Hedi Wahyudi
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Deskriptif mengenai Mental Toughness pada Atlet Bola Basket Porda 2022 hilmi abdurachman; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5700

Abstract

An athlete in achieving achievement cannot be separated from sports coaching. Porda is a benchmark for the results of regional athlete sports coaching. Although basketball is an underdog sport, basketball athletes from West Bandung Regency can prove that they are capable of achieving achievements on the group stage. It requires physical, technical, and mental abilities. Basketball athletes can control and direct actions to achieve achievement, and see obstacles as opportunities to develop themselves. Mental toughness is an individual's ability to handle stress, pressure, and challenges by displaying the best abilities they have in various situations they face. The purpose of this study was to obtain data regarding the mental toughness of basketball athletes in West Bandung Regency for 2022. The research method used was descriptive. This research was conducted on 24 basketball athletes in West Bandung Regency. The measuring instrument used is a mental toughness questionnaire (MTQ) modified by Faisal (2019) based on the concept of mental toughness theory from Peter Clough (2012). The results showed that 14 athletes had high mental toughness scores and 10 athletes had low mental toughness scores. Seorang atlet dalam mencapai prestasi tidak lepas dari pembinaan olahraga. Porda menjadi tolak ukur hasil pembinaan olahraga atlet daerah. Meskipun olahraga bola basket adalah cabang olahraga yang tidak diunggulkan, atlet bola basket Kabupaten Bandung Barat dapat membuktikan bahwa mereka mampu meraih prestasi pada babak penyisihan grup. Hal tersebut membutuhkan kemampuan fisik, teknik, dan mental. Para atlet bola basket mampu mengendalikan dan mengarahkan tindakan untuk meraih prestasi, serta memandang hambatan sebagai peluang untuk mengembangkan diri. Mental toughness adalah kemampuan individu dalam menangani stres, tekanan, dan tantangan dengan menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki dalam berbagai situasi yang dihadapi. Tujuan dalam penelitian ini adalah memperoleh data mengenai gambaran mental toughness pada atlet bola basket Kabupaten Bandung Barat porda 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan terhadap 24 atlet Bola Basket di Kabupaten Bandung Barat. Alat ukur yang digunakan adalah mental toughness questioner (MTQ) yang dimodifikasi oleh Faisal (2019) berdasarkan konsep teori mental toughness dari Peter Clough (2012). Hasil penelitian diperoleh data sebanyak 14 orang atlet memiliki skor mental toughness yang tinggi dan terdapat 10 orang atlet yang memiliki skor mental tougness yang rendah.
Hubungan Religiusitas dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Kota Bandung Zahra Qurrotu 'Aini; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9908

Abstract

Abstract. Adolescent behavior is strongly influenced by religiosity. A system of religious standards and values based on individual personal religious beliefs makes religiosity a model of behavior for adolescents. The high prevalence of premarital sex in Indonesia is not in line with the religious values adopted by Indonesian society. Premarital sexual behavior carried out by adolescents is increasingly commonplace, where religiosity should be a shield so that adolescents do not fall into deviant behavior. This study aims to determine how closely related religiosity is to sexual behavior carried out by adolescents in the city of Bandung, with correlational quantitative research methods and using convenience sampling techniques with a total of 125 respondents. This study uses The Centrality of Religiosity Scale (CRS) measurement tool that has been developed so that it can be used to measure the religiosity of adolescents in Indonesia and uses the premarital sexual behavior scale compiled by Yulianto. This study used spearman rank data analysis technique with a correlation value of -.291 with a significance value of .001, meaning that there is a weak relationship between religiosity and sexual behavior in adolescents in Bandung City. Abstrak Perilaku remaja sangat dipengaruhi oleh religiusitas. Sistem standar dan nilai-nilai agama yang didasarkan kepada keyakinan religiusitas pribadi individu menjadikan religiusitas sebagai model perilaku bagi remaja. Tingginya prevalensi seks pranikah di Indonesia, tidak sejalan dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan oleh remaja semakin lumrah untuk dilakukan, dimana religiusitas seharusnya menjadi tameng agar remaja tidak terjerumus ke dalam perilaku yang menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa erat hubungan religiusitas dengan perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja di Kota Bandung, dengan metode penelitian kuantitatif korelasional serta menggunakan teknik sampling convenience sampling dengan total responden sebanyak 125 remaja. Penelitian ini menggunakan alat ukur The Centrality of Religiosity Scale (CRS) yang telah dikembangkan sehingga dapat dipakai untuk megukur religiusitas remaja di Indonesia dan menggunakan skala perilaku seksual pranikah yang disusun oleh Yulianto. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data rank spearman dengan nilai korelasi -.291 dengan nilai signifikansi .001, artinya terdapat hubungan yang lemah antara religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja di Kota Bandung.
Hubungan antara Tipe Personality dengan Celebrity Worship pada Usia Dewasa Awal Anggota Fandom NCTzen Dahlia Dwikanti; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9931

