Lismawati Pertiwi Waruwu, S.Kep.,Ns.,M.Kep
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Media Leaflet Dan Spanduk: Media Leaflet Dan Spanduk Ismed Krisman Amazihono,SKM,MPH; Lismawati Pertiwi Waruwu, S.Kep.,Ns.,M.Kep
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.096 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i2.1302

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular yang ditargetkan untuk ditindaklanjuti oleh para pemimpin dunia. (Laporan Global WHO, 2016). Leaflet dan spanduk merupakan media atau alat yang dapat digunakan dalam penyuluhan. Diabetes Mellitus merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak di wilayah UPTD Puskesmas Kabupaten Gunungsitoli Utara. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas leaflet dan spanduk terhadap perilaku pasien diabetes mellitus di wilayah UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian quasi eksperimen dengan pre test. dan post-test tanpa kontrol. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus di wilayah UPTD Puskesmas Kabupaten Gunungsitoli Utara tahun 2021. Sampel penelitian adalah pasien diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perilaku setelah diberikan penyuluhan dengan media leaflet dan banner dengan hasil uji wilcoxon diperoleh p value < 0,005 yang berarti secara statistik menunjukkan bahwa media leaflet dan banner efektif dalam meningkatkan perilaku pasien Diabetes Mellitus di UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara.
STRES DAN SELF EFFICACY KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS Lismawati Pertiwi Waruwu Lisa; Ismed Krisman Amazihono; Hadirat Candra Laoli
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v18i1.1528

Abstract

Diabetes mellitus not only causes premature death worldwide, it is also a major causeof blindness, heart disease and kidney failure. The International Organization for Diabetes Federations (IDF) estimates that there are at least 463 million people aged 20-79 years in the world suffering from diabetes in 2019 or equivalent to a prevalence rate of 9.3% of the total population at the same age.Stress is a non-specific body response to any disturbed need, a universal phenomenon that occurs in everyday life and cannot be avoided, everyone experiences it, stress has a total impact on every individual, namely physical, psychological, intellectual, social and spiritual. , Stress can threaten psychological balance. One of the causes of increased sugar levels is stress levels. Stress can also disrupt the endocrine system so that it can cause blood sugar levels to increase.Feelings of fear, anxiety, shame and anger are other forms of emotional life filled with stress that will affect blood glucose fluctuations even though diet, physical exercise and drug use are as carefully as possible. Often due to stress, people with Diabetes Mellitus will violate the diet program, rarely exercising, not regularly taking medication and rarely controlling blood sugar levels, proves that people with diabetes mellitus when under stress cannot organize selfefficacy properly. According to Notoadmodjo, self-efficacy affects one's behavior towards compliance. Self-efficacy is an individual's belief in his ability to organize and perform certain tasks needed to get the expected results.The purpose of this study was to analyze the relationship between stress levels and selfefficacy on blood sugar levels in diabetes mellitus patients at the UPTD Hiliduho Health Center Nias Regency in 2022. So that DM patients can reduce and control stress levels and further increase self-efficacy so that blood sugar ranges are always within normal limits. . The results showed that there was a significant relationship between stress and blood sugar levels, p value = 0.002 <0.005 and a significant relationship between self-efficacy and blood sugar levels, p value = 0.000 <0.005.
Peningkatan Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus tentang Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II melalui Pendidikan Kesehatan Harefa, Evi Martalinda; Waruwu, Lismawati Pertiwi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6484

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme gula darah menahun ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, resistensi insulin atau keduanya. Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan yang tersebar luas, sehingga diperlukan suatu program pengendalian terutama pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya Diabetes Melitus. Peningkatan Pengetahuan tentang factor risiko terjadinya Diabetes Melitus adalah merupakan salah satu program pengendalian penyakit Diabetes Melitus yang dapat dilakukan melalui Pendidikan Kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor risiko Diabetes Melitus tipe 2 pada penderita Diabetes Melitus melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Kegiatan diawali dengan melakukan penilaian terhadap pengetahuan penderita diabetes melitus sebagai data pre test, selanjutnya dilakukan pendidikan kesehatan, dan diakhir dengan penilaian kembali terhadap pengetahuan penderita diabetes melitus sebagai data post test. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan penderita Diabetes Melitus tentang faktor risiko Diabetes Melitus Tipe 2, dimana hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p= 0,001 (p<0,005) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Saran yang diberikan kepada penderita Diabetes Melitus adalah agar memanfaatkan pengetahuan tentang faktor risiko Diabetes Melitus Tipe 2 dalam mengendalikan kadar glukosa darahnya.