Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS BRACKET DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (DMAIC) Imansyah Kaya Hidayat; Suseno
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 10: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang general contractors, trading, dan fabrication. Six sigma merupakan alat penting bagi manajemen produksi untuk menjaga, memperbaiki, mempertahankan kualitas produk dan terutama untuk mencapai peningkatan kualitas menuju zero defect. (Saripudain & Satar, 2018). Tahapan pelaksanaan six sigma adalah DMAIC (Define – Measure – Analyze – Improve - Control). Terdapat 4 jenis penyebab kecacactan pada produk bracket yaitu lubang tidak presisi, lasan tidak kuat, cat mengelupas dan panjang tidak presisi. Diketahui jumlah cacat produk lasan tidak kuat dan lubang tidak presisi merupakan jens cacat terbesar dengan masih-masing cacat memiliki nilai 8, sedangkan cacat lainya yaitu cat mengelupas 5 dan panjang tidak presisi 3. Pada perhitungan didapatkan nilai DPU adalah 0,036, DPO adalah 0,008666 dan DPMO adalah 866,6 dengan hasil ini Perusahaan PT XYZ memiliki level sigma sebesar 0,39 yang menandakan perusahaan membutuhkan perbaikan lebih lanjut dan melakukan tindakan improvement berupa pendekatan mengunakan 5W + 1H
Rancangan Sistem Informasi Pemantauan Stok Barang Dan Penentuan Manajemen Akuntansi Penggajian Karyawan pada UMKM Bakpia Dwi Agustina Cahyaningrum; Delfi Arviana Wulan Prastika; Suseno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v2i2.96

Abstract

Arsip di suatu gudang pada perusahaan memegang peranan penting dalam suatu instansi atau bisnis dan digunakan dalam mendukung proses administrasi atau kegiatan yang dilakukan di perusahaan. Salah satunya arsip penggajian dan pemantauan stok barang dalam beberapa minggu mengakibatkan kesulitan dalam mengambil informasi yang telah disimpan dan akhirnya dapat menghambat langkah berikutnya dalam alur kerja. Oleh karena itu, arsip harus dikelola menggunakan sistem manajemen dokumen yang baik dan benar. Maka diperlukan sistem untuk merancang dan menjaga keamaan data sistem dibuat menggunakan ERP (Enterprise Resource Planning) untuk keperluan penyimpanan dokumen. Dengan penggunaan ERP pada suatu bisnis, salah satu software ERP yang sering digunakan yakni ODOO. ODOO merupakan software ERP berbasis open source yang memiliki modul-modul yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan bagian-bagian dari usaha. Data yang diterima akan dirancang untuk membantu dan mencegah proses penyimpanan yang sangat lama serta pencarian dokumen yang diperlukan secara cepat, akurat dan tepat waktu. Sehingga memudahkan pihak Bakpia Kurnia Sari Jl. Glagahsari No. 91 bagian gudang lebih efektif dan efisien. Metode pengumpulan data yang dilakukan, yaitu studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Dengan adanya penelitian ini berharap sistem yang dibuat dapat membantu SDM di gudang Bakpia Kurnia Sari dan memudahkan dalam proses penyimpanan, pencarian dan dokumen yang tidak mudah hilang atau tercecer.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pisang Menggunakan Metode EOQ dengan Mempertimbangkan Masa Kedaluarsa dan Pemberian Diskon Airlangga Muhammad Alfaridz; Suseno Suseno
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 1 (2024): Februari: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i1.809

