Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Pengendalian Bahan Baku Ubi Jalar Jalar Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan H-Sin Rau PT. Galih Estetika Indonesia Yudha Bambang Ismaya; Suseno Suseno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.027 KB) | DOI: 10.55826/tmit.v1iII.37

Abstract

PT Galih Estetika merupakan usaha yang bergerak pada pengolahan ubi jalar jalar jalar yang berlokasi di Kuningan, Jawa Barat. Perusahaan Ini memeproduksi berbagai macam jenis pengoalahan ubi jalar jalar jalar dengan berbagai macam jenis hasil produknya. Proses produksi yang dilakukan dengan beberapa tahapan tidak menutup kemungkinan mengalami ketidaksesuaian, yang dapat mengakibatkan produk tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh perusahaan. Pada bagian PPIC seringkali menemukan kekurangan dan kelebihan bahan baku. Bahan baku ubi jalar jalar jalar  tersebut akan mengalami hambatan kekurangan dalam proses produksi dan jika kelebihan baku dapat mengakibatkan bahan baku busuk dan tidak dapat dipakai. Sehingga metode Economic Orders Quantity (EOQ) dan Hsin Rau dapat mengendalikan masalah kekurangan dan kelibihan bahan baku dengan data yang diperoleh atau dibutuhkan serta memformulasikan rencana pengendalian bahan baku ubi jalar jalar jalar tesebut. Metode ini digunakan untuk penerapan mengurangi biaya penyimpanan, penghematan ruang, baik untuk ruangan gudang dan ruangan kerja, menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari banyaknya persediaan yang menumpuk sehingga mengurangi resiko yang dapat timbul karena persediaan bahan baku. Kata Kunci : Economic Orders Quantity (EOQ), HSin Rau, Pengendalian, Bahan Baku, Produksi, PPIC
Analisa Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Continuous Review System dan Periodic Review System di PT XYZ Muhammad Hafizh Alim; Suseno Suseno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.394 KB) | DOI: 10.55826/tmit.v1iIII.38

Abstract

PT XYZ merupakan industri manufaktur pengolahan kayu lapis (plywood). Plywood merupakan produk yang paling banyak permintaan setiap bulannya. Bahan baku utama plywood yaitu kayu sengon, kayu meranti dan veneer. Dalam mengelola persediaan bahan baku, perusahaan setiap bulan selalu mengalami overstock bahan baku kayu sengon. Sehingga akan mengakibatkan penumpukan bahan baku dan tingginya biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan persediaan bahan baku dan membandingkan total biaya persediaan bahan baku plywood menggunakan metode continuous review system dan periodic review system sehingga diperoleh biaya yang paling minimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya persediaan yang paling minimal yaitu menggunakan metode continuous review system sebesar Rp. 12.907.016.112 lebih kecil dibandingkan dengan metode lainnya dengan persentase penghematan/penurunan sebesar 2,77% dan memiliki perencanaan optimal untuk bahan baku kayu sengon ukuran pemesanan (q) sebanyak 2545,862 m3 dan titik pemesanan kembali (r) yaitu 457,366 m3, kayu meranti ukuran pemesanan (q) sebanyak 342,843 m3 dan titik pemesanan kembali (r) yaitu 22,476 m3, dan veneer ukuran pemesanan (q) sebanyak 260,295 m3 dan titik pemesanan kembali (r) yaitu 13,712 m3.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Eq Spacing Dengan Metode Statistic Quality Control (SQC) Dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Pada PT. Sinar Semesta Abdul Saepul Milah Absa; Suseno Suseno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.398 KB) | DOI: 10.55826/tmit.v1iIII.51

Abstract

PT Sinar Semesta merupakan perusahaan Industri bergerak dalam bidang pengecoran logam yang salahsatu produksinya adalah Eq Spacing yang terletak di Jl. Raya Solo-Yogya Km. 26 Klepu, Ceper,Klaten.permasalahan yang timbul di PT Sinar Semesta adalah kualitas pada produk yang masih mengalamikecacatan sehingga menimbulkan produk reject, dan hal tersebut dapat merugikan pihak perusahaan. Maka dariitu untuk meningkatkan kualitas pada produk perlu didukung oleh manajemen pemeliharaan dan kesadaran paraoperator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kecacatan produk, dan solusi yamg dapatdiambil untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Statistical Quality Control(SQC) digunakan untuk mengendalikan kualitas dari proses awal sampai produk jadi dan Failure Mode And EfectsAnalysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi dan mencegah masalah yang terjadi pada produk dan proses.Berdasarkan hasil analisis pada bulan Juni 2021 sampai bulan Februari 2022 dengan jumlah produksi keseluruhanyaitu 6087 produk, terdapat sebanyak 378 produk cacat. Beberapa jenis kecacatan pada produk Eq Spacing,diantaranya cacat REetakan (R), Salah Alir (SA), dan Ekor Tikus (ET). Berdasarkan hasil diagram pareto untukkecacatan retakan diperoleh presentase kecacatan sebesar 29.89% dengan presentase kamulatif sebesar 29.89%,untuk kecacatan salah alir diperoleh presentase kecacatan sebesar 34.13% dengan presentase kamulatif sebesar64.02%, dan untuk kecacatan ekor tikus diperoleh presentase komulatif sebesar 35.98% dengan presentasekamulatif sebesar 100.00%
The Analisa Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Continuous Review System dan Periodic Review System di PT XYZ Muhammad Hafizh Alim Hafizh; Suseno
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 2 No 3 (2022): November Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v2i3.453