Abstract

Abstract. Starting from the spread of K-pop music throughout the world, one of which is Indonesia. The increasing interest of Indonesian people in K-pop has led to the emergence of groups of people who are fond of K-pop musicians, one of which is the NCTzen fandom. Carrying out hobby activities for a favorite idol can give rise to excessive obsession behavior called celebrity worship. If individuals become increasingly obsessed with their favorite idol, it can interfere with their daily activities. In previous research it was said that there was a relationship between personality and celebrity worship, but according to research suggestions, further research still needs to be carried out. The research aims to determine the relationship between personality types and celebrity worship among early adulthood members of the NCTzen fandom. Convenience sampling was used to select 400 respondents for the study. The research design employed was quantitative correlational, using the rank spearman correlation test. The Big Five Personality Inventory (BFI) adapted by Ramdhani (2012) based on McCrae & Costa's theory, and the Celebrity Attitude Scale (CAS) adapted by Elmanda & Rositawati (2020) based on Maltby et al.'s theory were used as measurement tools. The findings indicate a moderately strong positive correlation between neuroticism and celebrity worship with a correlation coefficient of r=0.440 and p<0.01. Openness to experience (r=0.270, p<0.01), conscientiousness (r=0.103, p<0.05), extraversion (r=0.293, p<0.05), and agreeableness (r=0.278, p<0.01) were found to be significantly correlated with the entertainment-social dimension of celebrity worship. Abstrak. Bermula dari menyebarnya musik K-pop ke seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap K-pop menyebabkan munculnya kelompok masyarakat yang gemar terhadap musisi K-pop, salah satunya fandom NCTzen. Melakukan aktivitas kegemaran terhadap idola favorit dapat memunculkan perilaku obsesi yang berlebihan yang disebut celebrity worship. Apabila individu semakin terobsesi dengan idola favoritnya, maka dapat mengganggu aktivitas keseharian. Dalam penelitian terdahulu dikatakan terdapat hubungan antara personality dengan celebrity worship, namun atas saran penelitian masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe personality dengan celebrity worship pada usia dewasa awal anggota fandom NCTzen. Teknik pengambilan sampel yaitu convinience sampling, dan diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 400 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman. Alat ukur yang digunakan adalah Big Five Personality Inventory (BFI) yang diadaptasi oleh Ramdhani (2012) dengan berdasar pada teori McCrae & Costa dan Celebrity Attitude Scale (CAS) yang diadaptasi oleh Elmanda & Rositawati (2020) dengan berdasar pada teori Maltby et al. Temuan pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang cukup erat antara tipe kepribadian neuroticism dengan celebrity worship ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar r = 0.440 dan p < 0.01, sedangkan pada tipe kepribadian openness to experience (r = 0.270 dan p < 0.01), conscientiousness (r = 0.103 dan p < 0.05), extraversion (r = 0.293 dan p < 0.05), dan agreeableness (r = 0.278 dan dan p < 0.01) hanya berkorelasi secara signifikan dengan dimensi entertainment-social dari celebrity worship.
Hubungan Antara Mental Toughness dan Competitive Anxiety pada Atlet Softball Tim Jawa Barat Dannysa Ramadhina; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10347