Abstract

UMKM XYZ is one of the developing MSMEs in the food sector with the main product of fried bananas. This company still has not made improvements to inventory management on banana raw materials. Banana raw materials often experience excess every week, causing waste. The rest of the banana raw materials are not reused because the bananas will experience spoilage after passing their expiration date. The importance of controlling raw material inventory in the bussines to reduce the total cost of inventory. Optimal inventory management needs to be a concern for UMKM XYZ because it affects the total cost of inventory. The Economic Order Quantity (EOQ) method which considers the expiration period and provides discounts is one way to solve inventory control problems in a business, by determining the quantity of raw materials that must be bought per order and the budget that must be spent to purchase raw materials, with this a company can reduce the cost of storing raw materials. The findings of studies carried out with the EOQ technique, which considers expiration dates and discounts, show the ideal amount for each order, which is 1,572.78 kg. Therefore, the total inventory cost incurred by UMKM XYZ in one year is IDR 663,301,461 and before using the EOQ method, there is a difference in the total inventory cost of (IDR 764,442,000 - IDR 663,301,461) = IDR 101,140,539. Thus, the EOQ method will be more effective for managing raw material inventory in terms of total inventory costs if applied.
Mengukur Tingkat Efektivitas Mesin Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness pada PT XYZ Mey Surya Nengsih; Suseno Suseno
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2121

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengecoran logam yang memproduksi berbagai logam. Perusahaan ini maju cukup pesat, dimana produknya telah terjual hingga ke luar negeri. Namun saat produksi manhole pada periode November 2022-Maret 2023, terdapat beberapa kerusakan yang mengakibatkan terganggunya dan hilangnya waktu produktif, pada bulan Januari 2023 terjadi kerusakan pada tanur induksi yang menyebabkan downtime selama 240 menit membuat produksi berjalan tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya downtime pada penggunaan tanur induksi dengan menggunakan metode Overall Equpment Effectiveness (OEE) dan menghitung kerugian utama yang timbul menggunakan metode Six Big Losses. Setelah dilakukan pengolahan data diketahui nilai OEE yang didapat sebesar 67,36% < 85% standar JIPM. OEE juga melakukan perhitungan tiga rasio utama yaitu availability ratio yang didapat 95,69%, performance ratio sebesar 75,47%, dan quality ratio sebesar 92,89%. Losses tertinggi yang didapat dari perhitungan six big losses merupakan reduced speed losses sebesar 23,49%. Setelah dilakukan analisis menggunakan diagram sebab akibat diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan efisiensi mesin yaitu terjadinya kerusakan berupa pasir silika menipis, tungku retak, penyanggah patah, dan pipa pendingin tersumbat. Maka, dilakukan upaya perbaikan berdasarkan faktor dan penyebab permasalahan menggunakan metode 5W+1H.
Upaya Meningkatkan Kualitas Produk Manhole Menggunakan Metode Six Sigma Di PT XYZ Heru Ambrose Sinaga; Suseno Suseno
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2125

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri pengecoran logam seperti Manhole. Berbagai upaya telah dilakukan PT XYZ dalam mengendalikan kualitas produk Manhole, namun pada periode Agustus 2022 hingga Maret 2023 dari total 542 unit Manhole masih terdapat cacat sebesar 3,51%. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Six Sigma yang terbagi menjadi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Dari periode Agustus 2022 sampai Maret 2023 terdapat kecacatan sebanyak 19 unit dengan persentase sebesar 3,51% dari total 542 unit Manhole yang dibagi menjadi 11 unit cacat timbul dengan pesentase sebesar 2,03% dan 8 unit cacat motif dengan persentase sebesar 1,48%. Lalu total DPMO yang didapat adalah 17.527,68 dengan nilai Sigma 3,61. Pengendalian kualitas dilakukan menggunakan metode 5W+1H yaitu pada faktor Manusia yang harus diberikan pelatihan dan pengawasan, kemudian mesin membutuhkan perawatan secara berkala, kemudian melakukan pembentukan tim yang membuat dan mengawasi SOP, lalu dilakukan pengawasan pada pemilihan dan penggunaan bahan baku. Setelah perbaikan dilakukan terdapat penurunan tingkat kecacatan dari 3,51% menjadi 1,94%, penurunan angka DPMO dari 17.537,68 menjadi 9.689,92 dan kenaikan pada nilai Sigma sebesar 0,23 menjadi 3,84.
Optimalisasi Rute Dan Biaya Distribusi Menggunakan Metode Saving Matrix Dan Metode Traveling Salesman Problem (Tsp) Pada Depot Air Minum Splazz Faizal zulkarnain; Suseno Suseno
JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Ilmiah Sains Teknologi dan Informasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jiti.v2i2.717

