Badiyanto Badiyanto
Universitas Teknologi Digital Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE ANALYSIS GOMS PADA USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE APLIKASI GOJEK DAN GRAB Y.Yohakim Marwanta; Badiyanto Badiyanto; Okky Irianto
JuTI "Jurnal Teknologi Informasi" Vol 1, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.888 KB) | DOI: 10.26798/juti.v1i2.842

Abstract

Metode analisis GOMS (goals, operators, methods, dan selection rules) adalah metode untuk menganalisissuatu tugas (task) yang dikembangkan oleh Stuart Card, Thomas P., Moran and Allen Newell. Didalam me-tode GOMS, Goals berarti tujuan yang ingin dicapai oleh pengguna, operators berarti tindakan dasar yangharus dilakukan pengguna di dalam menggunakan sistem, methods berarti cara-cara yang dapat dilakukanuntuk mencapai tujuan dengan menggunakan operators yang ada, dan selection rules berarti pilihan metodeyang digunakan. Aplikasi Grab dan Gojek adalah salah satu aplikasi yang bergerak dibidang transportasi,makanan dan jasa (kurir). Penelitian ini mencoba mencari tahu segi kecepatan dan efisiensi antara aplikasiGojek dan Grab menggunakan metode GOMS Analisis dengan Teknik KLM (Keystroke Level Model) yangdiujikan kepada 3 aspek dari kedua aplikasi yaitu Goride, Gocar, Gofood pada aplikasi Gojek dan GrabBike,GrabCar, GrabFood pada aplikasi Grab. Tujuannya adalah untuk mengetahui manakah yang lebih cepatdan efisien antara kedua aplikasi tersebut dalam pemesanan layanan kendaraan dan makanan. Hasil da-ri penelitian ini adalah sebuah kesimpulan mengenai 3 aspek yang telah diteliti sebelumnya dalam bentuksebuah tabel pengamatan yang dapat digunakan oleh perusahaan sebagai pertimbangan dalam melakukanpengembangan aplikasi di kemudian hari.
Empirical Evaluation of Decentralized Genomic Data Computation Using Bacalhau and IPFS Bagas Triaji; Badiyanto Badiyanto; Justivan Intifadhah Afif
Journal of Information System and Informatics Vol 7 No 4 (2025): December
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v7i4.1311

Abstract

Large-scale genomic analysis typically relies on centralized infrastructures, creating conflicts between collaborative needs and data sovereignty regulations. This study solves this dilemma by evaluating a decentralized architecture designed to facilitate secure, inter-institutional genomic computation without moving raw data. We integrated Bacalhau for orchestration and IPFS Cluster with CRDT consensus for storage, employing AES-256 encryption. A quantitative evaluation was conducted on AWS using five t3.medium nodes to simulate a resource-constrained hospital network. We tested three scenarios: a centralized baseline (SSH+SCP), an ideal decentralized workflow, and a "chaos" scenario involving active network fault injection. While the centralized baseline was the fastest (Mean=37.69s), the decentralized architecture incurred a manageable ~30% overhead under ideal conditions (Mean=49.22s, SD=1.58s). Critically, under chaos fault injection, although execution time increased to 90.67s (SD=17.84s), the system achieved a superior 100% job completion rate compared to the fragile baseline. This research quantifies the trade-off between execution speed and system resilience in a healthcare context. We demonstrate that this architecture prioritizes data sovereignty and high availability over raw speed, offering a proven model for privacy-critical Decentralized Science (DeSci) collaborations.