Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendidikan tinggi dalam membangun smart student melalui penguatan literasi kritis dan Civic skill di Universitas Islam Nusantara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi informasi yang baik, serta keterampilan kewarganegaraan yang adaptif terhadap dinamika masyarakat digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan tinggi di Universitas Islam Nusantara telah dilaksanakan melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penerapan pembelajaran berpusat pada mahasiswa, serta integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran. Literasi kritis mahasiswa berkembang melalui aktivitas akademik seperti diskusi, analisis studi kasus, dan penulisan ilmiah, meskipun kemampuan evaluasi informasi digital masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, Civic skill mahasiswa berkembang melalui keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan pengabdian masyarakat, dan forum diskusi ilmiah. Integrasi antara literasi kritis dan Civic skill masih dalam tahap penguatan, namun menunjukkan potensi signifikan dalam membentuk karakter smart student. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk smart student yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab kewarganegaraan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi kurikulum, metode pembelajaran, dan budaya akademik untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik