Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemikiran Anre Gurutta Muhammad Abduh Pabadja Tentang Lailatul Qadr Dalam Rekaman Suara Di Radio Mesra Pare-Pare Mariani Idris; Achmad Abubakar; Muhammad Irham; Panggih Widodo; Yusuf Rahim
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 2 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.198 KB) | DOI: 10.58573/tafahus.v2i2.35

Abstract

Lailatul Qadr is still an unsolved mystery, considering that there are many different opinions related to the decline of Lailatul Qadar. There are some who say that Lailatul Qadar descended at the beginning of Ramadan; there are also those who say Lailatul Qadar is in the last ten days of Ramadan; and some even argue that Lailatul Qadar was revealed on odd days in the last ten days of Ramadan. This study aims to understand the interpretations of the Koran originating from Sulawesi, one of which is discussed in this research, namely Anre Gurutta Muhammad Abduh Pabadja in his book entitled al-Quran al-Karim al-lughah al-Bugisiyyah through audio recordings that can be obtained from Radi Mesra Pare-pare . The method used in this research is library research using a qualitative descriptive analytical approach. The results in the explanation of this study indicate that Lailatur Qadr is a night of glory, which is filled with many blessings in it and can erase all sins that have been committed in the past. So it can be concluded that the night of Lailatul Qadr is a night full of blessings. Blessings can be felt when one has strong faith and only hopes for Allah's blessing.
Islamic Social Finance And Poverty Alleviation Efforts (Contextual Al-Qur'an Tafsir Study) Trisno Wardy Putra; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 6 No. 2 (2024): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v6i2.5082

Abstract

Poverty is a crucial problem in human life. The Qur'an also explains some of the causes of poverty. This research aims to examine the role of Islamic social finance as an effort to alleviate poverty from the perspective of Qur'anic interpretation. This research uses a qualitative approach with a literature study approach, which examines sources related to the theme raised. This method also uses the science of interpretation by examining the verses of the Qur'an contextually. The results showed that in the Qur'an, poverty can occur due to several causes, whether it comes from oneself, the environment, and the state. In the implementation of the role of Islamic social finance as an effort to alleviate poverty, it has made a major contribution even though it has not been significant. This is due to management that has not been maximized. However, it has been proven in history that Islamic social finance is able to alleviate poverty.
Mewujudkan Etos Kerja Islami: Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Budaya Organisasi Modern Abdul Chadjib Halik; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.5061

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam budaya organisasi modern untuk mempromosikan etos kerja Islami. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan penghargaan terhadap karyawan diterapkan dan tercermin dalam kebijakan serta praktik kerja organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 20 responden dari berbagai sektor industri. Temuan utama menunjukkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an cenderung memiliki lingkungan kerja yang lebih berintegritas, adil, dan berorientasi pada kebaikan sosial. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya adaptasi nilai-nilai agama dalam konteks modern untuk memperkuat budaya organisasi yang harmonis dan produktif. Rekomendasi praktis disarankan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Al-Qur'an melalui pelatihan karyawan dan pengembangan kebijakan yang mendukung nilai-nilai tersebut. Studi ini memberikan kontribusi pada literatur mengenai manajemen organisasi yang berbasis nilai-nilai moral dan spiritual, serta memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN IBNU KATSIR DAN PENAFSIRAN WAHBAH ZUHAILI TERHADAP DUNIA FIQIH Feri munandar; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i1.1477

Abstract

Sejak diperkenalkan pada awal Sejarah islam, fiqih mengalami perkembangan yang cukup signifikan, terutama dalam menghadapi sebuah tantangan zaman modern yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran dan sumbangsih Ibnu Katsir dan Wahbah Zuhaili dalam perkembangan dan pembaruan yang terjadi dalam dunia fiqih, serta faktor-faktor yang mendasarinya. Penelitian ini membahas tentang peran yang berbeda antara Ibnu Katsir dan Wahbah Zuhaili dalam perkembangan dunia Fiqih. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kajian literatur terhadap berbagai sumber primer dan sekunder, seperti kitab tafsir klasik ushul fiqih, literatur kontemporer, dan artikel ilmih. Pendekatan fikih dan historis digunakan untuk mengetahui bagaimana ushul fiqih mengalami perubahan dari masa klasik hingga masa kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ushul fiqih mengalami penyesuaian dan evolusi untuk menjawab isu-isu kontemporer seperti ekonomi syariah, perbankan, asuransi dan lainnya. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi perkembangan ushul fiqih dalam dunia kontemporer adalah globalisasi, yang telah membawa tantangan baru dalam berinteraksi dengan berbagai budaya dan sistem hukum. Selain itu, perubahan sosial dan polotik memainkan peran penting dalam membentuk pandangan ushul fiqih terhadap isu-isu yang lebih modern. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang perkembangan ushul fiqih dan relevansinya dalam menghadapi zaman modern dengan melihat kedua mufasir fikih antara Ibnu Katsir dan Wahbah Zuhaili yang memiliki perbedaan latar belakang zaman. Di harapkapkan penelitian ini dapat membuahi kontribusi positif bagi perkembangan dalam dunia fikih.
INTEGRASI DAN RASIONALISASI ANTARA WAHYU DENGAN FAKTA ILMIAH (SUATU KAJIAN TERHADAP I’JAZ AL-QUR’AN) Harmaen Harmaen; Andi Miswar; Muhammad Irham
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.1-12

Abstract

Hubungan antara ayat suci Al-Qur'an dan fakta sains sudah lama menjadi bahan diskusi yang menarik, khususnya terkait mukjizat ilmiah (i'j?z 'ilm?). Penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana wahyu dan temuan sains modern bisa saling melengkapi. Lewat metode studi pustaka, riset ini mengulas ayat-ayat yang berbicara tentang alam semesta (ayat kauniyyah), seperti dalam bidang kosmologi, perkembangan janin, ilmu kelautan, pengolahan logam, hingga kesehatan. Bukan untuk mencocok-cocokkan ayat dengan teori sains, riset ini justru ingin membangun dialog yang sehat antara keduanya. Hasilnya menunjukkan bahwa penjelasan di dalam Al-Qur'an sejalan dengan fakta ilmiah yang sudah terbukti, tanpa menghilangkan posisinya sebagai petunjuk hidup dari Allah. Meskipun wahyu bekerja lewat keyakinan iman dan sains bekerja lewat pembuktian empiris, keduanya punya tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Pada akhirnya, studi ini menawarkan cara pandang baru untuk menjembatani jarak antara teks suci dan ilmu pengetahuan, yang diharapkan bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan, etika, dan perkembangan ilmu keislaman modern.