Abstract

Abstract. Sport is a factor that influences human health, where health plays an important role in supporting humans in carrying out activities. In Indonesia, the sport of softball is increasingly advanced and developing. Mentality contributes 78.6%, which is in the strong category, to achievement in sports. However, there are differences in results in previous studies, there are high, medium and low correlation results. The aim of this research is to determine the relationship between mental toughness and competitive anxiety in West Java softball team athletes participating in PRA PON XXI 2023. This research is a quantitative correlational research. The subjects of this research were 34 West Java softball team athletes who participated in PRA PON XXI 2023. The measuring tool used in the research was the Algani mental toughness scale referring to Gucciardi's theory with 1 item invalid and 19 items valid. Apart from that, Amir's competitive anxiety scale refers to Smith's Theory with 2 invalid items and 19 valid items. This research used the Spearman Rank correlation analysis technique and obtained a correlation result of -0.720, that there was a negative relationship between mental toughness and competitive anxiety in West Java softball team athletes. If the athlete's mental toughness attitude is high, the athlete's competitive anxiety behavior will be lower. Abstrak. Olahraga merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia, dimana kesehatan berperan penting untuk mendukung manusia dalam melakukan kegiatan. Di Indonesia, olahraga softball semakin maju dan semakin berkembang. Mental memberikan sumbangan sebesar 78,6% yang termasuk kategori kuat terhadap prestasi dalam berolahraga. Namun, terdapat perbedaan hasil pada penelitian sebelumnya, terdapat hasil korelasi tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara mental toughness dan competitive anxiety pada atlet softball tim Jawa Barat yang berpartisipasi pada PRA PON XXI 2023. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 34 atlet tim softball Jawa Barat yang berpartisipasi pada PRA PON XXI 2023. Alat ukur yang digunakan pada penelitian yaitu skala mental toughness Algani mengacu pada Teori Gucciardi dengan 1 aitem gugur dan 19 aitem valid. Selain itu, skala competitive anxiety Amir mengacu pada Teori Smith dengan 2 aitem gugur dan 19 aitem valid. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi Rank Spearman dan diperoleh hasil korelasi sebesar -0.720, bahwa terdapat hubungan negatif antara mental toughness dan competitive anxiety pada atlet softball tim Jawa Barat. Jika sikap mental toughness pada atlet tinggi, maka akan semakin rendah perilaku competitive anxiety pada atlet.
Hubungan Self Control dengan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMP X Bandung Farah Noor Fathimah Rahman; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10549

Abstract

Abstract. The high frequency in delaying and avoiding tasks, especially after the COVID-19 pandemic, was the impact of online distance learning during the Covid-19 pandemy. Steel mentions that one of the most inherent aspects of academic procrastination is the self-control aspect. The aim of this study is to find out how closely self control is linked to academic procrastination in high school students X Bandung. The research method used is quantitative research with correlational research design with 162 respondents. The scale used is a self-control scale that refers to the Averill theory (1983) resulting from a modified Muniroh scale (2013) to measure the level of self control in high school students X Bandung and the Procrastination Academic Scale for Student (PASS) developed by Solomon & Rothblum (1984) which has been translated into Indonesian language for measuring academic procrestination behavior. The statistical data analysis technique used is the spearman rank correlation test. The resulting correlation value is -0.837 and the p value is = 0,000 (p>0.05). The results show a significant link between self-control and academic procrastination. Abstrak. Permasalahan yang sering ditemui pada pelajar maupun mahasiswa adalah menunda-nunda atau menghindari tugas yang diberikan oleh guru. Tingginya frekuensi dalam menunda-nunda dan menghindari tugas yang terjadi khususnya pasca pandemi covid-19 merupakan dampak dari pembelajaran jarak jauh secara daring selama pandemi covid-19. Steel menyebutkan bahwa salah satu aspek yang paling melekat dengan prokrastinasi akademik adalah aspek self control. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa erat hubungan self control dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMP X Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dengan responden sebanyak 162 siswa. Alat ukur yang digunakan adalah skala self control yang mengacu pada teori Averill (1983) hasil modifikasi skala Muniroh (2013) untuk untuk mengukur tingkatan self control pada siswa SMP X Bandung dan Procrastination Academic Scale for Student (PASS) yang dikembangkan oleh Solomon & Rothblum (1984) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia untuk mengukur perilaku prokrastinasi akademik. Teknik analisis data statistik yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Nilai korelasi yang dihasilkan sebesar -0.837 dan nilai p = 0.000 (p>0.05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self control dengan prokrastinasi akademik.
Hubungan antara Self-Esteem dengan Hubungan Parasosial pada NCTzen Dewasa Awal Dianita Rahma; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12717

