Reza Faizal, Reza
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENENTUAN KONDISI OPTIMUM MODIFIKASI KONSENTRASI PLASTICIZER SORBITOL PVA PADA SINTESA PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN DASAR PATI SORGUM DAN CHITOSAN LIMBAH KULIT UDANG Setiawan, Heru; Faizal, Reza; Amrullah, Aziz
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5333

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai sifat mekanik edible film pati sorgum-kitosan dengan modifikasi konsentrasi plasticizer sorbitol PVA. Metode yang dilakukan yaitu preparasi pati sorgum-kitosan kulit udang mengacu pada Budijanto et al., 2012 dengan modifikasi sorbitol PVA 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, dan 3,5%, dengan formulasi terbaik yang digunakan 70wt% pati dan 30wt% kitosan, kemudian dilakukan pemanasan, pengadukan dan pencetakan bioplastik. Pengujian karakterisasi edible film bioplastik terdiri dari uji biodegradasi, ketahanan air, uji mekanik, Scanning Electron Microscope (SEM), dan gugus FTIR. Hasil karakterisasi edible film menunjukkan dengan bertambahnya sorbitol maka kuat tarik dan ketahanan air cenderung meningkat. Hasil terbaik edible film pada penambahan sorbitol 2,5% dengan nilai water uptake 96,47%, nilai kuat tarik 80,625 MPa, nilai elongasi 12,58% dan modulus young sebesar 6,40 MPa. Lamanya biodegradasi yang dihasilkan adalah 16 hari untuk terurai keseluruhan (100%) pada medium Efective Microorganism 4. Hasil analisis SEM edible film menunjukkan permukaan polimer bioplastik terlihat homogen dengan ikatan silang pati-kitosan namun masih terdapat gelembung udara, pori dan retakan. Berdasarkan uji FTIR menunjukkan plastik yang dihasilkan memiliki sifat hidrofilik yang dapat dilihat adanya gugus OH- pada bilangan gelombang 2630,30 cm -1 . Selain gugus hidroksida (OH), terdapat juga ester (COOH). Adanya gugus fungsi tersebut menunjukkan film plastik dapat terdegradasi dengan baik ditanah.
Pengaruh Oksidasi Setelah Deposisi Terhadap Sifat Film Tipis ZnO:Ga Faizal, Reza; Marwoto, Putut; Sulhadi, Sulhadi; Sugianto, Sugianto
Jurnal Matematika dan Sains Vol 22 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of after-deposition oxidation to the thin film properties Ga doped ZnO has been studied.  Film deposited using dc magnetron sputtering method at temperature 300oC for one hour and then it was performed variations of oxidation using oxygen gas (99,9%) with pressure of 0 mTorr and 50 mTorr at a temperature of 300 ° C for 20 minutes. According to the image scanning of electron microscopy, it shows that the film grain size became larger in oxygen pressure of 50 mTor as compared to the pressure of 0 mTor. UV-Vis spectrophotometer analysis showed the film transmittance in visible light increases with the increasing of oxygen pressure reached ~83%. Band-gap energy that has been produced by film on the oxygen pressure of 0 mTorr and 50 mTorr are respectively 3.32 eV and 3.4 eV.
Sintesis Nanokomposit Stronsium Ferit-keramik Porselin Alumina sebagai Peningkat Struktur Dielektrik Kapasitor Berbahan Dasar Pasir Besi. Sobirin, Mohamad; Rosita, Nita; Fitriawan, Margi; Usriyah, Farida; Faizal, Reza; Yulianto, Agus
Journal of Creativity Student Vol 1, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Journal of Creativity Student

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.387 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya mineral melimpah diantaranya adalah pasir besi, stronsium, dan keramik porselin. Bahanbahan tersebut sering digunakan sebagai bahan baku dalam komponen elektronik. Material keramik dari lempung dimanfaatkan sebagai dielektrik sedangkan stronsium dan pasir besi sebagai bahan ferit. Stronsium memiliki sifat yang ringan, tahan terhadap suhu tinggi, serta tidak mudah rapuh. Selain itu stronsium memiliki permitivitas listrik yang tinggi yang cocok digunakan sebagai bahan dielektrik pengisi kapasitor. Bahan dielektrik yang dapat menyimpan energi tinggi adalah bahan dielektrik berbentuk keramik. Keramik porselin alumina memiliki rumus kimia(Al2O3). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan struktur dielektrik pada kapasitor dengan komposit stronsium ferit-keramik porselin alumina. Untuk meningkatkan kualitas dari dielektrik maka dibuat komposit dari Sr ferit dan keramik alumina. Sehingga bahan dielektrik lebih ringan, tahan terhadap korosi, dapat menyimpan energi lebih banyak. Dielektrik dibuat dengan komposit stronsium ferit dan keramik porselin alumina dan perekat menggunakan PVA. Stronsium ferit disintesis dengan bahan baku utama stronsium oksida dan pasir besi. Bahan keramik diambil dari bahan-bahan alam lempung. Pembuatan komposit dengan variasi stronsium ferit dan keramik 0:20 gram, 5:15 gram, 10:10 gram, dan 15 : 5 gram. Pencetakan dilakukan menggunakan pompa hidraulik bertekanan 4 ton diameter cetakan 4 cm. Sintering dilakukan dengan menggunakan furnace pada temperatur 250oC. Karakterisai yang dilakukan adalah uji kuat tekan, uji kapasitansi, dan uji Microscopy dengan menggunakan SEM. Hasil uji kuat tekan menunjukkan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya stronsium ferit dan tertinggi dengan variasi stronsium ferit massa 15 gram adalah 34,7 x 102 kg. Uji kapasitansi menggunakan plat aluminium diperoleh nilai kapasitansi tertinggi pada variasi massa stronsium ferit 5 gram yaitu 11.5 nF yang dialiri arus AC 7 V. Struktur permukaan menunjukkan penambahan stronsium ferit pada komposit dielektrik adalah heterogen.
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM MODIFIKASI KONSENTRASI PLASTICIZER SORBITOL PVA PADA SINTESA PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN DASAR PATI SORGUM DAN CHITOSAN LIMBAH KULIT UDANG Setiawan, Heru; Faizal, Reza; Amrullah, Aziz
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5333

