Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Dan Perilaku Penggunaan Antibiotika Pada Mahasiswa Farmasi UMM Sendi Lia Yunita; Rizka Novia Atmadani; Mutiara Titani
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.7

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan utama adalah resistensi antibiotika yang membutuhkan dukungan utuh dan usaha menyeluruh untuk melawannya. Di Indonesia, resistensi bersifat sporadis, selektif dan tidak berkesudahan. Hal tersebut dipengaruhi salah satunya oleh perilaku penggunaan. Beberapa faktor telah diketahui mampu mempengaruhi penggunaannya termasuk tata kelola yang buruk, lemahnya penegakan hukum, kurangnya pengetahuan, dan akses mudah. Kesalahan konsep dalam pemahaman terhadap antibiotik sangat besar kemungkinan dapat mempengaruhi perilakunya. Hal tersebut tidak hanya mungkin terjadi di masyarakat umum tetapi juga pada mahasiswa kesehatan. Dimana hal tersebut akan sangat mempengaruhi penyampaian informasi kepada masyarakat apabila kelak mereka akan melaksanakan pelayanan kesehatan. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, dan perilaku penggunaan antibiotika pada mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan masa depan. Sehingga diharapakan agar mereka mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang sesuai. Penelitian potong lintang ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuisioner online kepada seluruh mahasiswa aktif program studi farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Pemeriksaan kelengkapan data dilakukan sebelum proses analisis dengan menggunakan SPSS. Dalam penelitian ini didapatkan data dari 327 responden dimana perempuan memiliki prevalesi dominan (86,9%) dan terdiri atas tingkat semester 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), dan 7 (18,3%). Tigkat pengetahuan tentang antibiotika cukup tinggi (72,2%) begitu juga dengan tigkat praktik penggunaannya yang hampir mencapai 70%. Berdasarkan analisis multivariat didapatkan 4 faktor yang secara signifikan mempengaruhi praktik penggunaan antibiotika (i.e. jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan tingkat pengetahuan tentang antibiotika). One of the major public health problems is antibiotic resistance which need requires complete support and comprehensive efforts to combat it. In Indonesia, antibiotic resistance is sporadic, selective and patchy. This may influenced by its usage practice. Several factors have been found to influence their use including poor governance, weak law enforcement, lack of knowledge, and easy access. Misconceptions in antibiotics understanding are very likely to affect the behavior. The possibility to been done not only in general public but also for students in health sciences. Since they are the future health care professional who will greatly affect to educate the public. The objective of this study was to identify the level of knowledge and practice toward antibiotics usage among pharmacy students as future healthcare professionals. Then it expected that they be able to provide appropriate pharmaceutical service. This cross-sectional research was conducted by distributing online questionnaire to all active pharmacy students in University of Muhammadiyah Malang. The data completeness check was carried out prior to the analysis using SPSS. Results were obtained from 327 respondents which women were the most one (86,9%). Among respondents, there are four semester level of education: 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), and 7 (18,3%). However, the knowledge level of antibiotics is quite high (72,2%) as well as the practice usage level almost reach 70% among participants. Based on the multivariate analysis, it was found 4 factors that significantly associated with practice of antibiotic usage (i.e. gender, education level, health insurance, and knowledge level of antibiotics).
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Dan Perilaku Penggunaan Antibiotika Pada Mahasiswa Farmasi UMM Sendi Lia Yunita; Rizka Novia Atmadani; Mutiara Titani
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.7

