Perkembangan teknologi menjadikan touch screen sebagai media interaksi utama pada smartphone, tablet, ATM, dan layanan digital lainnya. Mahasiswa Sistem Informasi sangat dekat dengan layar sentuh, tetapi tingginya intensitas penggunaan belum tentu diimbangi pemahaman teknis cara kerjanya. Selain touch screen, terdapat pre-touch sensing, yakni teknologi yang mendeteksi jari atau stylus sebelum menyentuh permukaan layar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan persepsi mahasiswa Sistem Informasi Universitas Malikussaleh terhadap teknologi touch screen dan pre-touch sensing melalui perspektif Human Computer Interaction. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data via kuesioner Google Form dan wawancara terhadap 35 responden. Instrumen penelitian mencakup pengalaman, kendala, pemahaman jenis layar sentuh, pengetahuan awal, serta persepsi manfaat pre-touch sensing. Hasilnya, intensitas penggunaan perangkat layar sentuh responden adalah: selalu 60%, sangat sering 28,6%, dan sering 11,4%. Kendala terbanyak adalah layar sulit digunakan saat tangan basah 65,7%. Dari segi pemahaman, 48,6% responden pernah mendengar jenis touch screen, tetapi belum memahaminya secara mendalam, meskipun mayoritas mampu mengenali prinsip dasar capacitive touchscreen 91,4% dan resistive touchscreen 85,7%. Pada aspek pre-touch sensing, 54,3% responden belum pernah mendengar istilah ini. Namun pasca-penjelasan singkat, 97,1% responden mampu memahami konsep tersebut dengan benar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi layar sentuh yang tinggi belum sepenuhnya diikuti pemahaman teknis mendalam. Walau demikian, pemberian edukasi sederhana terbukti sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman pengguna terhadap teknologi interaktif.
Copyrights © 2026