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai sifat mekanik edible film pati sorgum-kitosan dengan modifikasi konsentrasi plasticizer sorbitol PVA. Metode yang dilakukan yaitu preparasi pati sorgum-kitosan kulit udang mengacu pada Budijanto et al., 2012 dengan modifikasi sorbitol PVA 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, dan 3,5%, dengan formulasi terbaik yang digunakan 70wt% pati dan 30wt% kitosan, kemudian dilakukan pemanasan, pengadukan dan pencetakan bioplastik. Pengujian karakterisasi edible film bioplastik terdiri dari uji biodegradasi, ketahanan air, uji mekanik, Scanning Electron Microscope (SEM), dan gugus FTIR. Hasil karakterisasi edible film menunjukkan dengan bertambahnya sorbitol maka kuat tarik dan ketahanan air cenderung meningkat. Hasil terbaik edible film pada penambahan sorbitol 2,5% dengan nilai water uptake 96,47%, nilai kuat tarik 80,625 MPa, nilai elongasi 12,58% dan modulus young sebesar 6,40 MPa. Lamanya biodegradasi yang dihasilkan adalah 16 hari untuk terurai keseluruhan (100%) pada medium Efective Microorganism 4. Hasil analisis SEM edible film menunjukkan permukaan polimer bioplastik terlihat homogen dengan ikatan silang pati-kitosan namun masih terdapat gelembung udara, pori dan retakan. Berdasarkan uji FTIR menunjukkan plastik yang dihasilkan memiliki sifat hidrofilik yang dapat dilihat adanya gugus OH- pada bilangan gelombang 2630,30 cm -1 . Selain gugus hidroksida (OH), terdapat juga ester (COOH). Adanya gugus fungsi tersebut menunjukkan film plastik dapat terdegradasi dengan baik ditanah.
Sintesis Nanokomposit Stronsium Ferit-keramik Porselin Alumina sebagai Peningkat Struktur Dielektrik Kapasitor Berbahan Dasar Pasir Besi. Sobirin, Mohamad; Rosita, Nita; Fitriawan, Margi; Usriyah, Farida; Faizal, Reza; Yulianto, Agus
Journal of Creativity Student Vol 1, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jcs.v1i2.7796

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya mineral melimpah diantaranya adalah pasir besi, stronsium, dan keramik porselin. Bahanbahan tersebut sering digunakan sebagai bahan baku dalam komponen elektronik. Material keramik dari lempung dimanfaatkan sebagai dielektrik sedangkan stronsium dan pasir besi sebagai bahan ferit. Stronsium memiliki sifat yang ringan, tahan terhadap suhu tinggi, serta tidak mudah rapuh. Selain itu stronsium memiliki permitivitas listrik yang tinggi yang cocok digunakan sebagai bahan dielektrik pengisi kapasitor. Bahan dielektrik yang dapat menyimpan energi tinggi adalah bahan dielektrik berbentuk keramik. Keramik porselin alumina memiliki rumus kimia(Al2O3). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan struktur dielektrik pada kapasitor dengan komposit stronsium ferit-keramik porselin alumina. Untuk meningkatkan kualitas dari dielektrik maka dibuat komposit dari Sr ferit dan keramik alumina. Sehingga bahan dielektrik lebih ringan, tahan terhadap korosi, dapat menyimpan energi lebih banyak. Dielektrik dibuat dengan komposit stronsium ferit dan keramik porselin alumina dan perekat menggunakan PVA. Stronsium ferit disintesis dengan bahan baku utama stronsium oksida dan pasir besi. Bahan keramik diambil dari bahan-bahan alam lempung. Pembuatan komposit dengan variasi stronsium ferit dan keramik 0:20 gram, 5:15 gram, 10:10 gram, dan 15 : 5 gram. Pencetakan dilakukan menggunakan pompa hidraulik bertekanan 4 ton diameter cetakan 4 cm. Sintering dilakukan dengan menggunakan furnace pada temperatur 250oC. Karakterisai yang dilakukan adalah uji kuat tekan, uji kapasitansi, dan uji Microscopy dengan menggunakan SEM. Hasil uji kuat tekan menunjukkan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya stronsium ferit dan tertinggi dengan variasi stronsium ferit massa 15 gram adalah 34,7 x 102 kg. Uji kapasitansi menggunakan plat aluminium diperoleh nilai kapasitansi tertinggi pada variasi massa stronsium ferit 5 gram yaitu 11.5 nF yang dialiri arus AC 7 V. Struktur permukaan menunjukkan penambahan stronsium ferit pada komposit dielektrik adalah heterogen.
The Constitutional Position of the Public Prosecutor’s Office in Implementing Restorative Justice: A Constitutional Law Perspective and the Concept of Maslahah in Fiqh Siyasah Faizal, Reza; Holijah, Holijah; Bukhari, K.A.
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/mediasas.v8i4.507

