Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Tekhnologi Informasi Sebagai Alat Pengelolaan Keuangan Untuk Pemulihan Perekonomian pada UMKM Razif Razif; Arif Rahman; Widyana Verawaty Siregar
Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen Vol 6, No 1 (2023): maret
Publisher : Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/maneggio.v6i1.11662

Abstract

Pertumbuhan UMKM terus mengalami pertumbuhan yang lambat bahkan ada yang tutup akibat dampak global. Hal ini membuat para pelaku usaha harus kreatif dalam mencari model bisnis baru yang inovatif dan siap bersaing dengan peradaban baru dalam rangka mempersiapkan bisnis di era digitalisasi. Penelitian ini menggunakan tipe data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Kota Lhokseumawe sebanyak 2.354 usaha. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode kuota, dimana teknik garis ini adalah menentukan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan dan diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu dengan melihat usaha yang masih aktif dan berjalan di Lhokseumawe Kota sebanyak 100 usaha, dengan lini usaha mikro, kecil dan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dukungan Teknologi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM..
Digitalisasi Keuangan UMKM: Pelatihan Pengelolaan dan Akses Pembiayaan di Kota Lhokseumawe Hilmi Hilmi; Razif Razif; Rahmaniar Rahmaniar; Fuadi Fuadi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu mesin penggerak roda perekonomian masyarakat. Berdasarkan data dari Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebutkan adanya trend peningkatan jumlah UMKM yang masuk dalam ekosistem digital. Terhitung sejak bulan Mei – Juli 2022 jumlahnya meningkat 230% atau dari 84.443 ke 279.900. Kondisi ini menjadi indikasi yang baik terhadap literasi keuangan digital dari pelaku UMKM. Akan tetapi pada sisi lain, beberapa pelaku bisnis UMKM belum memahami betul pengelolaan keuangan. Bahkan beberapa bisnis rintisan ada yang masih awam pengelolaan keuangan secara professional. Profesionalisme pengelolaan keuangan menjadi kendala dalam pengembangan UMKM salah satunya adalah pencatatan yang merupakan bagian terpenting dalam pengelolaan keuangan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala pengelolaan keuangan yang dihadapi UMKM di Kota Lhokseumawe, mengeksplorasi potensi solusi inovatif seperti fintech dalam mengatasi masalah akses pembiayaan, memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan literasi keuangan dan efisiensi pengelolaan keuangan UMKM dengan melakukan digitalisasi keuangan secara konsisten, serta memahami kontribusi UMKM dalam pemulihan ekonomi dan pertumbuhan inklusif di tingkat lokal. Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat lebih konsisten dalam menyusun pembukuan serta menerapkan pola manajemen keuangan yang baik. Kesadaran untuk mulai melakukan digitalisasi keuangan perlu dibangun sejak sekarang.