Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Eksloratif Masitoh, Itoh; Prabawanto, Sufyani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan pemahaman konsep matematika antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalen pretestt postest control group. Dengan populasi seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor tahun pelajaran 2014/2015, dan sampelnya adalah siswa kelas V dari dua SDN di wilayah tersebut. Instrumen yang digunakan adalah instrumen te. Hasil penelitian adalah bahwa: (a) Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung.
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL REM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL REMAJA PADA MODEL PEMBELAJARAN FIQIH KONTEKSTUAL: Penelitian di MTs Al-Fathaniyah Serang, Banten Itoh Masitoh Masitoh; Muhajir Muhajir; Hasbullah Hasbullah; Teguh Fachmi; Ade Adriadi
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.5517

Abstract

The objectives of the research are sex education material in fiqh lessons and efforts to prevent adolescent sexual violence through contextual fiqh learning models. Descriptive qualitative research design, the object of research for class VII students. Primary data: head of madrasa, waka for student affairs and curriculum, teachers, students. Secondary data: books, journals, articles. Instruments of observation, documentation, interviews, FGD. Data analysis techniques are data reduction, data display, inference and verification. The result of the research is that the taharah material includes the procedures for taking a janabah bath, the characteristics of puberty, menstruation and using the Safinatun Nazah book. As well as MA XI's fiqh adultery material. Also material harassment and sexual violence. Efforts to prevent adolescent sexual violence are carried out by teaching material on fiqh taharah, adultery which is included in sex education material using a contextual approach. And it has a negative impact on the perpetrators in terms of religion, medical, social, and at MTs Al-Fathaniyah there is a PIK-R training that focuses on discussing health in adolescence. The conclusion of the study is that there is a prevention solution through sex education materials in fiqh subjects.
SOSIAL EMPOWERMENT BERBASIS MASYARAKAT DALAM TRADISI MERETAN DAN TENONG DI BANTEN Masitoh, Itoh Masitoh; Faizi Bahrul Ulumi, Helmy; Wasehudin
Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Department of Islamic Community Development, Faculty of Da'wah, State Islamic University (UIN) of Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/lbrmasy.v9i2.9464

Abstract

Dewasa ini, Bukan tidak mungkin masyarakat berkembang sesuai dengan harapan lingkungannya dan standar sosial yang ada di sana. Karena manusia adalah makhluk sosial, maka ada saatnya manusia membutuhkan bantuan dari orang lain yang berbagi lingkungan, bergaul, dan berinteraksi satu sama lain. Riset ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan bentuk dan makna tradisi Meretan dan Tenong serta sosial empowerment berbasis masyarakat dalam tradisi Meretan dan Tenong di Banten. Pada riset ini digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatannya studi fenomenologi. Lokasi penelitian di Banten. Dengan 2 lokasi yang berbeda, lokasi pertama di Kp. Ciparahu, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, Sedangkan lokasi ke dua di Desa Pontang Kec. Pontang Kab. Serang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data melalui data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Pemeriksaan keabsahan data melalui metode Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk bawaan tradisi Meretan menggunakan rantang atau baskom, yang didalamnya diisi dengan makanan pokok (beras putih) dan ditambahkan bahan pokok lainnya yaitu gula, kopi, penyedap rasa, mie bihun, dan mie sohun, Meretan tersebut dicatat di buku (buku sambung). Sedangkan bentuk bawaan tradisi Tenong menggunakan tempat tenong, rantang atau baskom, yang didalamnya diisi dengan beras putih, terkait Tenong tidak diwajibkan dicatat. Makna tradisi Meretan dan tradisi Tenong memiliki makna yang sama yaitu sebagai resiprositas, nilai kerukunan, wujud solidaritas, dan beban masyarakat. Sedangkan pemberdayaan sosial masyarakat di Banten salah satunya ialah melalui inisiatif berbasisi komunitas berbentuk budaya/tradisi Meretan dan Tenong sehingga tercipta community support kehidupan sosial yang rukun dan tentram serta saling tolong-menolong.
KONTRIBUSI TEORI KOGNITIF ROBERT M. GAGNE DALAM PEMBELAJARAN FIQIH PADA SISWA MTS AL-FATHANIYAH SERANG Masitoh, Itoh; Wahyudin, Ahmad; Imron, Taufik; Umami, Reza
DESANTA (Indonesian of Interdisciplinary Journal) Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, Banyak sekali persoalan yang muncul dalam proses pembelajaran saat ini, diantaranya proses pembelajaran fiqih, yang membuktikan bahwa penekanan pada seorang pendidik masih ada khususnya di MTs Al-Fathaniyah. Akibatnya, tindakan harus diambil untuk merancang pembelajaran dalam kursus ini yang membahas semua faktor, termasuk faktor siswanya, lingkungan sosialnya dan geografisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori perkembangan kognitif Robert M.Gagne (1916-2002) dan implementasi teori kognitif Robert M. Gagne dalam pembelajaran fiqih pada siswa di MTs Al-Fathaniyah Serang. Dengan memanfaatkan penelitian kualitatif yang diinformasikan secara psikologis dan teori kognitif Robert M. Gagne. Dokumentasi, observasi, dan wawancara dipakai untuk mendapatkan data. Menurut temuan studi tersebut, teori kognitif telah berhasil dimasukkan ke dalam pembelajaran fiqih. Karena teori Robert M. Gagne diterapkan dengan 9 langkah pembelajarannya, yaitu: memotivasi/menarik perhatiannya peserta didik; tujuan pembelajaran harus dijelaskan; rangsangan dari proses pembelajaran sebelumnya harus disajikan; saran belajar harus diberikan; saran kinerja harus diberikan; kinerja harus dipicu; umpan balik harus diberikan; kinerja harus dinilai; dan harus ada peningkatan retensi dan transfer pengetahuan bagi peserta didik.
Kebijakan Pengembangan Kurikulum PAI di MTs AL-Fathaniyah Kota Serang Masitoh, Itoh; Wasehudin, Wasehudin; Hilmiyati, Fitri; Muslihah, Eneng
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 23, No 1 (2024): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v23i1.34466

