Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENERAPAN PANDUAN TERHADAP PERILAKU CARING MAHASISWA PRODI DIII KEPERAWATAN GUNUNGSITOLI EVI MARTALINDA HAREFA; BAZIDUHU LASE
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.7409

Abstract

Caring adalah salah satu bentuk perilaku yang merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain. Hasil beberapa penelitian ditemukan bahwa masih rendahnya perilaku caring mahasiswa yang dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien saat memasuki dunia kerja yang mengakibatkan buruknya kualitas pelayanan keperawatan. Berdasarkan studi literature terdapat beberapa strategi untuk meningkatkan perilaku caring mahasiswa, salah satunya adalah menerapkan panduan perilaku caring. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan panduan terhadap perilaku caring mahasiswa di Program Studi DIII Keperawatan Gunungsitoli Poltekkes Kemenkes Medan Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain pre test – post test without control. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Gunungsitoli Poltekkes Kemenkes Medan. Sampel penelitian adalah mahasiswa TK I berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Peneliti menggunakan uji wilcoxon dalam analisis data. Uji kemaknaan dilakukan dengan membandingkan hasil uji dengan nilai probabilitas (p), nilai p < ? (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan panduan efektif terhadap perilaku caring mahasiswa di Program Studi DIII Keperawatan Gunungsitoli Poltekkes Kemenkes Medan Tahun 2021 dimana diperoleh nilai significancy 0,001 (p < 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perilaku caring yang bermakna antara sebelum dan sesudah penerapan panduan. Kata Kunci : Efektifitas, Penerapan Panduan, Perilaku Caring
HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA Ismed Krisman Amazihono; Evi Martalinda Harefa
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.283 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i1.1058

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak BALITA ( Bayi Dibawah Lima Tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita baik di dunia, Indonesia, Sumatera Utara dan di Kota Gunungsitoli saat ini.Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan pada anak. Berdasarkan studi literature ditemukan beberapa faktor yang dapat menyebabkan stunting pada anak antara lain sosial ekonomi meliputi pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan karakteristik ibu meliputi umur, pengetahuan, jumlah anak, pemberian makanan tambahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi (pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dan karakteristik ibu (umur, pengetahuan, jumlah anak, pemberian makanan tambahan) dengan kejadian stunting pada anak Balita di Desa Hiliweto Idanoi Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Idanoi tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah secara kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki Balita di desa Hiliweto Idanoi yaitu berjumlah 63 orang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis chi square, jika tidak memenuhi syarat harus diganti dengan uji alternatifnya yaitu fisher’s exact test (tabel 2 x 2), uji Kolmogorov smirnov ( tabel 2 x K) atau penggabungan sel ( tabel selain 2 x 2 dan 2 x K). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pendapatan, pekerjaan, jumlah anak dan pemberian makanan tambahan dengan kejadian stunting dimana hasil nilai significancy masing – masing adalah 0,001, 0, 025, 0,030 dan 0,000 dan tidak terdapat hubungan pendidikan, pengetahuan dan umur dengan kejadian stunting dimana hasil nilai significancy masing – masing adalah 0,418, 0,197 dan 0, 493. Kata kunci : Sosial Ekonomi, Karakteristik Ibu, Stunting, Gizi Anak Balita. Daftar Pustaka : 29 (2009 – 2019)
TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS Wahyu Ningsih Lase; Lenca Overman Lawolo; Evi Martalinda Harefa
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v18i1.1516