Abstract

PT XYZ merupakan industri manufaktur pengolahan kayu lapis (plywood). Plywood merupakan produk yang paling banyak permintaan setiap bulannya. Bahan baku utama plywood yaitu kayu sengon, kayu meranti dan veneer. Dalam mengelola persediaan bahan baku, perusahaan setiap bulan selalu mengalami overstock bahan baku kayu sengon. Sehingga akan mengakibatkan penumpukan bahan baku dan tingginya biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan persediaan bahan baku dan membandingkan total biaya persediaan bahan baku plywood menggunakan metode continuous review system dan periodic review system sehingga diperoleh biaya yang paling minimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya persediaan yang paling minimal yaitu menggunakan metode continuous review system sebesar Rp. 12.907.016.112 lebih kecil dibandingkan dengan metode lainnya dengan persentase penghematan/penurunan sebesar 2,77% dan memiliki perencanaan optimal untuk bahan baku kayu sengon ukuran pemesanan (q) sebanyak 2545,862 m3 dan titik pemesanan kembali (r) yaitu 457,366 m3, kayu meranti ukuran pemesanan (q) sebanyak 342,843 m3 dan titik pemesanan kembali (r) yaitu 22,476 m3, dan veneer ukuran pemesanan (q) sebanyak 260,295 m3 dan titik pemesanan kembali (r) yaitu 13,712 m3.
The ANALISA PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN H SIN RAU PT GALIH ESTETIKA INDONESIA Yudha Bambang Ismaya; Suseno
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 2 No 1 (2022): Maret, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juritek.v2i1.489

Abstract

PT Galih Estetika merupakan usaha yang bergerak pada pengolahan ubi jalar yang berlokasi di Kuningan, Jawa Barat. Perusahaan Ini memeproduksi berbagai macam jenis pengoalahan ubi jalar dengan berbagai macam jenis hasil produknya. Proses produksi yang dilakukan dengan beberapa tahapan tidak menutup kemungkinan mengalami ketidaksesuaian, yang dapat mengakibatkan produk tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh perusahaan. Pada bagian PPIC seringkali menemukan kekurangan dan kelebihan bahan baku. Bahan baku ubi jalar tersebut akan mengalami hambatan kekurangan dalam proses produksi dan jika kelebihan baku dapat mengakibatkan bahan baku busuk dan tidak dapat dipakai. Sehingga metode Economic Orders Quantity (EOQ) dan Hsin Rau dapat mengendalikan masalah kekurangan dan kelibihan bahan baku dengan data yang diperoleh atau dibutuhkan serta memformulasikan rencana pengendalian bahan baku ubi jalar tesebut. Metode ini digunakan untuk penerapan mengurangi biaya penyimpanan, penghematan ruang, baik untuk ruangan gudang dan ruangan kerja, menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari banyaknya persediaan yang menumpuk sehingga mengurangi resiko yang dapat timbul karena persediaan bahan baku.
Setiap perusahaan selalu memerlu ANALISIS PENERAPAN METODE CONTINOUS (Q) & PERIODE (P) REVIEW DALAM PENGENDALIAN BAHAN BAKU YANG EKONOMIS Suseno; fauzan sumartini
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 2 No 3 (2022): November Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v2i3.715

