Nettietalia Br Brahmana
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN CARA PENINGKATAN PRODUKSI ASI MELALUI EDUKASI KONSELING TEMAN SEBAYA (PEER COUNSELING) Juneris Aritonang; Ni Nyoman Sri Artina Dewi; Nettietalia Br Brahmana
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 7 No. 1 (2023): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v7i1.2937

Abstract

Exclusive breastfeeding for babies provides great benefits for the health status of babies and their mothers, but in reality the coverage of exclusive breastfeeding is still low. The low coverage of exclusive breastfeeding causes many problems such as stunted growth and development. The low coverage of exclusive breastfeeding is caused by the lack of knowledge of mothers about how to increase milk production. There are still breastfeeding mothers who are confused about how to breastfeed properly, how to increase milk production and how to deal with problems found during breastfeeding. Handling is needed in increasing this knowledge through peer counseling education. This research method is quasi-experimental with a one group pre-post test approach. The population in this study were third trimester pregnant women. The sampling technique was total sampling. All pregnant women who came to visit the LMT Siregar Clinic in September 2022 were used as research samples, namely 27 people. The purpose of this study was to examine the effectiveness of peer counseling education on increasing mother's knowledge in increasing milk production. The research location was at the Siregar LMT Clinic during August-November 2022. The results found that there was significant effectiveness in providing peer counseling education on mother's knowledge about increasing milk production at the Siregar LMT Clinic with a p-value of 0.023 (p-value <0.05). The recommendation in this study is that peers can be empowered in maternal and child health education methods in health services.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS PEER EDUCATOR TENTANG PENGETAHUAN HIV AIDS PADA REMAJA DI SMP MADYA UTAMA MEDAN Darwita Juniwati Barus; Henny Arwina Bangun; Nettietalia Br Brahmana; Elisa N Rajagukguk
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v11i1.6427

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai perilaku berisiko yang dapat meningkatkan kemungkinan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan pada remaja. Salah satu pendekatan edukasi yang dinilai efektif adalah pendidikan kesehatan berbasis peer educator, yaitu metode pembelajaran yang memanfaatkan teman sebaya sebagai penyampai informasi sehingga komunikasi menjadi lebih terbuka, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan remaja. Tujuan: Menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan berbasis peer educator dalam meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja di SMP Madya Utama Medan Metode: pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala puskesmas, kepala kesehatan lingkungan, tenaga kesehatan lingkungan/sanitarian, dan Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan Hasil: desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest (sesuaikan jika desain penelitian berbeda). Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik total sampling (atau sesuaikan dengan metode yang digunakan) dan melibatkan siswa SMP Madya Utama Medan yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pendidikan kesehatan berbasis peer educator. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai dengan distribusi data pada tingkat signifikansi α = 0,05 Kesimpulan: Pendidikan kesehatan berbasis peer educator terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja di SMP Madya Utama Medan. Pendekatan ini berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS pada kelompok remaja.