Abstract

This research examines the position and authority of the Indonesian Prosecutor's Office in implementing the Restorative Justice (RJ) mechanism as a legal breakthrough in the criminal justice system. The paradigm shift from retributive to restorative justice, implemented through the Indonesian Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020, raises fundamental questions regarding its constitutional basis and philosophical legitimacy. This thesis analyzes this issue from two main perspectives: Constitutional Law (Hukum Tata Negara - HTN) and the concept of Maslahah in Fiqh Siyasah (Islamic Political Jurisprudence). From the perspective of Constitutional Law, the implementation of RJ by the Prosecutor's Office is a manifestation of the Prosecutor General's asas oportunitas (discretionary principle) as regulated by law. However, this discretion must operate within the constitutional framework and the principles of a rule of law state, ensuring that the termination of prosecution does not violate victims' rights and guarantees legal certainty. The HTN analysis focuses on the extent to which the Prosecutor's Regulation possesses binding legal force and how mechanisms of control and accountability are applied to prevent the abuse of authority. Meanwhile, from the Fiqh Siyasah perspective, the concept of Restorative Justice aligns with the principle of Maslahah (public interest/welfare). The RJ approach, which prioritizes the restoration of relationships, reconciliation, and the prevention of greater negative impacts (mafsadah) resulting from formal judicial processes, substantially fulfills the objectives of Sharia (maqashid sharia), namely the preservation of life (hifzh an-nafs) and property (hifzh al-mal). The implementation of RJ by the Prosecutor's Office, by prioritizing peaceful settlements for minor cases, is considered a siyasah syar'iyyah (Sharia-compliant policy) aimed at achieving public welfare. This research concludes that the position of the Prosecutor's Office in implementing Restorative Justice possesses dual legitimacy: juridical-constitutional as the execution of structured discretion, and philosophical-theological as an effort to realize Maslahah in law enforcement. The synchronization of these two reviews confirms that the Prosecutor's RJ policy is a progressive step towards substantive justice oriented towards social restoration. [Penelitian ini mengkaji kedudukan dan kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia dalam menerapkan mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice/RJ) sebagai terobosan hukum dalam sistem peradilan pidana. Pergeseran paradigma dari keadilan retributif menuju restoratif, yang diimplementasikan melalui Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020, menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai landasan konstitusional dan legitimasi filosofisnya. Tesis ini menganalisis isu tersebut dari dua perspektif utama: Hukum Tata Negara (HTN) dan konsep Maslahah dalam Fiqh Siyasah. Dari tinjauan Hukum Tata Negara, penerapan RJ oleh Kejaksaan merupakan manifestasi dari asas oportunitas (diskresi) Jaksa Agung yang diatur dalam undang-undang. Namun, diskresi ini harus berada dalam koridor konstitusi dan prinsip negara hukum, memastikan bahwa penghentian penuntutan tidak melanggar hak-hak korban dan menjamin kepastian hukum. Analisis HTN berfokus pada sejauh mana Peraturan Kejaksaan tersebut memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan bagaimana mekanisme kontrol dan akuntabilitas diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Sementara itu, dari perspektif Fiqh Siyasah, konsep Keadilan Restoratif selaras dengan prinsip Maslahah (kemaslahatan umum). Pendekatan RJ yang mengutamakan pemulihan hubungan, rekonsiliasi, dan pencegahan dampak negatif (mafsadah) yang lebih besar akibat proses peradilan formal, secara substansial memenuhi tujuan syariat (maqashid syariah), yaitu memelihara jiwa (hifzh an-nafs) dan harta (hifzh al-mal). Penerapan RJ oleh Kejaksaan, dengan memprioritaskan penyelesaian damai untuk perkara ringan, dianggap sebagai kebijakan siyasah syar'iyyah yang bertujuan mencapai kemaslahatan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedudukan Kejaksaan dalam menerapkan Keadilan Restoratif memiliki legitimasi ganda: yuridis-konstitusional sebagai pelaksanaan diskresi yang terstruktur, dan filosofis-teologis sebagai upaya mewujudkan Maslahah dalam penegakan hukum. Sinkronisasi kedua tinjauan ini menegaskan bahwa kebijakan RJ Kejaksaan adalah langkah progresif menuju keadilan substantif yang berorientasi pada pemulihan sosial.]