Dyah Gayatri Puspitasari, Dyah Gayatri
Bandung Institute of Technology, Bandung, Indonesia Jl. Ganesha No.10, Jawa Barat Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Panggung

Narasi Cahaya Kearifan Lokal Dalam Film Sang Pencerah Karya Hanung Bramantyo Puspitasari, Dyah Gayatri; Sabana, Setiawan; Ahmad, Hafiz Azis
PANGGUNG Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i4.206

Abstract

ABSTRACT Narrative is an important element in film. Its sequence has certain logic related to the meaning of film story. A film is the work of a director, its events sequence has accommodated certain message or in- tention of the director. The study of Sang Pencerah by Hanung Bramantyo applies the text visual nara- tive analysis using narrative theory of Genette and semiotics of Peirce as supporting theory. The result of the analyses finds out that Sang Pencerah is a film structure in three chapters with linier pattern. The light aspect correlated  with the meaning of enlightment seems to be used as the binding factor of the main story. By analysing various visual signs it is found that the enlightment idea (pencerahan) in the film is the western rationality of modernism versus Ahmad Dahlan. It is a rationality which manifests hospitality and local wisdom as a strong identity which balances the modernity. Keywords: narrative, film, light, message, modernism    ABSTRAK Narasi merupakan unsur penting dalam film. Urutannya mengandung logika tertentu yang berkaitan dengan makna cerita film. Film dapat dikatakan sebagai narasi yang merep- resentasikan realitas. Namun karena film merupakan gubahan sutradara, maka urutan peris- tiwa itu tentunya sudah dibubuhi pesan atau niatan tertentu sutradara. Dengan mengambil film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo sebagai studi kasus, dilakukan identifikasi pesan dan makna yang termuat di dalam film tersebut. Kajian ini menggunakan metode analisis teks visual naratif dengan teori narasi Genette dan semiotika Peirce sebagai pembantu. Dari hasil analisis struktur narasiditemukan bahwa Sang Pencerah merupakan film alur tiga babak dengan pola linier. Aspek cahaya yang dikorelasikan dengan makna pencerahan, tampak dimanfaat- kan sebagai pengikat rangkaian inti cerita. Melalui analisis berbagai penanda visual selanjutnya ditemukan bahwa gagasan pembaharuan (pencerahan) yang diketengahkan sutradara dalam film ini merupakanrasionalitas modernisme Barat versus Ahmad Dahlan. Sebuah rasionalitas yang mengejawantahkan kesantunan dan kearifan lokal sebagai keutuhan jati diri pengimbang kebaharuan. Kata kunci: narasi, film, cahaya, pesan, modernisme 
Problematika Film Alih Media: Dari Transformasi Hingga Kontroversi Saidi, Acep Iwan; Puspitasari, Dyah Gayatri
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1203

Abstract

ABSTRACTThis article contains a study of film adaptation from a literature media (novel) into audio-visual media(film). This research is a case study of Perempuan Berkalung Sorban film by Hanung Bramantyo, whichwas adapted from a novel with the same title that was written by Abidah el-Khalieqy. By combining a textanalysis method from Thomas Leittch, Mathew T. Jones’ film adaptation theory and the result of interviewto confirm the text analysis, this research produced some interesting findings. The research verified thatthe adaptation’s process does not merely focus on technical issue in media adaptation (from novel tofilm), but also focuses on another aspects that will involve the audience i.e. a fact that text and dialoguebecome references that will be appreciated by audience. As a result, there were excessive distortions anddeviations on the text that were created by the film maker caused a bias interpretation. Audiences nolonger interpreted the film as a visual text objectively. Instead, they would think about certain prejudiceagainst the film maker. In film adaptation, certain tendencies of film maker are easy to be predicted byaudience. This fact has caused film adaptation becomes controversial easily.Keywords: Media Adaptation, Transformation, Opposition, ControversyABSTRAKArtikel ini berisi kajian tentang alih media, yakni dari media verbal sastra (novel) kemedia visualfilm. Kajian ini berupa studi kasus terhadap film Perempuan Berkalung Sorban karya HanungBramantyo, yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama karya Abidah el-Khalieqy.Dengan menggunakan metode gabungan, yakni analisis teks yang berdasar pada teori adaptasifilm dari Thomas Leittch, Mathew T. Jones, dan wawancara tertulis untuk mengkonfirmasianalisis teks tadi, kajian ini menemukan hal menarik, yakni alih media bukan sekedar persoalanteknis pemindahan media, melainkan juga pemindahan yang menimbulkan efek-efek tertentubagi penonton. Apresiasi penonton dilandasi kesadaran bahwa terdapat teks lain yang menjadirujukan film bersangkutan. Akibatnya, distorsi dan deviasi yang terlalu jauh yang dilakukansutradara atas teks sumber berpotensi mengakibatkan bias pemahaman. Penonton tidak lagimemaknai film sebagai teks visual secara objektif, tetapi juga dibarengi praduga-pradugatertentu terhadap sutradara. Pada genre film alih media, tendensi tertentu dari sutradara mudahdibaca penonton. Fakta ini mengakibatkan film sangat rentan menimbulkan kontroversi.Kata Kunci: alih media, transformasi, oposisi, kontroversi