Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Implementation of English for Biology Based on CLIL Student Handbook to Improve English Proficiency of Prospective Student Biology Teacher A Wahab Jufri; Bachtiar Imam; Aulia Dwi Amalina Wahab; Andra Ade Riyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2023): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i1.2437

Abstract

The ability to communicate using English is an important pillar in establishing international cooperation in the era of Society 5,0. The Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) serves as one of the faculty that must facilitate prospective educators. This study aims to examine the contribution of the implementation of English for Biology: Student Handbook through a Content Language Integrated Learning (CLIL)-based learning approach to improve the English proficiency of prospective teacher students in the Biology Education study program, FKIP. The research was carried out with a quasi-experimental approach (quasi-experimental research) with a multiple-group pretest-posttest pattern. The test subjects and the unit of analysis are all second-semester students who take English for Biology lectures at the Biology Education Study Program, FKIP in the 2021/2022 academic year with a total of 6 classes (A, B, C, D, E, and F). The results of the analysis show that there is an increase in students' English proficiency which is in the quite effective category with the acquisition of N-gain scores for classes A, B, C, D, E, and F of 68, 58, 60, 62, 58, and 61. The average value The average N-gain of the English language proficiency of biology education students is 68 with a fairly effective category. Therefore, the use of English for Biology: Student Handbook through a CLIL-based learning approach is quite effective in increasing the English proficiency of prospective educators in the Biology Education Study Program, FKIP, University of Mataram.
POTENCIES OF EXERCISING AGENCY AMONGST PRE-SERVICE ENGLISH TEACHERS IN MICRO TEACHING Santi Farmasari; Baharuddin Baharuddin; Dewi Satria Elmiana; Andra Ade Riyanto; Aulia Dwi Amalina Wahab
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 10 | NO.1 | 2023
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ijee.v10i1.30873

Abstract

ABSTRACTThe role of teachers as agents of learning has been echoed for decades. As a driving force in an educational institute, teachers with high agency can be analogous to critical enzymes in the body of education. However, whether or not a sense of agency has been introduced, promoted, or facilitated amongst students studying to become teachers still receives little attention. This study seeks for evidence of potencies and typology of agency amongst final year pre-service English teachers (PSETs). 199 students were facilitated to explore English learning problems in high schools and constructed problem-based lesson plans from which their agency was identified. 24 PSETs with a high degree of agency were involved in a focus group discussion. The study reveals potencies of exercising agency which were greatly informed by the PSETs’ past and present learning experiences. The agentive actions were related to the implementation of technology, better engagement, and project-based learning. By doing so, the PSETs have shown their future professional identity which is important for pre-service teacher educators and institutions. This study has important implications for pre-service teacher educators to instill and further the development of agency during their teacher education program taking into account their students’ ecological capitals and capabilities. ABSTRAKPeran guru sebagai agen pembelajaran telah digaungkan sejak lama. Sebagai penggerak di institusi pendidikan, guru dengan tingkat agensi yang tinggi dapat dianalogikan sebagai sebuah enzim krusial di dunia pendidikan. Namun, masih sangat sedikit penelitian yang mengkaji bagaimana agensi ini dapat diperkenalkan, didorong atau difasilitasi untuk berkembang pada calon guru Bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui potensi-potensi dan jenis-jenis agensi pada mahasiswa calon guru tingkat akhir. 199 mahasiswa calon guru terlibat di penelitian ini. Mereka difasilitasi untuk dapat mengeksplorasi permasalahan-permasalahan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai dasar penyusunan rencana proses pembelajaran (RPP). 24 dari 199 dengan potensi agensi yang tinggi di RPP mereka kemudian diundang pada diskusi kelompok terfokus untuk mengklarifikasi rencana-rencana agentif mereka dalam memecahkan permasalahan pembelajaran. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa potensi agensi pada mahasiswa calon guru Bahasa Inggris yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi, keterlibatan aktif dalam pembelajaran dan pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian ini mempunyai implikasi penting terhadap model pembelajaran calon guru di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) untuk menanamkan dan mengembangkan agensi guru sedini mungkin dengan memberikan stimuli-stimuli yang sesuai dengan kondisi ekologi dan kapasitas mahasiswa calon guru.How to Cite: Farmasari, S. Baharuddin, Elmiana, D. S., Riyanto, A.A., Wahab, A.D.A. (2023). Potencies of Exercising Agency Amongst Pre-Service English Teachers in Micro Teaching Class. IJEE (Indonesian Journal of English Education), 10(1), 23-36. doi:10.15408/ijee.v10i1.30873
Sosialisasi Karakteristik Teks Produk ChatGPT sebagai Alat Deteksi Manual Produk Gen AI kepada Guru SMAN 6 Mataram: Socialization Program on the Features of ChatGPT-Generated Texts as a Manual Detection Tool for Generative AI Products for Teachers at SMAN 6 Mataram Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar; Murahim Murahim; Elya Febriani; Andra Ade Riyanto; Qori Lubaba Aminie
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10097

