Articles
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASIDALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIDI SMP KARTINI 1 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Yulia, Desma;
Arifin, Muhammad
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.256 KB)
|
DOI: 10.33373/his.v1i1.400
Kurang berhasilnya guru dalam menyampaikan materi mengakibatkan pembelajaran menjadi pasif dan tidak terjadi proses pembelajaran yang diharapkan. Hal tersebut terlihat dari nilai hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Kartini 1 Batam pada semester ganjil yang sebagian besar masih di bawah KKM.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media film animasi dalam pembelajaran IPS terpadu pada materi proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Kartini 1 Batam Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Kartini 1 Batam.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh.Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIIIA dan siswa kelas VIIIB.Jenis penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian dua kelompok sampel yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan penggunaan media film animasi. Sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Data penelitian dikumpulkan melalui test akhir/post test setelah diberi perlakuan.Hasil penelitian dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Film Animasi dalam Pembelajaran IPS Terpadu terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Kartini 1 Batam Tahun Pelajaran 2013/2014 dapat dikatakan berpengaruh signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian hipotesis menerima hipotesis alternatif (Ha) dan menolak hipotesis nol (H0), artinya terdapat perubahan hasil belajar yang signifikan dari penggunaan media film animasi dalam pembelajaran IPS Terpadu.Kata kunci: Media Film Animasi, IPS Terpadu, Hasil Belajar Siswa.
Sejarah Perkembangan Suku Laut di Tanjung Gundap Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Batam Tahun 1982-2012. History evolution of Sea Tribe in Tanjung Gundap Village Tembesi Sagulung District of Batam Years 1982-1990
Yulia, Desma
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 1, No 2 (2016): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.388 KB)
|
DOI: 10.33373/his.v1i2.519
Suku Laut bekerja turun-temurun sebagai nelayan tradisional. Mengarungi lautan pada siang hari maupun malam hari, hujan, badai dan gelombang besar bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi mereka tetapi merupakan tantangan yang harus disikapinya dengan arif dan bijak. Berdasarkan ketergantungan mereka pada alam (laut) inilah yang menjadikan mereka semakin arif dan peka terhadap tanda-tanda yang diberikan alam sehingga mereka mampu menyesuaikan diri dengan alam. Dan pada akhirnya dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam sebagaimana mestinya. Dengan berbekal kebudayaan dan memiliki nilai-nilai budaya tersebut yang membedakan jati dirinya dengan masyarakat yang lain. Suku Laut menyebar hampir di seluruh Kepulauan Riau. Dan di Batam sendiri, salah satu Suku Laut ada yang bermukim di Tanjung Gundap Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung dekat dengan Jembatan Satu Barelang.Keyword: Sejarah, Perkembangan, Suku Laut di Tanjung GundapSea Tribe work hereditary as traditional fishermen. Sailed the ocean during the day or night, rain, storms and big waves is not something scary for them but it is a challenge that must disikapinya with wisdom and tact. Based on their dependence on natural (sea) this is which cause them more wise and sensitive to the signs which are given of nature so that they are able to adapt to nature. And on eventually can take advantage and manage natural resources as appropriate. Armed with the culture and values of the culture that distinguishes her identity with the other communities. Sea Tribe spread almost throughout the Riau Islands. And in Batam itself, one of the Sea People there are living in the village of Tanjung Gundap Tembesi District of Sagulung close to Bridge One Barelang.Keyword: History, development, Sea tribe in Tanjung Gundap
PERANAN PEMIKIRAN POLITIK HATTA TERHADAP KOPERASI GADING ARTHA BATAM TAHUN 2015-2017
Nopriza, Laura;
Yulia, Desma
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.043 KB)
|
DOI: 10.33373/j-his.v3i1.1681