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan utama adalah resistensi antibiotika yang membutuhkan dukungan utuh dan usaha menyeluruh untuk melawannya. Di Indonesia, resistensi bersifat sporadis, selektif dan tidak berkesudahan. Hal tersebut dipengaruhi salah satunya oleh perilaku penggunaan. Beberapa faktor telah diketahui mampu mempengaruhi penggunaannya termasuk tata kelola yang buruk, lemahnya penegakan hukum, kurangnya pengetahuan, dan akses mudah. Kesalahan konsep dalam pemahaman terhadap antibiotik sangat besar kemungkinan dapat mempengaruhi perilakunya. Hal tersebut tidak hanya mungkin terjadi di masyarakat umum tetapi juga pada mahasiswa kesehatan. Dimana hal tersebut akan sangat mempengaruhi penyampaian informasi kepada masyarakat apabila kelak mereka akan melaksanakan pelayanan kesehatan. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, dan perilaku penggunaan antibiotika pada mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan masa depan. Sehingga diharapakan agar mereka mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang sesuai. Penelitian potong lintang ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuisioner online kepada seluruh mahasiswa aktif program studi farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Pemeriksaan kelengkapan data dilakukan sebelum proses analisis dengan menggunakan SPSS. Dalam penelitian ini didapatkan data dari 327 responden dimana perempuan memiliki prevalesi dominan (86,9%) dan terdiri atas tingkat semester 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), dan 7 (18,3%). Tigkat pengetahuan tentang antibiotika cukup tinggi (72,2%) begitu juga dengan tigkat praktik penggunaannya yang hampir mencapai 70%. Berdasarkan analisis multivariat didapatkan 4 faktor yang secara signifikan mempengaruhi praktik penggunaan antibiotika (i.e. jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan tingkat pengetahuan tentang antibiotika). One of the major public health problems is antibiotic resistance which need requires complete support and comprehensive efforts to combat it. In Indonesia, antibiotic resistance is sporadic, selective and patchy. This may influenced by its usage practice. Several factors have been found to influence their use including poor governance, weak law enforcement, lack of knowledge, and easy access. Misconceptions in antibiotics understanding are very likely to affect the behavior. The possibility to been done not only in general public but also for students in health sciences. Since they are the future health care professional who will greatly affect to educate the public. The objective of this study was to identify the level of knowledge and practice toward antibiotics usage among pharmacy students as future healthcare professionals. Then it expected that they be able to provide appropriate pharmaceutical service. This cross-sectional research was conducted by distributing online questionnaire to all active pharmacy students in University of Muhammadiyah Malang. The data completeness check was carried out prior to the analysis using SPSS. Results were obtained from 327 respondents which women were the most one (86,9%). Among respondents, there are four semester level of education: 1 (37,3%), 3 (21,1%), 5 (23,2%), and 7 (18,3%). However, the knowledge level of antibiotics is quite high (72,2%) as well as the practice usage level almost reach 70% among participants. Based on the multivariate analysis, it was found 4 factors that significantly associated with practice of antibiotic usage (i.e. gender, education level, health insurance, and knowledge level of antibiotics).
USER ACCEPTANCE TESTING MELALUI EVALUASI BLACKBOX DAN ISO 9241-11 TERHADAP APLIKASI KESEHATAN MOBILE: MAHATI Ahmad Naufal; Ilyas Nuryasin; Bashor Fauzan Muthohirin; Mutiara Titani; Akrom Akrom; Abdul Fadlil
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.7377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat penerimaan pengguna terhadap aplikasi kesehatan mobile MAHATI, yang dirancang untuk mendukung pengelolaan hipertensi melalui fitur pemantauan tekanan darah, pengingat obat, dan edukasi kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan metode Blackbox Testing menggunakan pendekatan State Transition Testing untuk memverifikasi fungsionalitas aplikasi, serta User Acceptance Testing (UAT) berdasarkan standar ISO 9241-11 untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Hasil pengujian Blackbox Testing menunjukkan 91% fungsi aplikasi berjalan dengan baik, dengan 73 dari 80 test case dinyatakan berhasil. UAT yang melibatkan 62 responden menghasilkan penilaian sangat baik, dengan efektivitas sebesar 84,90%, efisiensi 88,12%, dan kepuasan pengguna 85,80%. Meskipun aplikasi secara umum telah memenuhi kebutuhan fungsional dan aspek usability, perbaikan tetap diperlukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan menangani skenario pengujian yang gagal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas aplikasi kesehatan digital melalui pendekatan evaluasi yang komprehensif.
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE MAHATI MENGGUNAKAN GENERATIF AI UNTUK PASIEN HIPERTENSI Jody Yuantoro; Ilyas Nuryasin; Bashor Fauzan Muthohirin; Mutiara Titani; Akrom Akrom; Abdul Fadlil
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.7009

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sebuah aplikasi seluler yang memanfaatkan AI Generatif untuk menyederhanakan pencatatan dan evaluasi tekanan darah bagi pasien hipertensi. Tujuannya adalah untuk menciptakan alat yang mudah diakses dan akurat untuk memantau tekanan darah. Aplikasi ini dirancang untuk menangkap pembacaan tekanan darah dari gambar sfigmomanometer aneroid digital yang diambil dengan kamera ponsel pintar. AI Generatif dengan model gemini-1.5-flash, yang diimplementasikan dengan teknik prompting spesifik untuk mengekstrak informasi sistolik, diastolik, dan denyut nadi dari gambar sfigmomanometer aneroid digital secara otomatis. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi seluler fungsional yang menggabungkan fitur-fitur seperti entri data otomatis, visualisasi data melalui time-series dan scatter plot, klasifikasi tekanan darah berdasarkan pedoman ACC/AHA 2017, pengingat pengobatan, dan sumber daya edukasi tentang manajemen hipertensi dan hasil pengujian fitur tekanan darah dengan metode blackbox dan System Usability Scale (SUS) menunjukkan aplikasi berfungsi sesuai tujuan dan memenuhi kriteria fungsional.