Abstract

Pengendalian persediaan dilakukan agar dapat bisa memenuhi kebutuhan suatu konsumen dengan tepat dan biaya yang rendah. PT Ciomas Adisatwa Unit Piat UGM merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pemotongan ayam yang berlokasi Tanjung, Kalitirto, Berbah, Sleman,Yogyakarta, Indonesia. PT Ciomas Adisatwa unit Yogyakarta dipimpin oleh seorang Plant Manager (Manajer Pabrik) di bawah Head of Poultry Processing Division yang bertanggung jawab atas kinerja dan operasi perusahaan. Plant Manager memiliki tanggung jawab secara langsung dengan departemen produksi, gudang, dan juga teknik. Sedangkan garis koordinasi didapatkan oleh departemen Quality Assurance, Personalisa and General Affair (PGA), Marketing, dan Finance and Accounting yang dipimpin langsung oleh PT Ciomas Adisatwa pusat yang terletak di Krian, Sidoarjo. Keadaan tersebut disebabkan oleh adanya permintaan pasar yang fluktuatif atau tidak stabil sehingga perlu dilakukannya perencanaan persediaan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model persediaan probabilistic yang baik digunakan dalam menentukan kuantitas pemesanan dengan mempertimbangkan total biaya minimal. Perusahaan ini memproduksi 173,178 ekor setiap minggu dengan rata-rata setiap hari memproduksi 28,863 ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model persediaan probabilistik yang baik digunakan dalam menentukan kuantitas pemesanan dengan mempertimbangkan total biaya minimal. Penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan dua metode yaitu metode continuous review system dan periodic review system. . Hasil perhitungan menunjukan Metode Periodic Review Systems sebesar Rp.366.848.499. Sehingga dengan menggunakan Metode Continuous Riview System dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp. 230.735.240, sehingga memberikan penghematan sebesar37%.
Analisa Pengendalian Kualitas Produksi Plywood Menggunakan Metode Seven Tools, Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), Dan TRIZ Andrean Dewangga; Suseno Suseno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1iIII.42

Abstract

PT Abhirama Kresna merupakan industri yang bergerak pada bidang jasa pembuatan plywood atau pembuatan kayu lapis. Pada proses produksinya seringkali ditemukan produk yang memiliki ketidaksesuaian (cacat) spesifikasi perusahaan. Terdapat beberapa jenis cacat produk berupa delaminasi, pecah ujung, dan short core atau long core yang kurang, dengan adanya ketidaksesuaian dalam proses produksi dapat mempengaruhi penjualan perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini Seven Tools, FMEA (Failure Mode And Effect Analysis), Triz (Theory Of Solving Problem Inventively). Total cacat produk yang terjadi tidak lebih dari nilai upper control limit dan nilai lower control limit, tetapi pada total cacat produk pada bulan April, September, Oktober, Februari, dan Maret melebihi dari nilai rata-rata cacat produksi. Persentase cacat produk yang terjadi 7,60%, untuk rata-rata nilai tertinggi pada bulan April sedangkan rata-rata terendah pada bulan Desember. Untuk nilai Risk Priority Number yang telah dilakukan kuesioner pada produksi plywood hasil yang didapatkan cacat produk delaminasi yang paling banyak dikarenakan cacat produk delaminasi sangat membutuhkan waktu dalam proses repair. Pada cacat jenis delaminasi karena kadar air yang terkandung dalam veneer sangat berlimpah maka yang dilakukan dalam menanganinya yaitu penambah waktu dalam pengeringan.
Pengendalian Kualitas Produk Kain Grey Dengan Metode New Seven Tools Pada PT Djohartex Sari Dewi Ayu Lafeniya; Suseno Suseno
Jurnal Inovasi dan Kreativitas (JIKa) Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jika.v2i2.6003

Abstract

Masalah: Perusahaan PT. Djohartex bergerak di bidang produksi kain grey, pada bulan September 2022 jumlah produksi yang dihasilkan 1.792.208-yard dengan kecacatan sebanyak 484.180-yard atau 27,015%. Permasalahan pada perusahaan yaitu terdapat kecacatan pada kain grey yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor penyebab kecacatan dan mengetahui jenis cacat yang paling tinggi. Metodologi: Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Seven New Quality Tools digunakan sebagai metode untuk memperbaiki kekurangan Seven Basic Quality Tools. New Seven Tools merupakan peralatan untuk memetakan permasalahan secara terperinci untuk membantu pengambilan keputusan. New Seven Tools of Quality yang mencakup Activity Network Diagram, Affinity Diagram, Interrelationship Diagram, Tree Diagram, Matrix Diagram, Matrix Data Analysis dan Process Decision Program Chart (PDPC). Jenis defect paling banyak adalah jenis rapat/renggang sebanyak 88502, diikuti dengan jenis defect pakan kendor dengan total defect 42624, baar dengan total defect 43657, temple mark dengan total defect 28689, read mark dengan total defect 350895, pakan tak sampai dengan total defect 12048, dan nggaler tempel dengan total defect 281530. Temuan/Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya faktor penyebab terjadinya cacat yaitu Manusia, kurangnya pemahaman pekerja terhadap SOP (Standard Operation Procedure) dengan baik, operator kurang konsentrasi. Mesin, kurang perawatan pada mesin dan pengecekan produktivitas pada mesin setiap bulannya. Metode, Cara pengambilan pakan dalam produksi masih salah. Material, penggunaan benang pakan yang mudah rapuh. Lingkungan, suara bising yang membuat karyawan kurang nyaman dalam bekerja. Jenis Penelitian: Pengendalian Kualitas Produk Kata Kunci: New Seven Tools, Kualitas, Kain Grey, Produk Cacat
Optimasi Sistem Penjadwalan Produksi Dengan Metode Nawaz Enscore Ham (NEH) Pada PT Sinar Semesta Nino Kurniawan; Suseno Suseno
Jurnal Inovasi dan Kreativitas (JIKa) Vol. 3 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jika.v3i1.6001