 Peranan pemikiran Hatta terhadap Koperasi Gading Artha Batam yaitu dengan adanya pemikiran Hatta ini mengenai koperasi, mempengaruhi sebuah koperasi yang ada di Batam. salah satunya Koperasi Gading Artha. Koperasi ini terbentuk pada tahun 2015. Koperasi ini sangat membantu masyarakat ketika membutuhkan bantuan mendesak. koperasi ini memberi pengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat di kota Batam. Terbentuknya sebuah lembaga koperasi, salah satunya koperasi Gading Artha Batam merupakan peranan dari pemikiran politik Hatta. Berdirinya koperasi ini dipengaruhi oleh pemikiran politik Hatta. Ide pendiri koperasi Gading Artha batam dalam membangun sebuah koperasi dilatarbelakangi oleh pemikiran politik Hatta, sehingga pemikiran politik Hatta sangat berperan penting sekali dalam pendirian sebuah koperasi yaitu koperasi Gading Artha Batam.Kemudian dengan adanya koperasi Gading Artha dapat mempengaruhi kehidupan sosial rakyat Indonesia yaitu menumbuhkan rasa solidaritas dan meningkatkan rasa tanggung jawab dalam setiap pribadi. Sehingga peranan pemikiran Hatta sangat berperan sekali untuk awal berdirinya sebuah Koperasi yaitu Koperasi Gading Artha yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU MELALUI METODE KARYAWISATA KELAS VIIC SMPN 50 BATAM
Yulia, Desma;
Mulia, rezky
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.576 KB)
|
DOI: 10.33373/j-his.v3i2.1686
Pemakaian metode ceramah yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran membuat siswa kurang merasa senang dan bersemangat dalam pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari minat belajar siswa yang kurang terhadap mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VIIC SMP Negeri 50 Batam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode karyawisata dapat meningkatkan minat belajar siswa IPS Terpadu di kelas VIIC SMP Negeri 50 Batam tahun pelajaran 2015/2016.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian model Kemmis dan MC Tagart. Siswa yang diteliti yaitu kelas VIIC SMP Negeri 50 Batam menggunakan dua siklus. Satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan (planning), aksi atau tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Teknik analisa data menggunakan angket dalam setiap tindakan, angket dibagian setelah diterapkannya metode pembelajaran dikelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada kelas VIIC SMP Negeri 50 Batam sebelum dan sesudah memakai metode karyawisata. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan persentase minat belajar siswa dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi berdasarkan jumlah rata-rata peresentase minat siswa yang diambil dari angket. Pada pra tindakan siswa yang berminat 49,95 %, siklus I siswa yang berminat sebanyak 74,933%, sedangkan pada siklus II siswa yang berminat meningkat menjadi 81,967%. Untuk tingkat minat belajar pada penelitian ini sudah dapat dikatakan berhasil karena ≥ 75% dari jumlah seluruh siswa sudah mencapai kriteria keberhasilan yang ditentukan.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN POWTOON PADA MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA IIS KELAS X DI SMA NEGERI 17 BATAM TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Yulia, Desma;
Ervinalisa, Novia
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.188 KB)
|
DOI: 10.33373/his.v2i1.1583
Penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga perlu adanya variasi baru dalam penerapan media pembelajaran yang dapat berpengaruh terhadap motivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Powtoon Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Dalam  Menumbuhkan  Motivasi  Belajar  Siswa  Iis  Kelas  X  Di  Sma  Negeri  17  Batam  Tahun  Pelajaran2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X IIS SMA Negeri 17 Batam. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling (secara acak). Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X IIS 2 dan X IIS 7. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan penelitian dua kelompok sampel yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan penggunaan media pembelajaran powtoon. Sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media pembelajaran powtoon pada mata pelajaran sejarah Indonesia dalam menumbuhkan motivasi belajar. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian uji t yang menunjukkan thitung (7,9) dan ttabel pada taraf signifikan 5% yaitu (1,992) yang berarti thitung ttabel (7,9 1,992) maka H0  ditolak dan Ha  diterima. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan media pembelajaran powtoon pada mata pelajaran sejarah Indonesia dalam menumbuhkan motivasi belajar dibandingkan dengan metode konvensional ceramah.Â