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penting dilaksanakan karena penggunaan Generative AI dalam dunia pendidikan saat ini berada pada dilema antara keharusan beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan pelanggaran etika akademik dalam penggunaannya. Penggunaan Generative AI seperti ChatGPT tanpa diiringi dengan menjunjung tinggi etika akademik akan bermuara pada pelanggaran orisinalitas karya tulis. Oleh karena itu, guru perlu dikenalkan dengan karakteristik linguistik teks produk ChatGPT sebagai usaha deteksi awal secara manual karya tulis siswa yang menggunakan ChatGPT. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengenalkan karakteristik linguistik teks produk ChatGPT kepada guru sebagai sarana deteksi manual penggunaan ChatGPT pada karya tulis siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, pemodelan, diskusi, studi kasus, demonstrasi, refleksi-evaluasi, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut. Pertama, sosialisasi karakteristik linguistik ChatGPT berdasarkan hasil penelitian agar peserta memahami teks produk ChatGPT secara linguistis. Kedua, pemberian contoh kasus deteksi menggunakan karakteristik linguistik dengan pemodelan langsung pada teks produk ChatGPT yang disediakan oleh peserta. Ketiga, pelaksanaan diskusi dan tanya jawab untuk memperkuat pemahaman. Keempat, pelaksanaan studi kasus atau praktik oleh peserta dengan menerapkan teori yang telah diberikan. Kelima, peserta mendemonstrasikan hasil studi kasus. Pada bagian akhir, dilaksanakan refleksi dan evaluasi serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta dapat memahami karakter linguistik teks produk ChatGPT dan mampu menerapkannya serta mendapatkan pengalaman terkait beberapa hal yang berkaitan dengan ChatGPT dan aplikasi linguistik korpus yang berhubungan dengan pendeteksian teks menggunakan karakteristik linguistik untuk menambah pemahaman. Kegiatan terlaksana dengan sukses sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Peningkatan Pengetahuan Terkait Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Sosialisasi Berbasis Pendidikan Bahasa Indonesia di Kecamatan Gerung: Improving Adolescents’ Knowledge of Reproductive Health through Indonesian Language–Based Educational Outreach in Gerung District Andra Ade Riyanto; Rosita Khaerina; Mochammad Asyhar; Rahmad Hidayat; Agusman Agusman; Ade Jauhari; Astri Rahmawati Dewi
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.8478

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang sering kali kurang dipahami oleh remaja di Kecamatan Gerung. Minimnya akses terhadap informasi yang akurat dan mudah dipahami menyebabkan rendahnya literasi kesehatan reproduksi, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan seperti kehamilan dini, infeksi menular seksual, dan ketidaktahuan terhadap hak-hak reproduksi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui sosialisasi berbasis pendidikan Bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia dipilih karena memiliki daya jangkau luas serta mampu menjadi medium komunikasi yang efektif, sederhana, dan kontekstual bagi remaja. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui penyuluhan interaktif, pemanfaatan media visual, dan permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Dengan pendekatan ini, remaja tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kesehatan reproduksi dalam kehidupan sehari-hari. Luaran kegiatan meliputi peningkatan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja, terbentuknya agen perubahan yang berperan sebagai penyebar edukasi di komunitasnya, serta publikasi hasil kegiatan dalam jurnal ilmiah sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap pengembangan pendidikan kesehatan reproduksi berbasis bahasa.