Abstract

Menurut World Health Organization, diabetes mellitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah), yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.Indonesia berada di peringkat ke-7 diantara 10 negara dengan jumlah penderita terbanyak, yaitu sebesar 10,7 juta. Indonesia menjadi satu-satunya negara di asia tenggara, sehingga besarnya kontribusi Indonesia terhadap prevalensi kasus diabetes di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe II di Kelurahan Ilir Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasy eksperimental dengan pendekatan one group pre test - post test desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe II. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menujukkan pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Kelurahan Ilir Tahun 2022 pada 35 responden dengan p value (0,000). Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar gula dalam darah, pasien dapat megontrol gula darah dan bisa melakukan terapi secara mandiri. Saran : Dari hasil penelitian ini diharapkan pemberian teknik relaksasi otot progresif dapat dijadikan sebagai salah satu cara alternative untuk menurunkan kadar gula darah.
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA PENDERITA DM DI KELURAHAN ILIR WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN GUNUNGSITOLI Evi Martalinda Harefa; Rugun Togianur Lingga
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12686

Abstract

DM merupakan gangguan proses metabolisme gula darah yang berlangsung kronik ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang diakibatkan gangguan pengeluaran insulin, resistensi insulin atau keduanya. Factor resiko DM terdiri dari factor yang dapat dimodifikasi yaitu berat badan lebih,  kurangnya aktivitas fisik, hipertensi  dan merokok serta factor yang tidak dapat dimodifikasi yaitu umur, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan DM. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis factor resiko kejadian DM Tipe II pada Penderita DM. Metode penelitian yang  digunakan secara analitik observasional dengan rancangan Case Control Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 118 orang, yaitu 59 orang kelompok kasus dan 59 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel purposive  sampling. Peneliti menggunakan uji chi - square dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara berat badan lebih (p = 0,000) , aktifitas fisik (p = 0,000), hipertensi (p = 0,000) , umur (p = 0,000), riwayat keluarga dengan DM ((p = 0,000)  dengan kejadian DM Tipe II. Namun hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan jenis kelamin (p= 0,696) dan merokok(p = 0,705)  dengan kejadian DM Tipe II. Kesimpulan yaitu factor resiko yang mempengaruhi kejadian DM Tipe II adalah berat badan lebih, aktifitas fisik, hipertensi, umur dan riwayat keluarga dengan DM.
Pengaruh Terapi Akupresur terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita DM Tipe II Harefa, Evi Martalinda; Gulo, Cipta Citra Karyani
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1675

Abstract

Diabetes merupakan kelainan metabolisme gula darah kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah pada penderita. Diabetes melitus mengakibatkan berbagai komplikasi yang menyebabkan kematian sehingga sangat diperlukan tindakan pengendalian terhadap penyakit ini. Terapi akupresure merupakan salah satu strategi untuk mengurangi komplikasi terkait diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh terapi akupresur terhadap kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Metode penelitian yang  digunakan adalah quasy experimental dengan pendekatan nonequivalent control group design. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus federer dimana hasilnya untuk kelompok intervensi 16 orang dan untuk kelompok control 16 orang sehingga jumlah total sampel dalam penelitian ini adalah 32 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive  sampling. Peneliti menggunakan uji wilcoxon dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kadar glukosa darah pre test dan post test pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0.001 (< 0,05), dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kadar glukosa darah pre test dan post test pada kelompok control dengan nilai p = 0,157. Sehingga disimpulkan terdapat pengaruh terapi akupresure terhadap kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe 2. Saran kepada penderita diabetes mellitus agar melakukan teknik akupresure minimal 2x dalam seminggu untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darahnya.
Peningkatan Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus tentang Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II melalui Pendidikan Kesehatan Harefa, Evi Martalinda; Waruwu, Lismawati Pertiwi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6484