Abstract

Splazz drinking water depot is a refill drinking water depot and drinking water supplier in the Yogyakarta area which has a distribution/delivery route for drinking water to consumers in several different locations. The distribution carried out does not take into account optimal routes so that the costs incurred in distribution are not optimal. By Therefore, research was carried out at the Splazz drinking water depot to optimize routes and costs for distributing drinking water to consumers using the saving matrix method and the branch and bound method. The initial route for the distribution/delivery of drinking water carried out at depots based on days from the data collected shows a total distance of 66.6 Km to 35 delivery points. Processing the data using two different methods resulted in a route saving of 16 - 18% of the delivery distance with a total distance savings of 54.9 Km for the saving matrix method and 55.8 Km for the branch and bound method, the distribution vehicle used uses a modified motorbike with a carrying capacity of 5 gallons. Then calculate the amount of cost savings after saving the distance on the distribution/delivery routes, resulting in fuel cost savings of 16 – 17%.
Analisis Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Job Savety Analysis (JSA) Pada Proses Produksi Di PT Madubaru PG-PS Madukismo Jonat Jannata Tampana Putra; Suseno Suseno
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2450

Abstract

PT Madubaru PG-PS Madukismo merupakan perusahaan pengolahan tebu menjadi gula kristal putih dengan proses produksi yang memiliki potensi risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian tingkat risiko kecelakaan kerja, dan menentukan upaya pengendalian risiko pada proses produksi menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi pada stasiun penggilingan, pemurnian, penguapan, masakan, dan putaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya dengan tingkat risiko rendah hingga tinggi yang memerlukan pengendalian melalui penggunaan APD, perbaikan prosedur kerja, dan peningkatan pengawasan K3. Penerapan metode JSA diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan produksi.
ANALISIS POTENSI BAHAYA PADA STASIUN GILINGAN MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DENGAN PENDEKATAN HIRARC DI PT MADUBARU Royhan Bisma; Suseno Suseno
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2487

Abstract

The growth of industrial production activities contributes to a higher likelihood of workplace accidents, especially in work environments that involve the operation of rotating equipment. PT Madubaru (PG Madukismo) is a sugar manufacturing company located in Bantul, Yogyakarta, which recorded 11 cases of medical treatment injury at the milling station during the 2024–2025 period. This research was conducted to recognize workplace hazards, evaluate occupational risk levels, and develop appropriate control strategies by applying Job Safety Analysis (JSA) combined with the HIRARC framework. Information was obtained through field observations, interviews with supervisors and operators, as well as a review of relevant literature. The results indicate that milling activities I–V have a moderate risk level due to roll entrapment hazards and slippery floor conditions caused by bagasse and juice spillage, while the initial feeding and bagasse discharge activities are classified as low risk. Risk reduction actions were determined according to the control hierarchy, encompassing technical modifications, administrative procedures, material substitution, and the utilization of personal protective equipment.
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN FORMULA SABUN SEPATU FOAM DENGAN METODE SEVEN TOOLS Yophan Narendra; Kukuh Tri Pangestu; Yuda Yuda; Husain Arafat Baihaqi; Nardo Wiliam; Yunianto Yunianto; Felix Eza Ravael; Suseno Suseno
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2503