Abstract

Today the curriculum is a special and interesting subject to research and develop, because the curriculum is used as a guide in implementing the learning process in educational institutions, especially in madrasas related to the PAI curriculum. The purpose of this research is to describe the PAI Curriculum Development policy and its implementation at MTs Al-Fathaniyah Serang City. Qualitative research with document collection techniques, observation, interviews. The techniques include data reduction, data display, inference and verification. The results of the research are that the policy for developing the PAI curriculum at MTs Al-Fathaniyah Serang City is based on a legal hierarchy, namely from the 1945 Constitution; UU no. 20 of 2003 concerning SISDIKNAS; and KMA Number 183 of 2019 concerning PAI Curriculum and Arabic Language in Madrasas. In implementing the 2019 KMA 183 policy in developing the PAI curriculum at MTs Al-Fathaniyah, when viewed in terms of the fields of study in KMA 183, there are additional subjects, namely Nahwu and QQWT Sciences. As well as in other developments, namely developing and improving the RPP syllabus starting from KI, KD listed on the KMA and then developing it into several learning indicators adapted to the KKO from Bloom's Taxonomy. Also in the implementation of learning using various methods, models and varied strategies. After that, an evaluation was held to find out how far the PAI curriculum was developed at MTs Al-Fathaniyah.
Instilling Religious Character Values in Nadran Tradition for Fisherman Communities in Banten, Indonesia Wasehudin, Wasehudin; Rahim, Rahimin Affandi Abdul; Masitoh, Itoh; Rahman, Mohammad Taufiq; Syafe'i, Imam
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2024): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/002024152213400