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme gula darah menahun ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, resistensi insulin atau keduanya. Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan yang tersebar luas, sehingga diperlukan suatu program pengendalian terutama pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya Diabetes Melitus. Peningkatan Pengetahuan tentang factor risiko terjadinya Diabetes Melitus adalah merupakan salah satu program pengendalian penyakit Diabetes Melitus yang dapat dilakukan melalui Pendidikan Kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor risiko Diabetes Melitus tipe 2 pada penderita Diabetes Melitus melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Kegiatan diawali dengan melakukan penilaian terhadap pengetahuan penderita diabetes melitus sebagai data pre test, selanjutnya dilakukan pendidikan kesehatan, dan diakhir dengan penilaian kembali terhadap pengetahuan penderita diabetes melitus sebagai data post test. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan penderita Diabetes Melitus tentang faktor risiko Diabetes Melitus Tipe 2, dimana hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p= 0,001 (p<0,005) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Saran yang diberikan kepada penderita Diabetes Melitus adalah agar memanfaatkan pengetahuan tentang faktor risiko Diabetes Melitus Tipe 2 dalam mengendalikan kadar glukosa darahnya.
Peningkatan Kemampuan Penderita Diabetes Melitus dalam Mengendalikan Kadar Glukosa Darah melalui Pelatihan Teknik Akupresure Harefa, Evi Martalinda; Gulo, Cipta Citra Karyani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6938

Abstract

Diabetes Melitus sering kali disebut sebagai pembunuh senyap, karena penderitanya sering kali tidak menyadari bahwa komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal kronis, kerusakan pada retina yang berpotensi menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat berujung pada impotensi dan gangren dengan kemungkinan amputasi sudah terjadi. Berbagai komplikasi yang terjadi ini mengakibatkan gangguan dalam melakukan aktifitas sehari- hari, menurunnya produktifitas sehingga berdampak negative pada kualitas hidup penderita diabetes melitus. Salah satu tindakan pengendalikan penyakit ini adalah dengan teknik akupresure. Teknik akupresur adalah metode non-farmasi yang efektif menurunkan kadar gula darah penderita diabetes melitus sehingga memperlambat perkembangan penyakit dan meminimalkan komplikasi dan diharapkan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar glukosa darah melalui pelatihan teknik akupresur. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi dengan metode ceramah dan demonstrasi teknik akupresur kepada 141 orang pasien diabetes melitus, serta melibatkan partisipasi aktif peserta dalam diskusi. Penilaian kemampuan teknik akupresure peserta dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan teknik akupresure dengan Standar Operasional Prosedur teknik akupresure sebagai acuannya. Hasil analisis yang dilakukan dengan Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan dalam teknik akupresur sebelum dan setelah pelatihan dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0.05). Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa setelah dilakukannya pelatihan tentang teknik akupresur, kemampuan pasien diabetes melitus dalam mengatur kadar gula darah mengalami peningkatan. Rekomendasi untuk pasien diabetes melitus adalah mempraktikkan teknik akupresure secara teratur dalam upaya mengontrol kadar glukosa darah mereka.
PENGARUH HIDROTERAPI MINUM AIR PUTIH TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Karyani , Cipta Citra; Harefa, Evi Martalinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26126

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit gangguan metabolik yang dapat diidentifikasi dengan semakin tingginya kadar gula di dalam darah yang diakibatkan oleh berkurangnya hormon insulin dan menurunnya hormon insulin dalam tubuh. Penanganan yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan glukosa darah pasien adalah dengan memberikan terapi komplementer. Terapi komplementer adalah berbagai terapi alami yang digunakan untuk meningkatkan kesehatan, penyembuhan dan kesejahteraan dan melengkapi perawatan medis yang berfokus pada penyakit. Hidroterapi minum air putih merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat diberikan pada pasien diabetes mellitus untuk mengendalikan kadar glukosa darahnya. Konsumsi air putih bermanfaat dalam membantu proses pembuangan semua racun di dalam tubuh termasuk gula berlebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hidroterapi minum air putih terhadap kadar gula darah sewaktu. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan pendekatan nonequivalent control group design. Pada desain ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok control yang dipilih secara tidak random. Kelompok intervensi diberi perlakuan berupa pemberian hidroterapi minum air putih sedangkan kelompok control tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian diperoleh nilai p value 0,000 dimana nilai p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian hidroterapi minum air putih terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien. Apabila seseorang melakukan hidroterapi minum air putih dengan teratur dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan kadar glukosa darah dan membantu dalam proses pengeluaran zat-zat kimia di dalam tubuh.