Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Knowledge Management di Perpustakaan dalam Membangun Koleksi Warisan Budaya Batik Jazimatul Husna
Pustakaloka Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.186 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v10i2.1474

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk menemukan peran  knowledge mananagement dalam membangun koleksi warisan budaya. Beberapa perpustakaan di Indonesia sudah memiliki inisiatif dalam pelestarian warisan budaya. Perpustakaan-perpustakaan yang mulai Membangun koleksi warisan budaya mereka. Perpustakaan terus memasukkan kesadaran warisan di antara masyarakat, dan mereka akan tahu tentang budaya mereka. Berbagai alasan melatar belakangi tulisan ini sebagai dasar pemikiran yang berguna untuk membuat sebuah pusat pengetahuan manajemen tentang khasanah budaya khusunya Batik, Peneletian ini membahas peran knowledge mananagement di perpustakaan. Sangat Penting, upaya-upaya dalam rangka mewujudkan fungsinya sebagai pelestari budaya semakin terasa dengan hadirnya beberapa layanan perpustakaan yang ingin mengusung sebuah informasi yang terkait dengan kekhasan dari ketentuan daerah tertentu. Perpustakaan juga dapat menjadi jembatan dan fasilitator untuk menciptakan, menyimpan, menyatukan, dan membagikan bahan pelestari batik, dan juga menjadi bahan yang kompetitif, efektif dan efisien untuk menciptakan batik.
Pemindahan Arsip Inaktif di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah (Studi Kasus: Keterbatasan Fasilitas Records Center) Erika Maulina; Jazimatul Husna
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.12552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbatasan fasilitas Records Center terhadap proses pemindahan arsip inaktif di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Pengelolaan arsip inaktif menjadi bagian penting dari penyusutan arsip dinamis yang bertujuan menjaga ketertiban administrasi dan efisiensi ruang kerja. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dua Records Center telah mendukung proses penyusutan arsip, namun keterbatasan kapasitas ruang pada Records Center yang berada di dalam lingkungan kantor menjadi tantangan utama dalam proses pemindahan arsip. Proses pemindahan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, menyesuaikan dengan kondisi fasilitas yang tersedia. Penyesuaian prosedur dan strategi pengelolaan berbasis kolaborasi antarunit kerja menjadi kunci untuk menjaga efektivitas pengelolaan arsip inaktif. Meskipun terdapat keterbatasan, pelaksanaan penyusutan arsip tetap berjalan sesuai kebijakan dan peraturan kearsipan yang berlaku. Kata kunci: Records Cente; Arsip Inaktif; Pemindahan Arsip; Keterbatasan Fasilitas; Sekretariat Daerah
Digitalisasi Pengelolaan Surat Menyurat menggunakan E-office pada Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta: E-office, digitalisasi, surat menyurat, administrasi perkantoran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Layalia Kawanda; Jazimatul Husna
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.12815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sistem pengelolaan surat menyurat dari metode manual ke digital menggunakan sistem E-office pada Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta. Transformasi ini dilatarbelakangi oleh tuntutan efisiensi, efektivitas, dan digitalisasi administrasi publik sebagaimana diamanatkan oleh Instruksi Gubernur Nomor 64 Tahun 2021 tentang Percepatan Penggunaan E-office dan Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manual memiliki sejumlah keterbatasan, seperti risiko kehilangan buku agenda fisik, proses disposisi yang memakan waktu, serta ketergantungan tinggi terhadap dokumen cetak. Setelah penerapan E-office, proses surat menyurat menjadi lebih cepat, tertata, dan terdokumentasi secara digital. Surat langsung masuk ke akun Kepala Biro dan dapat didisposisikan secara berjenjang ke bagian-bagian terkait tanpa perantara fisik. Sistem ini juga mempermudah pengelolaan arsip dan pelacakan surat keluar dan masuk melalui spreadsheet.Meskipun membawa dampak positif, penerapan E-office masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan akses sistem akibat gangguan teknis dan perlunya adaptasi bagi pegawai yang terbiasa dengan sistem manual. Diperlukan pelatihan dan peningkatan literasi digital untuk memastikan seluruh pegawai dapat beradaptasi secara optimal. Secara keseluruhan, implementasi E-office telah meningkatkan efisiensi kerja dan membentuk fondasi   kuat   bagi   modernisasi   administrasi   pemerintah   daerah. Kata kunci: E-office, digitalisasi, surat menyurat, administrasi perkantoran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Digitalisasi Arsip Inaktif: Studi Kasus Penerapan SIKD Pada Unit Kearsiapan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Nila Vinca Risma Trisna; Jazimatul Husna
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.13139

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis pengelolaan arsip inaktif dengan penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) di Unit Kearsipan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Arsip inaktif dipahami sebagai arsip yang masih bernilai guna tinggi, tetapi frekuensi pemakaiannya telah menurun, sehingga memerlukan penanganan yang terorganisasi dan efisien. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen dari para arsiparis serta pegawai yang berkaitan dengan proses pengelolaan arsip. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa implementasi SIKD mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip inaktif, khususnya dalam aspek pengelompokan, klasifikasi, penyimpanan, dan temu kembali arsip. Sistem ini membantu mempercepat proses pencarian dokumen, menekan kemungkinan kehilangan arsip, serta meningkatkan efisiensi kerja pegawai. Namun, penerapan SIKD masih dihadapkan pada sejumlah hambatan, antara lain kurangnya tenaga terampil, terbatasnya sarana prasarana, serta minimnya kemampuan literasi digital. Upaya perbaikan dilakukan melalui pelatihan pegawai, penyusunan SOP, optimalisasi ruang arsip, serta pengembangan integrasi sistem dengan aplikasi SRIKANDI. Secara keseluruhan, SIKD memberikan dampak positif terhadap modernisasi dan digitalisasi pengelolaan arsip, sekaligus mendukung pemerintahan berbasis elektronik yang lebih akuntabel. Kata kunci: Arsip inaktif, SIKD, pengelolaan arsip, sistem informasi kearsipan, kearsipan digital, ANRI, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah
Analisis Kompetensi Petugas Arsip dalam Pengelolaan Arsip Kepegawaian di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah Atika Choirunnisak; Jazimatul Husna
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v8i1.11-20

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki petugas arsip dan pengelolaan arsip kepegawaiandi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknikobservasi, wawancara dan studi dokumentasi. Model analisis data menggunakan model Milez dan Huberman yaitureduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu kompetensi petugas arsip dengan pengelolaanarsip kepegawaian, yang mana kompetensi petugas arsip meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Adapunkompetensi yang dimiliki petugas arsip masih terdapat kekurangan, untuk menambah kompetensinya petugas arsipdiketahui sudah mengikuti bimtek. Untuk pengelolaan arsip kepegawaian di Badan Pengembangan Sumber DayaManusia Daerah Provinsi Jawa Tengah telah dilaksanakan dari setiap tahapnya dari penciptaan sampai penyusutan.Namun masih terdapat tahap dari pengelolaan arsip kepegawaian belum dilakukan sempurna yang sesuai dengan teoritentang pengelolaan arsip. Pengelolaan arsip kepegawaian dilakukan secara manual dan elektronik dengan melakukanpemindaian atau alih media terhadap arsip kepegawaian.