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TEAM QUIZ PADA MATA PELAJARAN SEJARAH TERHADAP PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS X IPS DI SMA NEGERI 8 BATAM TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Yulia, Desma;
Purnamasari, Ratih
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2019): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.109 KB)
|
DOI: 10.33373/j-his.v4i1.1722
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran aktif Team Quiz dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran Sejarah. Peningkatan keaktifan siswa terbukti dengan diperoleh rata-rata keaktifan siswa dari total skor angket belajar siswa kelas eksperimen dengan total skor angket (ΣX) sebesar 4870, nilai terbesar siswa (Xmax) adalah 133 dan nilai terkecil (Xmin) adalah 93 dengan mean atau rata-rata () sebesar 116.6. sedangkan pada kelas kontrol, total skor angket belajar yang diperoleh (ΣX) sebesar 4408, nilai terbesar siswa (Xmax) adalah 130 dan nilai terkecil (Xmin) adalah 83, dengan mean atau rata-rata () sebesar 107.57.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran aktif Team Quiz dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran Sejarah. Peningkatan keaktifan siswa terbukti dengan diperoleh rata-rata keaktifan siswa dari total skor angket belajar siswa kelas eksperimen dengan total skor angket (ΣX) sebesar 4870, nilai terbesar siswa (Xmax) adalah 133 dan nilai terkecil (Xmin) adalah 93 dengan mean atau rata-rata () sebesar 116.6. sedangkan pada kelas kontrol, total skor angket belajar yang diperoleh (ΣX) sebesar 4408, nilai terbesar siswa (Xmax) adalah 130 dan nilai terkecil (Xmin) adalah 83, dengan mean atau rata-rata () sebesar 107.57.
PERANAN ORGANISASI IKATAN KELUARGA SUMATERA BARAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU DI KOTA BATAM TAHUN 2012-2016
Yulia, Desma;
Tiaramon, David
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.936 KB)
|
DOI: 10.33373/j-his.v2i2.1666
Organisasi Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) sebagai organisasi yang memiliki latar belakang kedaerahan dalam banyak hal baik bersifat sosial, budaya dan politik terutama di lingkungan Kota Batam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan peranan organisasi Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) di antara masyarakat Kota Batam dan masyarakat Minang.Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah data primer (pembina IKSB, serta anggota IKSB) dan data sekunder (sumber tertulis, video visual dan foto). Teknik pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data dilakukan dengan 4 tahap: (1) Pengumpulan data, (2) Reduksi, (3) Penyajian data, dan (4) Penarikan kesimpulan atauverifikasi.Hasil Penelitian ini menjelaskan bahwa Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) merupakan gambaran karakteristik masyarakat sumatera barat yang ada di Kota Batam. Peranan organisasi IKSB ( Ikatan Keluarga Sumatera Barat ) dalam hal menjaga dan melestarikan budaya, Menjaga dan memajukan warisan budaya minangkabau di kota Batamyang sangat beranekaragamseperti: tari-tarian,pakaian adat,alat musik,rumah adat dan budaya lainnya menjadi karakteristik warga minang terus dipelihara dan dilestarikan warga minang hingga sekarang. Citra dan identitas Minang memang sangat menonjol dalam organisasi IKSB. Bahkan penggunaan identitas tersebut dicitrakan secara lengkap dalam berbagai kebudayaan fisik yang ada seperti kesenian dan kebudayaan material seperti pakaian adat,rumah adat, tarian , alat musik dan lain-lain.PERANAN ORGANISASI IKATAN KELUARGA SUMATERA BARAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU DI KOTA BATAM TAHUN 2012-2016
REVOLUSI HIJAU KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAH BIDANG PERTANIAN DI KANAGARIAN SELAYO TAHUN 1974-1998
Yulia, Desma
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2019): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33373/hstr.v4i2.1931