Abstract

Masalah: Salah satu masalah yang biasa terjadi pada lantai produksi terkait tentang keterlambatan penyelesaian produksi di PT. Sinar Semesta. Perusahaan melakukan produksi berdasarkan FCFS (First Come First Serve), dimana pesanan akan dikerjakan urut sesuai tanggal pesanan. Hal ini menyebabkan total waktu penyelesaian suatu produk akan lebih lama, sehingga untuk mempertahankan ketepatan penyelesaian pesanan maka diperlukan penjadwalan agar dapat meminimalkan Makespan (total waktu penyelesaian). Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk meminimalkan total waktu penyelesaian setiap Job sehingga terjadi penurunan Makespan dengan urutan Job yang telah diurutkan sesuai dengan tingkat total waktu penyelesaian yang lebih optimal. Metodologi: Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Nawaz Enscore Ham (NEH) dengan pendekatan LPT (Longest Processing Time) dan SPT (Shortest Processing Time). Temuan/Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian yang dilakukan di departemen Produksi dengan menggunakan metode existing perusahaan yaitu FCFS didapatkan hasil Makespan sebesar 298,22 jam pada 5 Job di bulan Oktober 2022 dengan urutan 1-2-3-4-5. Sedangkan dengan menggunakan pendekatan LPT dan SPT didapatkan urutan Job 3-2-1-4-5 dengan Makespan sebesar 295,06 jam Hal ini menunjukan metode NEH pendekatan LPT dan SPT terjadi penurunan Makespan sebesar 3,16 jam sedangkan untuk hasil Efficiency Index 1,011 dan Relative Error dengan nilai 1,06%. Maka penggunaan metode NEH lebih baik daripada menggunakan FCFS. Jenis penelitian: Penelitian Lapangan Kata kunci Total Waktu Penyelesaian; NEH; Waktu Proses Terlama; Waktu Proses Tersingkat
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Metode Lean Six SIgma Pada PT. Djohartex Dharu Arhamar Ridho; Suseno Suseno
Jurnal Inovasi dan Kreativitas (JIKa) Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jika.v2i2.6009

Abstract

Abstrak Masalah: PT. Djohartex adalah perusahaan pengolahan benang menjadi kain gray atau tekstil. Pada bulan September 2022 didapatkan jumlah produksi sebanyak 1.792.208 yard dengan jumlah cacat produk sebanyak 309.747 yard atau 17,28%. dalam implementasinya, jumlah cacat melebihi batas toleransi produk cacat yang ditentukan. Bagian produksi dan quality control berusaha menekan pada cacat tertentu, jumlah jenis cacat lain meningkat. Hal ini menyebabkan kualitas menjadi permasalahan berlarut-larut yang tidak segera terselesaikan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimasi cacat produk. Metodologi: Salah satu metode yang digunakan untuk meminimasi produk cacat adalah metode Lean Six Sigma. Lean Six Sigma lebih difokuskan kepada perbaikan proses dengan menggunakan data yang diperoleh kemudian diolah sesuai dengan langkah-langkah DMAIC, kemudian akan didapatkan masalah pada system kerja perusahaan, sehingga dapat diidentifikasi permasalahan serta penyebab masalah, dan segera diambil tindakan perbaikan. Temuan/Hasil Penelitian: Pada bulan September 2022 didapat jenis cacat paling banyak adalah rapat/renggang sebanyak 88.502 dengan presentasi sebesar 31,44% dan yang paling sedikit adalah netting sebanyak 0 dengan presentasi sebesar 0% dari keseluruhan jenis defect. Faktor penyebab terjadinya cacat ada 5 faktor penyebab Manusia, Mesin, Metode, Material, Lingkungan. Perbaikan dapat diusulkan menggunakan metode 5W+1H dan metode Poka Yoke. perbaikan harus dilakukan, dengan melakukan penjadwalan ulang dalam pengecekan mesin dan proses produksi, memberikan pengarahan standarisasri mesin, memberikan edukasi kepada operator produksi untuk lebih mengutamakan kualitas kain yaitu menguraung faktor penyebab defect, dan melakukan perbaikan pada ruang kerja agar dapat mengurangi dampak kebisingan, kotor, kurangnya pencahayaan dan panas ruangan. Jenis penelitian: pengendalian kualitas produk. Kata kunci DMAIC, Lean Six Sigma, dan Pengendalian Kualitas