Indah Dwi Cahya Izzati
Universitas Negeri Raden Intan Lampung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan antara Persepsi Bystander dan Kelekatan Orang Tua dengan Cyberbullying pada Remaja Alia, Ludfi Shofiatul; Malay, M Nursalim; Izzati, Indah Dwi Cahya
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v12i3.6255

Abstract

Cyberbullying is aggression intentionally and repeatedly carried out in an electronic context, such as Instagram, Facebook, and other social media, against someone who cannot easily defend themself. This quantitative research was conducted on 148 adolescent students in a private school in Central Lampung. This study uses a scale of cyberbullying, bystander, and parental attachment. The result is a linear regression test using JASP 0.16.0. The analysis showed the coefficient of R2 was 0.714, which means that the perception of bystanders and parental attachment can affect cyberbullying by 71.4%. The results of the correlation coefficients of the three variables are equal to the meaning of this study, indicating that there is a relationship with a positive direction between the bystander variable and the parental attachment variable with the cyberbullying variable.
Fear of Negative Evaluation (FNE), Parent Attachment, dan Kecemasan Sosial: Menguraikan Keterkaitannya dalam Kehidupan Mahasiswa Mar'atussolihah, Ummi; Fitriani, Annisa; Cahya Izzati, Indah Dwi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.54954

Abstract

Kecemasan sosial merujuk pada kecenderungan seseorang merasakan ketakutan dan ketidaknyamanan yang berlebihan saat berada dalam situasi sosial, yang bagi mahasiswa berdampak pada kesejahteraan emosional serta menghambat kinerja akademis dan sosial mereka. Faktor-faktor seperti ketakutan akan dievaluasi negatif oleh orang lain (fear of negative evaluation) dan ikatan emosional dengan orang tua (parent attachment) dapat memengaruhi perkembangan kecemasan sosial pada seseorang. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan strategi mengelola dan mengatasi kecemasan sosial agar dapat berfungsi secara optimal dalam lingkungan akademik dan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan adanya korelasi antara fear of negative evaluation (FNE) dan parent attachment dengan kecemasan sosial pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Penelitian ini melibatkan 210 orang mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di Lampung yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga jenis skala psikologi, yakni The Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS), Brief-Fear of Negative Evaluation (BFNE), dan Inventory Parent and Peer Attachment (IPPA), melalui kuesioner pada Google Forms. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi parsial dan regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa fear of negative evaluation dan parent attachment memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan sosial sehingga hipotesis penelitian dapat diterima.
A Model Analysis of the Effect of Self-Efficacy, Authoritative Parenting, and Peer Social Support on Academic Stress in Full-Day Senior High School Students izzati, indah dwi cahya; Tentama, Fatwa; Suyono, Hadi
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 6 No. 1 (2023): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202361688000

Abstract

This study investigated the influence of self-efficacy, authoritative parenting, and peer social support on academic stress in full-day senior high school students. The population of this study were all twelfth-grade students from Senior High School X in Lampung, with a total of 330 students. This study involved 140 twelfth-grade students as the participants were selected using a cluster random sampling technique. This study employed an academic stress scale, self-efficacy scale, authoritative parenting scale, and peer social support scale. The data was analyzed by evaluating the outer and inner models. The study employed the Structural Equation Model (SEM) for data analysis using the Smart Partial Least Square 3.3.0 application. The findings of this study include the development of a model of the influence of self-efficacy, authoritative parenting, and peer social support on academic stress that is consistent with empirical data, the absence of an effect of self-efficacy on academic stress, a very significant negative influence between authoritative parenting and academic stress, and a very significant negative influence between peer social support and academic stress. The theoretical model developed in this study is a fit model, which can be used as a valid model reference when addressing academic stress.
HUBUNGAN SELF CONSCIOUSNESS DAN BODY IMAGE DENGAN SELF PRESENTATION PENGGUNA INSTAGRAM Safitri, Dewi; Fitriani, Annisa; Izzati, Indah Dwi Cahya
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v5i1.1217

Abstract

Self presentation erat kaitannya dengan bagaimana individu mempresentasikan dirinya di depan publik, ingin menunjukkan kesan yang baik di benak orang lain dan positif hal ini berkaitan dengan self conciousness atau kesadaran diri bahwa ia sadar menjadi objek sosial dan ingin dinilai baik, kemudian dengan body image atau citra tubuh yang dimilikinya dan ia  presentasikan  dimedia sosial Instagram.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self consciousness dan body image dengan self presentation pengguna instagram. Sampel dalam penelitian ini adalah 147 Mahasiswa prodi Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Intan Lampung angkatan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self presentation ( = 0,940), skala self consciousness ( = 0,837) dan skala body image ( = 0,828). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan software JASP 16.0 For Windows, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel bebas dalam penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 27,6% dan 72,4 % dipengaruhi faktor diluar penelitian ini. Hipotesis dalam penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan self consciousness dan body image dengan self presentation pengguna instagram.
Altruistic Behavior in Generation Z: Systematic Literature Review Kaltsum, Salma Yulya; Izzati, Indah Dwi Cahya; Fitriani, Annisa
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.25903

Abstract

The evolution of digital technology has changed the way Generation Z communicates and shows kindness, leading to new kinds of selflessness in the online world. On the other hand, the frequent use of social media raises concerns about how stable empathy and social awareness are within this age group. This research aims to explore the traits of helpful actions in Generation Z and the internal and external elements that shape these actions. A systematic literature review methodology was used in accordance with PRISMA standards. Literature searches were performed across databases such as Scopus, Google Scholar, Garuda, ResearchGate, SpringerOpen, and Semantic Scholar for articles published between 2021 and 2025. Forty suitable articles were assessed through narrative synthesis, and their quality was checked with the SANRA tool. The findings reveal that the altruism of Generation Z is complex and dependent on the context, heavily influenced by online activities like virtual contributions, social assistance, and sharing information. Internal factors like empathy, religious beliefs, and emotional intelligence were found to be the most significant, while external influences included social media, cultural expectations, the digital landscape, and crisis situations. These results illustrate that the altruistic actions of Generation Z stem from the interplay between psychological aspects and a changing social surroundings.Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara Generasi Z berinteraksi dan mengekspresikan perilaku menolong, sehingga memunculkan bentuk-bentuk altruisme baru di ruang digital. Di sisi lain, tingginya penggunaan media sosial juga menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi nilai empati dan kepedulian sosial pada generasi ini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik perilaku altruisme pada Generasi Z serta faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, Google Scholar, Garuda, ResearchGate, SpringerOpen, dan Semantic Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Sebanyak 40 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan sintesis naratif dan dievaluasi kualitasnya dengan instrumen SANRA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa altruisme Generasi Z bersifat multidimensional, kontekstual, dan didominasi oleh aktivitas digital seperti donasi daring, dukungan sosial, serta berbagi informasi. Empati, religiositas, dan kecerdasan emosional merupakan faktor internal yang paling berpengaruh, sedangkan media sosial, norma sosial, budaya digital, dan kondisi krisis menjadi faktor eksternal utama. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku altruisme Generasi Z merupakan hasil interaksi antara faktor psikologis dan lingkungan sosial yang terus berkembang.