Abstract

Abstract. Parasocial relationships refer to fans reactions towards their idols, resulting in feelings of closeness and attachment. The age range that finds parasocial relationships preferable to feeling isolated is early adulthood, as individuals who fail to form intimate and close relationships with others may feel isolated. The experience in parasocial relationships involves an illusion of intimacy, leading one to experience fantasies that differ from real-life situations. The discrepancy between real-life situations and desired situations causes low self-esteem. This study aims to determine the strength of the relationship between self-esteem and parasocial relationships among early adult NCTzens residing in Bandung. The research method used is a quantitative approach, with data collection through questionnaires. The measuring instruments used are the Rosenberg Self-esteem Scale (RSES), adapted to Indonesian by Maroqi (2018), and a tool constructed by Nur'afifah, Farida, and Lestari (2019) based on Schramm and Hartmann's (2008) parasocial relationship theory. The sampling technique used in this study is convenience sampling, with a sample of 254 respondents. Data analysis was performed using the Spearman's Rho correlation test. The results show a significant negative relationship, indicated by 0.004<0.05, between the variables of self-esteem and parasocial relationships among early adult Bandung NCTzens, with a correlation coefficient of -0.180, indicating a very low strength of correlation. Thus, the lower the level of self-esteem, the higher the level of parasocial relationships. Abstrak. Hubungan parasosial adalah interaksi yang mengacu pada reaksi penggemar terhadap idola, sehingga merasakan keakraban dan kelekatan. Rentang usia yang merasa lebih baik memiliki hubungan parasosial daripada merasa terisolasi yaitu usia dewasa awal, karena seseorang yang gagal dalam membentuk hubungan yang intim, maka ia akan merasa terisolasi. Pengalaman dalam hubungan parasosial melibatkan ilusi keintiman sehingga membuat seseorang mengalami fantasi yang berbeda dari situasi kehidupan nyata. Perbedaan situasi dalam kehidupan nyata dengan situasi yang diinginkan menyebabkan rendahnya self-esteem. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa erat hubungan antara self-esteem dengan hubungan parasosial pada NCTzen dewasa awal berdomisi Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kuantitatif dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Alat ukur yang digunakan yaitu Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) yang telah diadaptasikan ke Bahasa Indonesia oleh Maroqi (2018) dan alat ukur yang dikonstruk oleh Nur’afifah, Farida, dan Lestari (2019) berdasarkan teori hubungan parasosial Schramm dan Hartmann (2008). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu convenience sampling dengan sampel sebanyak 254 responden. Analisis data dilakukan dengan teknik uji korelasi Rho Spearman. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan yang ditunjukkan dengan 0.004 < 0.05 antara variabel self-esteem dengan hubungan parasosial pada NCTzen dewasa awal berdomisili Bandung dan angka koefisien korelasi sebesar -0.180, artinya tngkat kekuatan hubungan sangat rendah. Dengan demikian, semakin rendahnya tingkat self-esteem, maka semakin tingginya tingkat hubugan parasosial.