Abstract

Fishermen all over the world have traditions to gather with their families and friends to give thanks for their harvest and the abundance of the sea. This study described the existence, implementation, and religious values of the Nadran tradition in the coastal areas of Pandeglang Regency of Banten, Indonesia. The research used qualitative research with the Anthropology of education as the data analysis tool, especially through cultural transmission theory. This research found that there had been a process of cultural transmission through the Nadran ceremony from one individual or group to another group. Then, in terms of context, the ceremony is still in accordance with past generations. However, in terms of content and method, there have been changes. It found that the philosophical value of the nadran tradition in the Islamic view is that culture is drawn to religion because in the Panimbang and Labuan areas, nadran events, which always used to use wayang golek (puppet shows), have now been replaced with other activities such as prayer together (istigosah), religious lectures, and other Islamic activities. It indicates the existing cultural norms inserted into Islamic religious and cultural values. Even though the buffalo head offerings are still used, this nadran expresses gratitude to God. Apart from being a tourist attraction, this nadran can also instill religious character values in the younger generation.
Implementasi Podcast Sebagai Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Media dan Teknologi Pendidikan. Sofwatillah Amin; Hayumi Hayumi; Nurusshofi Hamalatil Jannah; Itoh Masitoh; Suryani Agustina
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i1.6349

Abstract

Learning media has an important role in increasing the effectiveness of the teaching and learning process. This study aims to analyze the use of podcasts as a learning medium in the Media and Educational Technology course at the Islamic Religious Education Study Program, Primagraha University. The research approach used is qualitative descriptive, with data collection through observation, interviews, and documentation. The research subjects are students who take the course, selected purposively based on the criteria of active users of social media and digital software. The results of the study show that podcasts are an effective learning medium in increasing students' interest and motivation to learn. Although the majority of students are used to using platforms like YouTube and Instagram, they don't have any experience in producing and distributing podcasts. The implementation of podcasts not only provides a new learning experience, but also encourages creativity and improves students' digital literacy. Group-based learning projects such as Ngajak Podcast show positive responses from students and show increased engagement in exploring educational materials independently. Thus, podcasts can be an alternative learning media that is relevant to technological developments and students' digital habits today.
Kebijakan Pengembangan Kurikulum PAI di MTs AL-Fathaniyah Kota Serang Masitoh, Itoh; Wasehudin, Wasehudin; Hilmiyati, Fitri; Muslihah, Eneng
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol.23 No.1 (2024): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v23i1.34466

Abstract

Today the curriculum is a special and interesting subject to research and develop, because the curriculum is used as a guide in implementing the learning process in educational institutions, especially in madrasas related to the PAI curriculum. The purpose of this research is to describe the PAI Curriculum Development policy and its implementation at MTs Al-Fathaniyah Serang City. Qualitative research with document collection techniques, observation, interviews. The techniques include data reduction, data display, inference and verification. The results of the research are that the policy for developing the PAI curriculum at MTs Al-Fathaniyah Serang City is based on a legal hierarchy, namely from the 1945 Constitution; UU no. 20 of 2003 concerning SISDIKNAS; and KMA Number 183 of 2019 concerning PAI Curriculum and Arabic Language in Madrasas. In implementing the 2019 KMA 183 policy in developing the PAI curriculum at MTs Al-Fathaniyah, when viewed in terms of the fields of study in KMA 183, there are additional subjects, namely Nahwu and QQWT Sciences. As well as in other developments, namely developing and improving the RPP syllabus starting from KI, KD listed on the KMA and then developing it into several learning indicators adapted to the KKO from Bloom's Taxonomy. Also in the implementation of learning using various methods, models and varied strategies. After that, an evaluation was held to find out how far the PAI curriculum was developed at MTs Al-Fathaniyah.
MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH DAN MADRASAH Amin, Sofwatillah; Nurusshofi Hamalatil Jannah; Itoh Masitoh
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4541

Abstract

Pengembangan kurikulum merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan karena menentukan arah dan kualitas proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai model pengembangan kurikulum yang diterapkan di sekolah dan madrasah melalui pendekatan studi pustaka. Metode ini dilakukan dengan menganalisis sejumlah jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model seperti pendekatan top-down, bottom-up, Tyler, Taba, Beauchamp, Wheeler, serta pendekatan tematik integratif memiliki keunikan masing-masing dan dapat diterapkan sesuai konteks lembaga pendidikan. Selain itu, studi kasus kurikulum HIMATEP memperlihatkan bahwa pengembangan kurikulum juga efektif diterapkan di luar ruang kelas. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum yang efektif membutuhkan kombinasi pendekatan administratif dan partisipatif serta keterlibatan aktif guru dan komunitas pendidikan untuk menjawab kebutuhan aktual di sekolah maupun madrasah