2022 with pre-experimental research designs (in vitro and in vivo). The search found 1,972 articles and 277 articles on screening. Then a PICOS analysis was carried out and four articles were obtained which would be critically reviewed. The results showed that administration of moringa leaf preparations (Moringa oleifera) could reduce proliferation and increase apoptotic activity in breast cancer cells. Moringa leaves (Moringa oleifera) have anticancer effects by inducing apoptosis and inducing cell growth in the S and G2/M phases of the cell cycle. Abstrak. Kanker payudara menjadi penyebab utama insiden kanker di Indonesia menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Daun kelor (Moringa oleifera) salah satu tumbuhan yang telah diteliti dan dilaporkan bahwa ekstraknya memiliki efek antikanker. Proliferasi dan apoptosis sel menjadi mekanisme yang mempengaruhi terjadinya kanker. Efek antikanker pada sediaan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) telah diteliti diberbagai jenis sel kanker, salah satunya kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek peran sediaan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan kanker payudara. Metode yang dilakukan adalah systematic review menggunakan database PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, dan ProQuest. Artikel yang dipilih adalah tahun 2012 – 2022 dengan desain penelitian pre-experimental (in vitro dan in vivo). Pada pencarian didapatkan 1.972 artikel dan pada skrining 277 artikel. Kemudian dilakukan analisis PICOS dan didapatkan empat artikel yang akan ditelaah kritis. Hasil penelitian menunjukan pemberian sediaan daun kelor (Moringa oleifera) dapat menurunkan proliferasi dan meningkatkan aktivitas apoptosis pada sel kanker payudara. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki efek antikanker dengan menginduksi apoptosis dan menginduksi pemberhentian pertumbuhan sel pada siklus sel fase S dan G2/M.
Efektivitas Larutan Air Bubuk Kopi Robusta Terhadap Pengobatan Jerawat Hikmatiyar Al Quarizmi Azhari; Hendro Sudjono Yuwono; Usep Abdullah Husin
Bandung Conference Series: Medical Science 531-538
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22252

Abstract

Abstract. Acne vulgaris (AV) is a chronic inflammatory condition of the pilosebaceous unit, affecting 85% of medical students at Universitas Islam Bandung. Long-term antibiotic use risks bacterial resistance. Robusta coffee contains bioactive compounds such as chlorogenic acid, caffeine, and flavonoids with antibacterial properties against Cutibacterium acnes and anti-inflammatory effects. This quasi-experimental study with a pre-post-test control group design involved male students (18-25 years) with mild acne. Subjects were divided into robusta coffee infusion (5g coffee in 15ml hot water), topical clindamycin phosphate, and control groups. Acne severity was measured using the Global Acne Grading System (GAGS). The robusta coffee infusion group showed a significant decrease in GAGS scores from 16.56 ± 2.06 to 13.44 ± 1.87 (p < 0.001) with a mean reduction of 3.11 ± 0.60. The clindamycin group showed a greater reduction of 6.14 ± 1.06, while the control group only decreased by 1.57 ± 0.53. Robusta coffee powder infusion is significantly effective in reducing the severity of mild acne. Although less effective than clindamycin phosphate, robusta coffee infusion has potential as a safe natural alternative or complementary therapy with a lower risk of bacterial resistance. Abstrak. Jerawat (Acne vulgaris) merupakan kondisi inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang dialami oleh 85% mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penggunaan antibiotik jangka panjang berisiko menimbulkan resistensi. Kopi robusta memiliki senyawa bioaktif seperti asam klorogenat, kafein, dan flavonoid yang bersifat antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dan antiinflamasi. Penelitian eksperimental kuasi dengan desain pre-post-test control group ini melibatkan mahasiswa laki-laki (18-25 tahun) dengan jerawat ringan. Responden dibagi menjadi kelompok infusa kopi robusta (5 gram kopi dalam 15 ml air panas), klindamisin fosfat topikal, dan kontrol. Tingkat keparahan jerawat diukur menggunakan skor Global Acne Grading System (GAGS). Kelompok infusa kopi robusta menunjukkan penurunan skor GAGS yang signifikan dari 16,56 ± 2,06 menjadi 13,44 ± 1,87 (p < 0,001) dengan selisih 3,11 ± 0,60. Kelompok klindamisin mengalami penurunan lebih besar yaitu 6,14 ± 1,06, sementara kelompok kontrol hanya turun 1,57 ± 0,53. Infusa bubuk kopi robusta efektif secara signifikan dalam menurunkan keparahan jerawat ringan. Meskipun efektivitasnya di bawah klindamisin fosfat, infusa kopi robusta berpotensi menjadi terapi alternatif atau komplementer alami yang aman dengan risiko resistensi bakteri yang rendah.