Saifuddin Zuhri
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI KOMUNITAS 1000 GURU SURABAYA DALAM MEMBERIKAN INFORMASI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Reza Fauziah; Saifuddin Zuhri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 1 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i1.2023.41-46

Abstract

Pergeseran masyarakat dalam mengetahui informasi melalui media sosial. penggunan media sosial terbanyak di Indonesia salah satunya Instagram. Kemudahan yang dihadirkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan informasi baik untuk diri sendiri maupun kelompok baik komunitas, instansi maupun organisasi dan juga lainnya.  Penelitian  ini  membahas  mengenai  strategi  komunitas  melalui  akun  media  sosial  Instagram @1000_guru_sby. Penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi komunitas 1000 Guru Surabaya dalam memberikan Informasi melalui media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh akun Instagram komunitas 1000 Guru Surabaya  menggunakan strategi komunikasi yang mencakup Memilih dan Menetapkan Komunikator, Menetapkan Target Sasaran, Teknik Menyusun Pesan, Memilih Media atau Saluran Komunikasi.
Viralitas Trash Talking di Media Sosial Tiktok sebagai Gaya Baru Personal Digital Branding Afif Wilanda Anaqhi; Zainal Abidin Achmad; Saifuddin Zuhri; Heidy Arviani
Jurnal Nomosleca Vol 9, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/nomosleca.v9i1.9487

Abstract

Trash-talking Tante Lala on TikTok is a new phenomenon on social media. Its content can become a viral trend, and many TikTok users like it. The viral trash-talking content of Tante Lala shows that the dissemination that occurs involves the participation of TikTok users. This study explores the motivations of followers who make trash-talking viral content, the dissemination’s way of Tante Lala's trash-talking content, and TikTok's role in the media-making process. This study uses the virtual ethnographic method to explain the cultural behavior of trash-talking by TikTok users. The results of this study show the various motivations of Tante Lala's followers in making a viral trend of trash-talking content. Furthermore, the trash-talking content of Tante Lala shapes personal branding as an entertaining TikTok account with a distinctive character. Meanwhile, TikTok is an effective digital tool for personal branding for Tante Lala.  
PERSEPSI FOLLOWERS AKUN TWITTER @detikcom TERHADAP CYBERBULLYING DI KOLOM KOMENTAR PADA SITUS INDEKS BERITA ANIES BASWEDAN Poppy Febrian Pertiwi; Saifuddin Zuhri
VOXPOP Vol. 3 No. 2 (2021): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi followers akun Twitter @detikcom terhadap cyberbullying di kolom komentar pada situs indeks berita Anies Baswedan. Melihat fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk melihat kasus cyberbullying yang menyerang Anies Baswedan bulan Januari 2020 di media sosial Twitter. Yang kemudian dianalisis dengan menggunakan jenis- jenis cyberbullying dari Price dan Dalgleish. Jenis metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi followers akun Twitter @detikcom terhadap cyberbullying di kolom komentar pada situs indeks berita Anies Baswedan masing-masing memiliki persepsi yang berbeda. Serta ditemukan 3 jenis cyberbullying yang digunakan pada situs indeks berita Anies Baswedan di akun @detikcom, yakni 1) called name, pemberian nama negatif kepada korban. 2) Image of Victim, penyebaran atau mengedit foto korban sebagai bahan candaan atau sindiran. 3) Spread Opinion Slammed, dengan menuliskan komentar yang berisi pendapat merendakan korban.