Abstract

Abstract. The growth of the shoe care industry has driven the demand for practical and safe cleaners, such as foam-based soaps. However, SHOECLE, a local MSME, faces quality issues including foam instability, sticky residue post-cleaning, and unpleasant odors caused by sub-optimal initial formulations. This study aims to identify the dominant types of defects, analyze their root causes, and design a stable and safe waterless shoe foam formula using the Seven Tools of Quality Control method. Primary data were collected through laboratory experiments with variations of plant-based surfactants, namely Coco Glucoside and Cocamidopropyl Betaine, alongside testing physical parameters (pH, viscosity, and foam stability). Analysis using Check Sheets and Pareto Charts revealed that functional defects (fast-dissolving foam) and texture defects (sticky residue) were the most dominant issues, accounting for the majority of total failures. Fishbone Diagram analysis identified material factors (imbalanced surfactant composition and the use of baking soda) and method factors (lack of standardized mixing processes) as the primary root causes. Through stratification analysis and control charts, a newly proposed formula was developed by optimizing the blend of Coco Glucoside and Cocamidopropyl Betaine while eliminating baking soda and synthetic dyes. The final product successfully met technical quality standards with a safe neutral pH range (7.0–8.5) and proved highly effective for cleaning canvas, mesh, and synthetic leather materials without leaving any sticky residue. Keywords: Shoe Foam Soap, Seven Tools, Quality Control, Formula Optimization, MSME. Abstrak. Perkembangan industri perawatan sepatu mendorong peningkatan kebutuhan terhadap pembersih yang praktis dan aman, seperti sabun berbasis busa (foam). Namun, UMKM Brand SHOECLE menghadapi kendala kualitas berupa ketidakstabilan busa, terbentuknya residu lengket pasca-pembersihan, dan timbulnya aroma menyengat akibat formulasi awal yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat dominan, menganalisis akar penyebabnya, serta merancang formula sabun sepatu foam waterless yang stabil dan aman menggunakan metode Seven Tools of Quality Control. Data primer diperoleh melalui eksperimen laboratorium dengan variasi jenis surfaktan nabati (plant-based) seperti Coco Glucoside dan Cocamidopropyl Betaine serta pengujian parameter fisik (pH, viskositas, dan stabilitas busa). Hasil analisis menggunakan Check Sheet dan Pareto Chart menunjukkan bahwa cacat fungsi (busa cepat cair) dan cacat tekstur (residu lengket) merupakan masalah paling dominan yang mencakup mayoritas total kegagalan. Analisis Fishbone Diagram mengidentifikasi faktor material (komposisi surfaktan tidak seimbang dan penggunaan baking soda) serta metode (ketiadaan standar pencampuran) sebagai akar penyebab utama. Melalui analisis stratifikasi dan peta kendali, usulan formula baru dikembangkan dengan mengoptimalkan kombinasi Coco Glucoside dan Cocamidopropyl Betaine serta mengeliminasi penggunaan baking soda dan pewarna sintetis. Produk akhir berhasil memenuhi standar kualitas teknis dengan rentang pH netral yang aman (7,0–8,5) serta terbukti efektif diaplikasikan pada material canvas, mesh, dan synthetic leather tanpa meninggalkan residu lengket. Kata kunci: Sabun Sepatu Foam, Seven Tools, Pengendalian Kualitas, Optimalisasi Formula, UMKM.
Penerapan Metode Analisis ABC Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku DI CV.SP Alumunium Riduwanto MS Saragih; Suseno Suseno
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8733

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku berperan penting dalam menjaga kelancaran proses produksi dan efisiensi biaya pada perusahaan manufaktur. CV. SP Alumunium sebagai perusahaan pengecoran Alumunium menghadapi permasalahan variasi nilai dan volume bahan baku yang berpotensi menyebabkan pemborosan modal serta risiko kekurangan stok. Penelitian kerja praktik ini bertujuan menganalisis penerapan metode Analisis ABC dalam pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan kontribusi nilai investasi. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara, dan analisis data historis persediaan selama satu tahun yang diolah menggunakan prinsip Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan jenis bahan baku yang dianalisis, kelompok A terdiri dari 2 item dengan kontribusi nilai sebesar 40,94%, kelompok B mencakup 4 item dengan kontribusi 40,58%, dan kelompok C terdiri dari 3 item dengan kontribusi 14,93%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar nilai persediaan terpusat pada kelompok A, sehingga diperlukan pengendalian yang lebih ketat pada item prioritas tinggi. Penerapan Analisis ABC memberikan dasar yang sistematis dalam penentuan prioritas pengelolaan persediaan serta meningkatkan efisiensi penggunaan modal dan efektivitas pengendalian stok.