Revolusi hijau sebagai sebuah kebijakan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan kehidupan masyarakat Selayo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak Revolusi Hijau terhadap  kebijakan ekonomi pemerintah bidang pertanian di Kanagarian Selayo tahun 1974-1998. Penelitian ini termasuk kualitatif deskriptif dengan metode penelitian sejarah. Langkah awal dalam penelitian ini adalah heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah kanagarian selayo ,merupakan daerah yang mempunyai peranana yang cukup signifikan terhadap Kabupaten Solok sebagai pensuplai beras, juga sebagai daerah yang cukup berperan dan mendukung Kabupaten Solok dalam mendapatkan julukan sebagai lumbung pangan untuk propinsi Sumatera Barat. Pada awal pelaksanaan revolusi hijau di Kanagarian Selayo melalui bimas dan inmas produksi padi menunjukkan hasil yang luar biasa, terbukti pada tahun 1983 mencapai 8,5 ton/ha dari 3,8 ton/ha pada tahun 1970. Setelah adanya kebijakan Revolusi Hijau, para petani dihadapkan pada siklus ketergantungan dan kemiskinan dan terjerat pada hutang. Asupan pertanian seperti pupuk , benih, pestisida yang sebelum revolusi hijau dikuasai oleh petani sendiri, sekarang petani terpaksa membelinya  secara terus menerus. Sebagai akibat dari pemakaian bahan kimia yang terus menerus sawah menjadi semakin kurang subur, sehingga untuk memperbaikinya pada setiap musim tanam memerlukan input asupan luar semakin banyak.Kata Kunci: Revolusi Hijau, Ekonomi, Pertanian
KONFLIK AGRARIA PADA MASA REVOLUSI SOSIAL DI SUMATERA TIMUR, 1946-1955
Armani, Hamidah;
Yulia, Desma;
Okwita, Afrinel
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33373/hstr.v5i2.3486
Konflik agraria dan Revolusi Sosial di Sumatera Timur memiliki keterkaitan historis. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana konflik agraria dipicu oleh perebutan aset kolonial pasca kemerdekaan dalam bentuk tanah perkebunan dan berdampak pada munculnya peristiwa Revolusi Sosial. Obyek penelitian ini adalah tanah bekas perkebunan kolonial Belanda yang menjadi sengketa pada masa kemerdekaan serta berlangsungnya Revolusi Sosial tersebut, yang berada di pesisir timur Sumatera. Seperti apa konflik agraria pada masa Revolusi Sosial di Sumatera Timur, serta dampaknya terhadap tatanan masyarakat? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian ini adalah studi literatur. Kajian data-data kolonial diambil dari Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara serta AVROS. Dalam melakukan metode penelitian dilalui dengan cara pengumpulan sumber, kritik sumber, dan proses historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu pemicu Revolusi Sosial di Sumatera Timur pada 1946 adalah perebutan tanah bekas perkebunan oleh masyarakat sehingga pada perkembangannya tingkat konflik meningkat antara masyarakat, negara, dan pengusaha di Sumatera Timur.
EKSISTENSI KESENIAN TRADISIONAL TARI GUBANG PADA MASYARAKAT KECAMATAN JEMAJA KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Azwandi, Azwandi;
Yulia, Desma
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang kesenian tradisional tari Gubang pada masyarakat Kecamatan Jemaja. Pada masa lalu kesenian tradisonal tari Gubang ini sangat diminati oleh seluruh kalangan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah yaitu, untuk menganalisis kesenian tradisional tari Gubang pada masyarakat Jemaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan cara pengumpulan data, reduksi data, display data, serta kesimpulan dan verufikasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kesenian tari Gubang ini dipercaya oleh masyarakat Jemaja erat kaitannya dengan orang Bunian atau makhluk halus. Ada tiga unsur pendukung dari kesenian tradisional tari Gubang ini yang pertama alat musik Gubang, kedua lagu pengiring Gubang, ketiga penari Gubang. Penampilan atau pementasan kesenian tradisional tari Gubang memiliki makna dan fungsi selamatan sesuai dengan undangan yang didapatkan oleh pemain tari Gubang. Eksistensi kesenian tradisional tari Gubang, banyak terjadi perubahan, perubahan yang terjadi bukan pada Gubangnya, melainkan faktor perubahan terjadi akibat dari minat masyarakatnya Jemaja yang sudah mengukiti kecanggihan zaman dan melupakan eksistensi warisan Lokal, sehingga membuat Gubang semakin tertinggakan dan membuat para seniman Gubang semakin berkurang.